Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
© MEN
Dream - Umat Islam saat ini sudah beradal di bulan Syaban 1443 H. Artinya dalam hitungan kurang dari sebulan akan datang bulan paling dinantikan muslim seluruh dunia yaitu Ramadan. Tanda-tanda datangnya bulan mulia ini seolah mulai terasa dari cuaca dan suasan yang sedikit berbeda.
Bagi kaum perempuan, syaban menjadi pengingat untuk melihat kembali perjalanan puasa di bulan Ramadan setahun yang lalu. Sesuai fitrahnya, para perempuan tak bisa menjalankan puasa sebelum penuh karena datangnya menstruasi.
Sebagai bulan mulia, Syaban banyak dimanfaatkan untuk membayar utang puasa yang tak bisa dilaksanakan di Ramadan lalu. Mengqadha puasa juga bisa dijadikan penyemangat untuk mengisi Syaban dengan amalan ibadah lain.
Kebiasaan membayar utang puasa selama bulan Syaban juga dikisahkan sering dilakukan salah satu istri nabi, Aisyah ra. Kisah ini tertuang dalam cerita Abu Salamah dari Aisyah ra.
كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ»، قَالَ يَحْيَى: الشُّغْلُ مِنَ النَّبِيِّ أَوْ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Artinya: “ Saya mempunyai tanggungan utang puasa Ramadhan. Saya tidak mampu mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban. Menurut Yahya, Aisyah mengqadha di bulan Sya’ban dikarenakan ia sibuk melayani Nabi Muhammad” (Muttafaq alaih).
Mengutip laman islam.nu.or.id, Dari catatan kaki Syekh Musthafa Dib al-Bugha dalam kitab Shahih al-Bukhari dan catatan kaki Muhammad Fuad Abdul Baqi pada kitab Shahih Muslim, kesibukan Aisyah yang dimaksudkan dalam hadist tersebut adalah dia selalu menyiapkan diri sepenuhnya untuk Rasulullah termasuk di ketika sewaktu-waktu ingin berduaan dengan Aisyah (atau istri yang lain).
Sikap untuk menjaga kebahagian dan keridhaan juga dilakukan semua istri Rasulullah yang bisa sewaktu-waktu diperlukan oleh Nabi.
Lalu kenapa bulan Sya’ban yang dipilih oleh Aisyah untuk mengqadha puasanya?
Sebab bulan Sya’ban adalah bulan yang paling banyak dibuat puasa sunnah oleh Baginda Nabi Muhammad.
Hal itulah yang membuat salah satu istri Nabi bergantian meluangkan waktu untuk mengqadha puasa. Kemungkinan lain adalah mereka sudah berada pada bulan terakhir sebelum Ramadan sehingga terdesak meminta izin kepada Nabi untuk mengqadha puasa. Syekh Musthafa Dib al-Bugha menulis:
وأما في شعبان فإنه صلى الله عليه وسلم كان يصوم أكثر أيامه فتتفرغ إحداهن لصومها أو تضطر لاستئذانه في الصوم لضيق الوقت عليها
Artinya: “ Adapun pada bulan Sya’ban, Nabi berpuasa pada sebagian besar hari-harinya. Kemudian salah satu istri-istri Nabi meluangkan untuk berpuasa di dalamnya. Atau di antara mereka memang terdesak untuk meminta izin kepada Nabi untuk melaksanakan puasa karena waktunya sudah mepet” (Musthafa Dib al-Bugha, Ta’liq Shahih al-Bukhari, [Daru Thuqin Najah, 1422], juz 3, hal. 35)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam