Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah secara resmi mengirim surat ke Google untuk memblokir video Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS yang ditayangkan di situs berbagi video Youtube. Keputusan ini menyusul desakan sejumlah pihak atas munculnya video seruan bagi warga Indonesia untuk bergabung dengan kelompok militan tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Kemkominfo melalui akun Twitter @kemkoimnfo Selasa pagi. " Kominfo sudah kirim surat resmi ke Google untuk blokir video ISIS di Youtube," tulis akun resmi Kemkominfo.
Sebelumnya Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo Ismail Cawidu memastikan ada tujuh video penyebaran paham ISIS yang tersebut melalui internet dan Youtube. Langkah ini merupakan salah satu penghentian upaya pengembangbiakan paham ISIS di Indonesia.
Dalam video berdurasi sekitar 7 menit menghadirkan sosok pria bernama Abu Muhammad Al Indonesi. Video yang dirilis ISIS tersebut menggunakan bahasa Indonesia dan mengajak netizen berbaiat untuk ISIS.
Dari pantauan Dream.co.id pada Selasa (5/8) sekitar pukul 14:00 WIB, video ajakan bergabung di ISIS yang ditujukan untuk warga Indonesia sudah diblokir di Youtube. Namun video-video bersangkutan masih banyak ditemukan dan disematkan ke dalam sejumlah situs yang masih bisa diakses hingga kini.
Sebelumnya instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memblokir video yang berkaitan dengan ISIS telah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM Djoko Susilo. Selain Kominfo, Kementrian Agama bersama tokoh agama dan masyarakat juga melakukan upaya pencerahan publik terhadap keberadaan paham ISIS.
ISIS merupakan sebuah gerakan bersenjata yang muncul di Suriah dan saat ini menguasai sejumlah daerah di Irak. Al Baghdadi sebagai pimpinan kelompok sudah memproklamirkan kekhalifahan paham ini. Selain menyasar umat muslim di Indonesia, ISIS juga merilis video yang menggunakan pengantar bahasa lain untuk netizen di sejumlah negara. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya