Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Amuk Warga Rusak Fasilitas Mal (Instagram @jakarta.terkini)
Dream - Sejumlah orang yang belakangan diketahui warga Kayu Tinggi, Cakung, Jakarta Timur, merusak fasilitas di Mal AEON. Mereka tidak terima lingkungannya kebanjiran.
Mereka menuding banjir terjadi akibat ulah pengelola Perumahan Jakarta Garden City yang menyalurkan luapan air danau pemukiman. Mereka menuntut Pengelola JGC bertanggung jawab dan segera menangani banjir.
Data yang diperoleh dari kepolisian menyebutkan awalnya sebanyak 200 orang warga mencari pengelola JGC untuk meminta pertanggungjawaban terkait banjir yang melanda tempat tinggal mereka. Warga sempat kesal lantaran pihak pengelola tidak bisa ditemui untuk mediasi.
" Situasi terkini petugas Brimob masih berjaga-jaga di depan AEON," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus, Selasa 25 Februari 2020.
Pukul 10.00 WIB, perwakilan pengelola JGC atas nama Arif bertemu dengan perwakilan warga. Dalam mediasi, pengelola perumahan menyatakan waduk dan saluran irigasi yang dibangun developer sudah diserahkan kepada Pemerintah Daerah dan Suku Dinas Tata Air.
Luapan danau buatan akibat curah hujan tinggi membuat pemukiman di wilayah RW 06, 07, 09, dan 10 terendam banjir.
Di jam yang sama, massa mengeruduk AEON Mal Cakung dan merusak rambu, pagar serta kaca di salah satu restoran. Massa juga merusak parkir belakang pusat perbelanjaan tersebut.
Massa kemudian didorong keluar mal oleh polisi dari Polres Jakarta Timur dan Patra Brimob. Sempat terjadi kericuhan, namun massa akhirnya bisa dikendalikan.
Pada pukul 11.00 WIB, datang lagi perwakilan pengelola JGC atas nama Fitrah menemui perwakilan warga. Fitrah kembali menjelaskan waduk dan saluran air yang dibangun pengelola JGC sudah diserahkan ke Pemda.
Tetapi, warga menyatakan waduk dan saluran air belum diserahkan developer kepada Pemda. Warga juga sempat menanyakan izin Amdal kepada pengembang.
Warga kemudian mendesak pengembang untuk segera melakukan penanganan terhadap banjir yang terjadi dan tidak melempar tanggung jawab ke Pemda. Pihak pengelola sempat mengajak mediasi namun ditolak lantaran warga meminta tindakan nyata.
Dream - Polisi masih menangani massa yang menggeruduk AEON Mal Cakung, Jakarta Timur, Selasa 25 Februari 2020. Sejumlah polisi dari Polsek Cakung dan Polres Jakarta Timur diturunkan ke lokasi.
" Iya, kita masih tangani (meredam situasi). Nanti ya lagi untuk lebih jelasnya," ujar Kanit Reksrim Polsek Cakung AKP Tom Sirait saat berbincang dengan Dream, Selasa 25 Februari 2020.
Diketahui puluhan orang datang dan langsung menggeruduk area AEON Mall. Di depan pintu gerbang mulai terjadi keributan.
Massa dan petugas keamanan AEON Mall juga terlibat bentrokan. Karena kalah jumlah, petugas pun mundur ke dalam.
Massa yang emosi lalu menjebol pagar dan merusak berbagai fasilitas di gedung AEON Mall dan sarana umum.
Insiden itu sempat terekam kamera dan ramai beredar di jagat Twitter. Sejumlah warganet menyebut pemicu kericuhan lantaran warga kesal tempat tinggalnya dilanda banjir akibat luapan danau di Jakarta Garden City (JGC).
Sementara, Perumahan di JGC termasuk AEON Mall Cakung tidak banjir. Ini Karena pintu air danau justru diarahkan ke komplek warga di belakang kawasan JGC.
View this post on Instagram
Dream - Sejumlah massa mengamuk di depan AEON Mall Cakung, Jakarta Timur, Selasa 25 Februari 2020. Mereka terlihat emosi dan merusak fasilitas umum.
Insiden itu sempat terekam kamera dan ramai beredar di jagat Twitter. Sejumlah warganet menyebut pemicu kericuhan lantaran warga kesal tempat tinggalnya dilanda banjir akibat luapan danau di Jakarta Garden City (JGC).
Sementara, Perumahan di JGC termasuk AEON Mall Cakung tidak banjir. Ini Karena pintu air danau justru diarahkan ke komplek warga di belakang kawasan JGC.
Ribut nih di JGC Aeon Mall Cakung.. infonya sih begini ????Danau JGC meluap harusnya perumahan JGC banjir tapi dibuka pintu airnya ke arah komplek warga dibelakangnya pic.twitter.com/IIssHrvxkb
— Kent Aro¢k'ers (@RockersPantura)February 25, 2020
Informasi yang beredar di lini masa bahwa akan terjadi penjarahan. Tetapi itu dibantah polisi. Yang terjadi adalah semacam aksi unjuk rasa mendadak dari warga yang kebanjiran.
" Ini memang benar ada kejadian itu tadi pagi. Tapi sudah dimediasi oleh polisi dan TNI. Jadi sudah selesai," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus saat dikonfirmasi Dream.
Yusri juga membantah ada aksi penjarahan AEON Mall Cakung yang dilakukan massa.
" Tidak ada itu. Tidak benar. Untuk detail penyebabnya bisa ditanyakan Kapolres Jaktim," tutur dia.
Dream - Underpass atau terowongan Kemayoran, Jakarta Pusat, kembali kebanjiran, Selasa 25 Februari 2020. Kali ini bahkan mencapai rekor bila dibandingkan banjir-banjir sebelumnya.
" Underpass Kemayoran alhamdulillah sekarang memecahkan rekor tujuh meter," ungkap Kepala Sektor Pemadam Kebakaran Kemayoran, Unggul Wibowo, dikutip dari Liputan6.com.
Banjir merendam daerah tersebut sejak pagi. Wilayah di sekitar kantor Pemadam Kebakaran Kemayoran juga tak luput dari banjir.
" Di depan kantor saya juga. Padahal biasanya enggak pernah banjir," tambah Unggul.
Petugas Damkar, tambah Unggul, belum bisa berbuat apa-apa untuk menanggulangi banjir di underpass Kemayoran. Sebab, daerah di sektarnya juga terendam banjir.
" Belum ada. Di sekitarnya juga masih terendam. Sulit buang airnya ke mana," kata Unggul. Kini, petugas Damkar hanya menunggu hingga air di sekitar lokasi perlahan surut.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya