Sanksi Berat Bagi Penghalang Petugas Kesehatan Tangani Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 28 November 2020 11:01
Sanksi Berat Bagi Penghalang Petugas Kesehatan Tangani Covid-19
Menghalangi kerja petugas kesehatan dapat menghambat upaya penanganan Covid-19.

Dream - Keberhasilan penanganan Covid-19 membutuhkan peran serta semua pihak. Baik masyarakat maupun pemerintah harus kompak dalam menekan angka penularan.

Penerapan protokol 3M pada masyarakat perlu diimbangi dengan upaya tenaga kesehatan dengan melakukan pelacakan dan penanganan di lapangan. Langkah ini sangat penting sehingga tidak boleh dihalangi oleh semua pihak.

" Tindakan menghalang-halangi akan menghambat upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemerintah," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito.

Wiku menegaskan upaya menghalangi kerja petugas kesehatan dalam menangani Covid-19 dapat dijerat dengan sanksi. Itu berlaku di manapun saja.

" Di berbagai daerah, seperti DKI Jakarta, terdapat sanksi yang akan dijatuhkan," kata Wiku.

 

 

1 dari 4 halaman

Pemeriksaan Petugas Untuk Deteksi Dini

Menurut Wiku, masyarakat perlu mengetahui pemeriksaan yang dilakukan petugas kesehatan adalah upaya deteksi dini. Dengan tindakan preventif ini masyarakat dan kontak terdekatnya yang terkonfirmasi positif Covid-19 dapat segera mendapat penanganan.

Satgas Penanganan Covid-19 juga meminta kerjasama dari masyarakat dalam mengendalikan Covid-19. Wiku menegaskan Satgas berkomitmen dapat memetakan klaster yang muncul akibat kegiatan yang mengundang kerumunan baru-baru ini seperti di Petamburan, Tebet, Megamendung dan Bandara Soekarno Hatta.

Masyarakat dengan hasil tes positif akibat berada dalam kondisi berisiko tersebut dapat segera mendapatkan perawatan. Sehingga mereka bisa terselamatkan dari Covid-19.

" Dengan demikian mereka juga dapat lekas sembuh," kata Wiku, dikutip dari Covid19.go.id

 


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 4 halaman

Cara Efektif Mencegah Beban Biaya Perawatan Covid-19 Mahal

Dream - Virus Sars-Cov 2 tidak hanya memicu penyakit menular Covid-19 namun juga mahal biaya perawatannya. Di saat bukan kondisi darurat, mereka yang menjalani pengobatan mandiri akan membutuhkan dana hingga ratusan juta untuk mendapat perawatan sampai sembuh.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany, mengatakan biaya perawatan untuk satu orang pasien Covid-19 kategori berat mencapai Rp100 juta hingga Rp200 juta. Beruntung saat ini pemerintah menanggung biaya tersebut karena masih dalam masa pandemi.

Hasbullah pun meminta masyarakat untuk terus berupaya mencegah penularan Covid-19. Beberapa cara yang bisa dijalankan seperti menerapkan 3M dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak secara disiplin.

" Yang terbaik adalah cegah jangan sampai sakit berat, ringan juga jangan. Yang paling penting tidak kena penyakitnya, itu paling aman," ujar Hasbullah dalam diskusi Memaksimalkan Pengelolaan Keshatan Lewat Vaksinasi, disiarkan channel YouTube FMB9ID.

 

3 dari 4 halaman

Vaksin Efektif

Cara pencegahan selanjutnya dengan vaksinasi. Dalam beberapa bulan mendatang, Pemerintah akan melaksanakan vaksinasi yang diprioritaskan kepada lima kelompok khususnya tenaga kesehatan dan TNI serta Polri.

Vaksinasi juga dijalankan Pemerintah dengan skema mandiri. Skema ini untuk masyarakat yang melakukan vaksinasi di luar program Pemerintah.

Hasbullah berharap masyarakat bersedia mengikuti vaksinasi untuk membentuk kekebalan tubuh dari Covid-19. Meskipun sebagian masyarakat harus menggunakan dana pribadi.

" Katakanlah belum keluar nilai (harga vaksin)-nya, kita bayar sendiri, Rp200 ribu katakanlah suntik tetapi setelah itu 90 persen efektivitasnya aman. Jadi tidak kena apa-apa," ucap dia.

 

4 dari 4 halaman

Lebih Murah Vaksin Daripada Biaya Perawatan Covid-19

Dibandingkan dengan biaya perawatan, Hasbullah menyatakan harga vaksin Rp200 ribu per dosis tentu lebih murah. Masyarakat tidak perlu mengeluarkan ratusan juta untuk biaya perawatan bila terpapar Covid-19.

" Tetapi kalau kita tidak mau mengeluarkan uang sampai katakanlah Rp1 juta, bisa jadi tahu-tahu saya kena (Covid-19) dan saya harus bayar Rp200 juta. jangan salah, yang sekarang dijamin oleh negara biaya berobat itu karena dalam masa pandemi, masih dalam aturan UU Karantina," kata dia.

Setelah ada vaksin, Hasbullah mengatakan kondisi sudah tidak bisa disebut dalam pandemi. Sehingga negara tidak lagi menanggung semua biaya terkait pengobatan Covid-19.

" Yang tanggung nanti kalau tidak punya jaminan (kesehatan), bayar sendiri. Kalau kita sudah bayar rutin ke JKN atau BPJS ya nanti BPJS yang akan bayar. Jadi risikonya berat kalau tidak ada jaminan," kata dia.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar