Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Video Perundungan Di Thamrin City, Jakarta Pusat
Masyarakat diminta untuk tidak turut menyebarkan video aksi Bully bocah SMP tersebut.
Dream - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Ni'am menyesalkan perundungan atau bullying di dunia pendidikan yang kembali terjadi. Ni'am menyoroti kasus perundungan siswa SMP di Thamrin City.
"KPAI menyesalkan atas terulangnya kasus perundungan di tengah masyarakat yang melibatkan anak-anak, terlebih lagi kasus itu terjadi di lingkungan pendidikan," kata Ni'am, Jumat, 21 Juli 2017.
Selain itu, Ni'am juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak turut menyebarkan video perundungan siswi SMP tersebut. Dia beralasan, penyebaran video itu dikhawatirkan akan berdampak pada kondisi psikologis korban dan pelakunya.
"Agar korban dan pelaku tidak terus terstigma yang kemudian melahirkan trauma bagi anak, baik pada korban maupun pada pelaku," ujar dia.
Video perundungan siswi SMP di Thamrin City, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu membuat heboh warganet. Dalam video itu, terlihat siswi SMP yang dirundung diperlakukan kasar oleh dua pelaku. Siswi yang dirundung juga diminta mencium tangan dan kami pelaku perundungan.
Beberapa teman pelaku, mengabadikan momen tersebut melalui ponsel mereka.(Sah)