Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi
Dream - Vaksinasi Covid-19 ketiga atau booster sudah berjalan mulai 12 Januari 2022. Tetapi, vaksinasi ini diprioritaskan untuk masyarakat lanjut usia dan kelompok rentan.
Kementerian Kesehatan belum menjadwalkan vaksinasi untuk masyarakat selain lansia dan kelompok rentan. Terbuka kemungkinan dilaksanakan paling lama Februari 2022.
" Vaksinasi masyarakat umum selain lansia dan kelompok rentan paling lambat Februari awal," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi.
Syarat masyarakat umum mendapatkan booster sama dengan lansia dan kelompok rentan. Masyarakat harus sudah mendapatkan vaksin dosis kedua minimal 6 bulan.
" Syaratnya sama," ucap Nadia.
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu, menyatakan masyarakat dapat menerima booster dengan membawa KTP atau Kartu Keluarga ke fasilitas kesehatan. Atau mendaftar lewat aplikasi PeduliLindungi.
Booster diberikan dengan dua mekanisme yaitu homolog dan heterolog. Sedangkan jenis vaksin yang digunakan untuk booster. Homolog yaitu vaksin diberikan bermerek sama dengan vaksin primer, sedangkan heterolog yaitu booster yang diberikan berbeda dari merek vaksin primer.
Sedangkan untuk skemanya, penerima vaksin primer Sinovac dapat menerima booster AstraZeneca separuh dosis atau 0,25 mililiter atau mendapatkan Pfizer separuh dosis atau 0,15 ml.
Penerima vaksin primer AstraZeneca bisa mendapatkan Moderna separuh dosis atau 0,25 ml atau Pfizer separuh dosis atau 0,15 ml. Sedangkan booster untuk penerima vaksin primer Pfizer belum ditentukan karena belum mencapai 6 bulan, dikutip dari Merdeka.com.
Dream - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memutuskan untuk memberikan vaksinasi booster Covid-19. Hal ini mengingat terjadinya peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron di berbagai negara.
Mulai 12 Januari 2022 kemarin vaksinasi booster mulai dilakukan. Kelompok lanjut usia (lansia) dan tenaga medis yang didahulukan untuk mendapat booster vaksin Covid-19.
Untuk kombinasi jenis vaksin yang digunakan, berdasarkan rekomendasi tim peneliti dalam dan luar negerti. Termasuk juga sudah dikonfirmasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).
Dikutip dari Kemkes.go.id, untuk mereka yang mendapat vaksin primer Sinovac atau vaksin dosis pertama dan kedua Sinovac akan diberikan vaksin booster setengah dosis Pfizer atau AstraZeneca.
Lalu, mereka yang mendapat vaksin primer AstraZeneca atau vaksin dosis pertama dan kedua AstraZeneca akan diberikan vaksin booster setengah dosis Moderna.
“ Ini adalah kombinasi awal vaksin booster yang akan kita berikan berdasarkan ketersediaan vaksin yang ada, dan juga hasil riset yang sudah disetujui oleh Badan POM dan ITAGI. Nantinya bisa berkembang tergantung kepada hasil riset baru yang masuk dan juga ketersediaan vaksin yang ada,” ujar Menkes Budi.
Seluruh kombinasi ini, lanjut Menkes, sudah mendapatkan persetujuan dari BPOM dan juga rekomendasi dari ITAGI. Kombinasi vaksin booster juga sudah sesuai dengan rekomendasi WHO di mana pemberian vaksin booster dapat menggunakan vaksin yang sejenis atau homolog atau juga bisa vaksin yang berbeda atau heterolog.
Heterolog diartikan sebagai vaksinasi booster yang menggunakan jenis vaksin berbeda dengan dosis pertama dan dosis kedua. Sementara Homolog merupakan vaksinasi booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama seperti vaksinasi dosis pertama dan kedua.
“ Hal ini kembali diberikan keleluasaan kepada masing-masing negara untuk bisa menerapkan program vaksin booster yang sesuai dengan kondisi ketersediaan vaksin dan logistik sesuai dengan masing-masing negara pelaksana pemberian vaksin booster,” ujarnya.
Vaksin booster akan diberikan setengah dosis, tidak seperti dosis vaksin primer. Hal ini karena menurut penelitian, vaksin booster setengah dosis menunjukkan peningkatan level antibodi yang relatif sama dengan vaksin booster dosis penuh, dan memberikan dampak KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi) yang lebih ringan.
Dream - Pemerintah resmi memulai program vaksinasi booster pada Rabu, 12 Januari 2022. Sesuai keputusan Presiden Joko Widodo, dosis ketiga diberikan kepada masyarakat diberikan secara gratis.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan vaksinasi tersedia di semua puskesmas. Masyarakat dapat mengakses vaksinasi tanpa dipungut biaya.
" Di semua puskesmas ya," ujar Nadia.
Masyarakat bisa langsung datang ke puskesmas jika ingin mendapatkan vaksinasi booster. Bisa juga dengan mendaftar lewat pemerintah daerah.
" Datang langsung atau lewat pendaftaran yang disiapkan pemda masing-masing," kata dia.
Sebelumnya, Jokowi telah mengumumkan vaksin dosis ketiga gratis untuk semua masyarakat. Tetapi, pemberian awal diprioritaskan kepada lanjut usia dan kelompok rentan.
" Upaya ini penting dilakukan untuk tingkatkan kekebalan tubuh masyarakat mengingat virus Covid yang terus bermutasi," kata Jokowi, dikutip dari Merdeka.com.
Dream - Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan status tarif vaksinasi booster. Program ini akan mulai dijalankan pada Rab, 12 Januari 2022.
" Saya telah memutuskan bahwa pemberian vaksin ke tiga ini gratis bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Jokowi dalam konferensi pers disiarkan Sekretariat Presiden.
Jokowi mengungkapkan alasan utama dari keputusan ini adalah keselamatan rakyat. Dia menegaskan keselamatan rakyat adalah hal utama.
Sedangkan syarat untuk mendapatkan vaksinasi ketiga ini adalah sudah menerima dosis ke dua. Rentang waktu antara dosis ke dua dan ke tiga harus lebih dari 6 bulan.
Meski sudah divaksin, Jokowi tetap mengingatkan masyarakat untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Tidak abai dalam memakai masker. mencuci tangan dan menjaga jarak.
" Karena disiplin protokol kesehatan merupakan kunci dalam mengatasi pandemi Covid-19," ucap Jokowi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam