Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Kementerian Pertanian memutuskan aktivitas bekerja para pegawai tidak dihentikan setelah ditemukan 17 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Penutupan sementara gedung C hanya dijalankan untuk dilakukan disinfeksi total oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19.
" Kita perlu waktu untuk tindakan pencegahan dan antisipasi penularan lanjutan. Yang terdeteksi pun saat ini sudah ditangani dan isolasi mandiri," ujar Kepala Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, dikutip dari Liputan6.com.
Kuntoro mengatakan pihaknya memberlakukan bekerja dari rumah selama gedung masih menjalani proses disinfeksi. Diprediksi proses disinfeksi hanya berjalan dalam beberapa hari ke depan.
Selanjutnya, Kuntoro mengatakan sejak awal pandemi Covid-19, Kementan sudah membentuk satgas melibatkan dokter dan tenaga medis. Satgas ini bertugas melakukan pelacakan kontak dan isolasi untuk menekan perluasan penyebaran virus.
" Kami mengapresiasi gerak cepat tim satgas sehingga pegawai yang berpotensi terpapar virus Covid-19 bisa cepat terdeteksi," kata dia.
Kementan sudah menerapkan secara rutin prosedur tes cepat (rapid test) bagi pegawai yang bertugas di kantor maupun lapangan. Jika ditemukan hasil reaktif, satgas segera menjalankan tes usap (swab test) lanjutan.
Kemudian, satgas juga melakukan pelacakan dan memperketat deteksi. Ini karena sebagian besar pegawai Kementan masih aktif bekerja di lapangan.
" Kami tetap ke lapangan, melayani petani, peternak, dan masyarakat yang butuh dukungan Kementan meski saat ini masih pandemi. Yang pasti setiap ke lapangan kami dites secara rutin," kata Kuntoro.
Kuntoro juga menegaskan pembangunan pertanian tidak boleh berhenti. Apalagi, sektor pertanian diketahui sebagai penopang perekonomian nasional.
" Terbukti saat ini pertanian bertumbuh positif, berkontribusi tertinggi bagi PDB. Karena petani masih bekerja dan tugas kami memastikan mereka tetap bekerja. Pangan tidak bisa berhenti," ucap Kuntoro.
Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya