Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kisah Pilu Dokter Diberi Amanah Azankan Dua Bayi Baru Lahir. (Foto: Instagram @sandysandyprasetyo)
Dream - Kelahiran merupakan peristiwa penting yang sangat dinantikan setiap pasangan orangtua.
Setelah lahir, biasanya sang ayah akan langsung mengumandangkan Azan dan Iqamah ke telinga anaknya yang baru lahir.
Sayangnya, tidak semua pria yang bergelar ayah bisa masuk ke ruang anak untuk mengumandangkan azan ke telinga anaknya.
Itulah pengalaman yang dibagikan seorang dokter Sandy Prasetyo, SpOG, melalui akun Instagram @sandysandyprasetyo.
Dokter Sandy membagikan cerita pilu ketika diminta mengazankan dua bayi yang baru lahir lantaran ayah mereka tak bisa melakukannya.
" Permintaan khusus, amanah untuk mengadzankan dari 2 orang ayah, 2 momen ini punya cerita harunya masing2. Ga pernah terbayang sy akan di posisi ini," tulis dokter Sandy di caption postingannya.
Menurut dokter Sandy, kedua bayi yang baru lahir itu diberi nama Afnan dan Laiba. Mereka tidak bisa bertemu sang ayah untuk pertama kalinya setelah dilahirkan di dunia.
Ayah dari bayi Afnan berhalangan hadir untuk mengazankan anaknya lantaran di hari menjelang kelahirannya, dirinya dinyatakan positif Covid-19.

" Pasien sy rutin kontrol dari awal hamil. Sampailah saat persalinan akan tiba, pasien dan suami diswab utk persiapan persalinan, hasilnya suami positif shg harus dirawat di rs. 'Dok titip ya adzankan anak saya'," tulis dokter Sandy.
Namun kisah lebih memilukan dialami oleh bayi Laiba. Bayi lucu ini harus kehilangan ayahnya untuk selamanya, tiga minggu sebelumnya.

Padahal orangtua Laiba ini sangat menantikan kehadirannya di tengah keluarga kecil mereka selama tiga tahun.
" innalillahi wainnailaihi rojiun. Kaget saya. 3 minggu sebelum lahiran ternyata suami meninggal krn covid." tulis dokter Sandy.
Dokter Sandy mengaku dekat dengan bayi Laiba dan orangtuanya. Karena dialah yang membantu perjuangan orangtua Laiba untuk mendapatkan momongan.
Menurut dokter Sandy, ibu dari bayi Laiba sempat keguguran hingga akhirnya bisa hamil lagi dan melahirkan setelah tiga tahun berjuang.

Namun takdir menentukan lain. Ayah dari Laiba meninggal dunia sebelum melihat anaknya itu lahir ke dunia.
Dokter Sandy kemudian mengutip perkataan ibu dari bayi Laiba yang mengatakan suaminya sempat titip pesan ucapan terima kasih sebelum meninggal.
" 'Dok suami saya ga bisa liat anaknya lahir dok'. Waktu terakhir saya kontrol dulu kan suami saya ga bisa temenin saya ketemu dokter krn dia kerja
" 'Sampe rumah saya ditanyain, td udh bilang ke dokter sandy titipin salam dari aku bilangin terimakasih ke dokter sandy?, waktu itu saya lupa dok bilang ke dokter, kalo suami saya titip bilang terimakasih ke dokter sandy, sekarang dia ga bisa temenin lagi dok ketemu dokter. Nanti titip adzanin ya dok'," kenang dokter Sandy.
Dokter Sandy mengatakan saat ini bayi Laiba sudah pulang ke rumah sejak tiga hari yang lalu, dan dalam keadaan sehat.
Ibu dari bayi Laiba tidak menyangka banyak netizen yang simpati dan mendoakan yang terbaik untuk anak dan almarhum suaminya.
" Respon dari ibunya, kaget ya pertama. Karena bukan cuma dari keluarganya, tapi juga teman-temannya menghubungi dia. Dan bersyukur karena juga banyak yang doain dan respon positif dari netizen gitu," pungkas dokter Sandy.
Sumber: Brilio.net
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya