JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Foto: Shutterstock
Dream - Pandemi Covid-19 tak hanya menjadi tantangan bagi para dokter dan perawat. Sopir ambulans pun memiliki peran yang sangat penting.
Mereka juga bekerja sangat keras. Menjemput dan mengantar pasien telah menjadi rutinitas sopir ambulans. Salah satu yang terus bekerja keras adalah Rully Saputra, sopir ambulans Pemkot Bengkulu.
Jam terbang Rully sebagai sopir ambulans Kecamatan Sungai Serut ini terbilang lebih padat dibandingkan pengemudi lain. Ia sering ditugaskan mengantar pasien rujukan ke rumah sakit di provinsi tetangga, seperti Jambi, Palembang, dan Sumatera Barat.

Belum lama ini Rully bersama tim JSPS Dinas Kesehatan dan RSHD Kota Bengkulu kembali mendapat tugas untuk mengantar pasien sakit kanker mata atas nama Sulkanudin ke rumah keluarga pasien di Desa Ngino, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur.
Menurut Rully, ini merupakan lokasi terjauh selama berprofesi menjadi sopir ambulans. Sebelumnya ia sempat mengantar pasien ke Sumatera Utara.
" Untuk wilayah Kota Bengkulu ataupun luar provinsi biasanya saya mengantar pasien sendiri, kadang didampingi juga. Itu sudah berlangsung sejak saya berprofesi sebagai sopir ambulans. Pengantaran pasien ini benar-benar suatu tugas yang mulia," ujar Rully, dilansir dari Media Center Bengkulu.
Meski harus menempuh perjalanan panjang, Rully merasa lega ketika pasien sudah tiba di kediamannya dan disambut gembira oleh keluarga.

Dengan membantu pasien untuk bertemu keluarganya yang telah menunggu di rumah, Hati ini merasa lega. " Sebagai sopir ambulans saya akan terus bekerja dengan tulus dan gembira untuk menghadirkan kebahagiaan kepada pasien tersebut dengan mengantarnya pulang," kata Rully.
Rully tak memungkiri, menjadi sopir ambulans merupakan profesi yang penuh perjuangan. Ia banyak mendapatkan tantangan berat.
Tak hanya harus menentukan rute perjalanan dengan baik, sopir ambulans juga kerap harus membantu keluarga pasien. Namun pekerjaan itu disyukuri Rully dan tetap ditekuninya dengan tabah.
Selama bertugas menjadi sopir ambulans, Rully mendapat dukungan dari Pemkot Bengkulu. Ia mengucapkan terimakasi kepada Walikota Helmi Hasan dan Wakil Walikota Dedy Wahyudi.

" Alhamdulillah mobil ambulans gratis program JSPS ini telah banyak dirasakan masyarakat Kota Bengkulu maupun Provinsi tetangga, mulai dari penjemputan hingga kembali mengantarkan pasien dan semua ini digratiskan oleh Pemkot Bengkulu," ujarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun