Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Kemenag Gelar Seleksi Petugas Haji 2018 Dengan Sistem CAT (kemenag.go.id)
Dream - Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama (Kemenag), Khoirizi, menjamin bertindak profesional dalam menyeleksi petugas haji 2018. Hal itu ditunjukkan lewat seleksi menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).
" Seleksi dengan metode CAT merupakan bagian dari spirit azas Undang-undang yang dikatakan harus ada asas keadilan, harus ada asas profesional dan harus ada asas akuntabilitas, selain agar objektivitas terwujud," ujar Khoirizi dikutip dari laman kemenag.go.id, Selasa 24 April 2018.
Hari ini, sebanyak 276 orang dari unsur Kemenag, TNI, Polri, serta media massa mengikuti seleksi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Nantinya, para peserta yang dinyatakan lolos bertugas mengawal pelaksanaan haji di Arab Saudi.
Menurut Khoirizi, tahun ini total petugas haji berjumlah 3.618 orang. 75 persen dari jumlah tersebut atau sekitar 2.555 orang terbagi dalam 511 kloter.
" Setiap kloter akan dilayani oleh 5 petugas haji, 2 dari Kementerian Agama 3 lainnya merupakan dokter dan tenaga medis dari Kementerian Kesehatan," ucap dia.
Selain itu, Khoirizi mengatakan perekrutan juga dijalankan untuk petugas haji dari unsur mukiman sebanyak 740 orang. Mereka yang berkesempatan menjadi panitia unsur ini adalah WNI atau mahasiswa yang menetap di Saudi dalam beberapa tahun terakhir
Salah satu wartawan dari Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, Anom Prihantoro mengaku menikmati tahapan seleksi.
" Rasanya senang karena berkesempatan untuk ikut seleksi jadi petugas haji," kata Anom kepada Dream.
Anom berujar jika lulus menjadi petugas haji, tentu akan menjadi pengalaman tak terlupakan. Sebab bisa mendapat kesempatan liputan di Tanah Suci sekaligus menjalankan Rukun Islam kelima.
" Tesnya masih panjang, yang udah aku jalani tes administrasi (pemberkasan), presentasi program, tes tulis dan wawancara," ucap dia.
(Sah)