Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
(News.co.au)
Dream - Di saat warga Eropa banyak menginginkan cuaca hangat, mereka yang tinggal di Timur Tengah berharap sebaliknya.
Akhir pekan lalu, pejabat kota Bandar Mahshahr terpaksa meliburkan semua kegiatan publik selama empat hari lantaran suhu kota di Irak itu mencapai 50 derajat celcius.
Dan pekan ini suhu udara ekstrem di kota tersebut hampir memecahkan rekor dunia.
Menurut indeks panas, suhu di kota Bandar Mahshahr tercatat 74 derajat. Indeks panas adalah cara untuk membaca suhu yang nyaman bagi tubuh manusia.
Ahli meteorologi Anthony Saglia mengatakan para ahli memperkirakan suhu negara Irak akan lebih hangat daripada suhu rata-rata.
Namun mereka terkejut ketika negara tersebut mengalami salah satu periode cuaca terpanas yang pernah dialami oleh umat manusia.
" Itu adalah salah satu dari pengamatan suhu paling luar biasa yang pernah saya lihat dan itu adalah salah satu bacaan yang paling ekstrem yang pernah ada di dunia," katanya dalam sebuah pernyataan.
Satu-satunya kota yang merekam pembacaan indeks panas yang lebih panas adalah Dhahran di Arab Saudi. Di kota itu suhu mencapai angka mengejutkan 81 derajat pada tanggal 8 Juli 2003.
Saglia mengatakan kondisi ekstrem disebabkan oleh sistem tekanan tinggi yang telah berlangsung lama di atas kawasan tersebut.
" Sebuah sistem tekanan tinggi yang kuat bertahan di Timur Tengah sepanjang bulan Juli, mengakibatkan gelombang panas ekstrem yang menyebabkan kawasan itu disebut sebagai salah satu tempat terpanas di dunia," katanya.
Saglia menambahkan sistem tekanan tinggi kemungkinan akan tetap terjadi di Timur Tengah untuk beberapa minggu ke depan.
(Sumber: News.com.au)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam