KPK Tetapkan Imam Nahrawi Jadi Tersangka Dana Hibah Koni

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 18 September 2019 17:50
KPK Tetapkan Imam Nahrawi Jadi Tersangka Dana Hibah Koni
Asisten Menpora sempat ditahan.

Dream - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus suap dana hibah Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI). Imam diduga menerima uang suap.

" IMR, Menteri Pemuda dan Olahraga dan NIU, sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, Jakarta, Rabu, 18 September 2019.

Sebelum ditetapkan tersangka, KPK menahan asisten pribadi Imam, Miftahul Ulum.

" Ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah.

KPK belum mengumumkan secara resmi penetapan Ulum sebagai tersangka. " Tentu sudah penyidikan. Setelah perkara lengkap akan kami umumkan melalui konferensi pers secara resmi," ujar dia.

Sumber: Liputan6.com/Fachrur Rozie

1 dari 5 halaman

Siapkan Rp50 M, Menpora Ingin eSports Masuk Kurikulum Sekolah

Dream - Perkembangan dunia elektronik sport (eSport) di dunia berkembang dengan pesat. Kejuaraan bergengsi di level internasional sudah mematok hadiah hingga jutaan dollar.

Tak ingin tertinggal, Presiden Joko Widodo mendorong para atlet gim di Indonesia dengan kejuaraan Piala Presiden eSport 2019. Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi menilai fenomena eSports merupakan salah satu tanda bahwa zaman terus bergerak maju.

“ Dahulu, main game hanya dianggap membuang-buang waktu, tetapi kini bisa menjadi karier dan bahkan membawa nama Indonesia di level internasional,” kata Imam, dikutip dari laman resmi Kantor Staf Presiden, Rabu, 30 Januari 2019.

Imam memaparkan, para pemain eSport terdiri kaum milenial. Sebanyak 72 persen berusia 16 hingga 34 tahun. Sementara itu, sebanyak 1 dari 3 penggemar e-Sports berumur 20-25 tahun.

Kegemaran para pemain eSport juga berlaku di kantornya. Setiap malam ia heran melihat staf kantornya masih kerap berkumpul padahal pekerjaan sudah selesai.

“ Mereka begitu khidmat dan khusyuk menatap ponselnya bersama-sama. Rupanya lagi Mabar, main bareng, untuk memperbaiki ranking masing-masing,” ucap dia.

Presiden IESPL Giring Ganesha mengungkapkan, Presiden Joko Widodo secara langsung menginspirasi kompetisi ini dan menginginkan kemajuan ekosistem sSports. Giring memaparkan, saat ini ada 50 juta pemain video game di seluruh Indonesia.

“ Perkembangan pesat ini tak lepas dari stabilnya jaringan internet di Indonesia dan meluasnya transaksi secara daring sebagai bukti pertumbuhan ekonomi digital kita,” katanya.

Turnamen regional di delapan daerah berlangsung di Palembang Sport Convention Center dan Bali Galeria Shopping Center 9-10 Februari 2019, Surabaya Town Square dan Trans Studio Mall Makassar, 16-17 Februari 2019, The Park Mall Solo dan Manado Town Square, 23-24 Februari 2019, Aston Pontianak dan Sumarecon Mall Bekasi 2-3 Maret 2019.

Rencananya Piala Presiden eSport 2019 akan digelar di delapan daerah. Permainan yang akan dilombakan yaitu gim Mobile Legends.

Babak kualifikasi diikuti 512 pemain dari masing-masing regional. Selanjutnya, tim terbaik dari delapan kota itu akan mengikuti bootcamp dengan pelatih dan manajer ahli IESPL.

Setelah itu, mereka yang lolos akan bersaing di babak Grand Final Piala Presiden eSport 2019 di Istora Senayan, Jakarta pada akhir Maret 2019.

Pada bagian lain, Imam seperti dikutip dari laman Liputan6.com mengutarakan harapannya agar suatu saat eCports dapat dimasukkan dalam kurikulum sekolah khususnya sekolah menengah atas hingga perguruan tinggi. Dengan sistem ini diharapkan akan lahit atlet-atlet eSports masa depan.

" Ini bukan semata-mata gim, ini olahraga karena butuh pendamping nutrisi dari psikologi sampai fisik. Karena saat bermain tidak hanya satu jam tapi berjam-jam," tuturnya.

Lebih lanjut Imam menuturkan pihaknya juga mendorong pengembangan esports di sekolah menengah dengan menyiapkan anggaran khusus. Dana yang disiapkan mencapai Rp 50 miliar dan digunakan untuk membuka kesempatan adopsi esports di sekolah-sekolah.

" Sekolah nanti harus memberikan kelonggaran bagi pelajar yang memang menaruh perhatian di esports," tuturnya menjelaskan. Rencananya, penggunaan dana ini akan dimulai usai Piala Presiden Esports 2019 selesai digelar.(Sah)

2 dari 5 halaman

Cabut Imbauan Putar Indonesia Raya di Bioskop, Kemenpora: Mohon Maaf

Dream - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mencabut imbauan pemutaran lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum film di bioskop tayang. Kepastian itu disampaikan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto.

" Alhamdulillah, surat imbauan tentang menyanyikan lagu Indonesia Raya di setiap jelang pemutaran film di bioskop sudah dicabut," tulis Gatot, di Twitter pribadinya, @gsdewabroto, Jumat, 1 Februari 2019.

Gatot mengatakan, pencabutan itu dilatarbelakangi berbagai pertimbangan dan desakan dari masyarakat.

" Karena resistensi dan kegaduhannya yang sangat tinggi. Mohon maaf," tulis dia.

Keputusan pencabutan imbauan ini memang unik. Terhitung dua hari imbauan ini dilontarkan.

Pada Kamis, 31 Januari 2019 pukul 21.00 WIB, laman resmi Kemenpora masih memajang berita berjudul Untuk Tingkatkan Rasa Nasionalisme, Menpora Ajak Penonton Nyanyi Lagu Indonesia Raya Sebelum Nobar Film Keluarga Cemara.

Dalam berita itu, Imam hadir di acara pemutaran film di Djakarta Theater XXI, MH Thamrin, Jakarta Pusat. Dia mengajak penonton yang hadir di studio 01 untuk bernyanyi Indonesia Raya sebelum film ditayangkan.

" Dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme dan mewujudkan generasi muda yang bangga serta cinta Tanah Air," kata Imam beralasan.(Sah)

3 dari 5 halaman

Pejudo Indonesia Tolak Lepas Hijab, Menpora: Keren!

Dream - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, memuji keputusan pejudo Indonesia, Miftahun Jannah, yang tetap mempertahankan hijab hingga didiskualifikasi dalam ajang Asian Para Games 2018.

"Keren," kata Imam dalam video yang diunggah ke akun Instagram, @nahrawi_imam, diakses Selasa, 9 Oktober 2018. Imam Nahrawi bertemu dengan Miftahul Jannah setelah atlet asal Aceh itu dilarang tampil.

Miftahul Jannah didiskualifikasi sesaat menjelang pertandingan kelas 52 kilogram melawan pejudo asal Mongolia, Gantulga Oyun, pada Senin 9 Oktober 2018. Namun dia menolak melepas hijab sehingga tak diperbolehkan bertanding.

Miftah mengatakan, keputusan itu memang melanggar regulasi yang ditetapkan Federasi Judo Internasional. Tapi, dia puas karena memegang prinsip yang dianutnya.

"Regulasinya seperti itu, tapi prinsip Miftah pun, harus tetap Miftah jalanin," ujar Miftah.

      View this post on Instagram

9.10.2018 . Mempertahankan prinsip patut kita hormati tapi peraturan tetap harus ditegakkan. Inilah pesan langsung dari Miftahul Jannah saat kami bertemu semalam. . National Paralympics Commitee (NPC) Indonesia sudah meminta maaf atas insiden tersebut. Atlet Blind Judo asal Aceh ini juga memberi semangat khusus untuk semua atlet #AsianParaGames2018 yang berlaga agar terus semangat meraih prestasi. -IN . #ParaInspirasi #AyoIndonesia

A post shared by Imam Nahrawi (@nahrawi_imam) on 

Meski gagal berlaga, Miftah akan mendukung teman-temannya sesama atlet. Dia juga meminta masyarakat untuk mendukung perjuangan atlet para games 2018.

"Buatlah teman-teman jadilah kebanggaan raihlah medali sebanyak-banyaknya," ujar dia.

4 dari 5 halaman

Menpora Imam Nahrawi Minta Maaf ke Menteri Syed Saddiq

Dream - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta maaf atas insiden keributan antarpendukung sepakbola tim nasional Indonesia dan Malaysia.

Imam menyampaikan permohonan maaf itu langsung ke Menteri Sukan dan Belia Malaysia, Syed Saddiq.

"Saya sudah minta maaf atas peristiwa semalam dan semoga tidak terulang lagi," kata Imam, Jumat, 6 September 2019.

Imam berharap, kejadian semalam dapat menjadi pelajaran berharga pendukung timnas Indonesia. 

Dalam unggahan di Instagram itu, Saddiq menerima permintaan maaf Indonesia. Dia berharap ada tindakan yang adil bagi oknum pendukung yang mencoreng sepakbola.

Saddiq memastikan hubungan Malaysia dan Indonesia tetap berjalan baik. "Kita pastikan hubungan Malaysia dan Indonesia tetap sama," ujar dia.

      View this post on Instagram

Alhamdulillaaaaah.....atas nama pemerintah dan supporter Indonesia mohon maaf kepada Yth Pak Menpora @syedsaddiq dan rakyat Malaysia atas peristiwa semalam di GBK dan beliau memaafkan dg diikuti harapan tindakan adil bagi oknum supporter yg telah mencoreng persepakbolaan nasional. Sepakbola menyatukan kita selamanya, dan terus kita jaga hubungan baik, erat dan keluarga kita dg Malaysia selamanya juga. -IN

A post shared by Imam Nahrawi (@nahrawi_imam) on 

5 dari 5 halaman

Menteri Malaysia Bakal Lapor

Sebelumnya dilaporkan Bola.com, Saddiq berencana melaporkan kerusuhan itu ke pemerintah Indonesia. Tak hanya itu Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) rencananya juga akan menyampaikan insiden ini ke induk organisasi sepak bola dunia (FIFA).

Sang menteri merasakan sendiri insiden yang terjadi karena menteri berusia 26 tahun itu turut mendampingi perjuangan Timnas Malaysia di SUGBK, bersama sekitar 400-an suporter Harimau Malaya yang melakoni away day ke Jakarta.

" Selama beberapa waktu bersama pendukung Harimau Malaya, saya menonton kualifikasi Piala Dunia di Stadion Gelora Bung Karno. Benda besi, botol, dan suar dilemparkan ke arah kami beberapa kali," ujar Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, seperti dikutip dari Sinar Harian.

" Ada juga beberapa pendukung Indonesia yang mencoba menyerang pendukung Timnas Malaysia, dan pertandingan seketika dihentikan," kata dia.

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo