Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kronologis Penyerangan 7 Siswa SD di NTT, Apa Motifnya?

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 13 Desember 2016 19:10
Kronologis Penyerangan 7 Siswa SD di NTT, Apa Motifnya?
Pelaku berhasil diamankan oleh polisi.

Dream - Seorang pria bersenjata tajam menyerang SDN Sabu Barat di Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sarai, Nusa Tenggara Barat. Tujuh siswa SD menjadi korban penyerangan tersebut.

Kepala Bagian Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, mengatakan pelaku penyerangan berhasil ditangkap.

" Kami dapat laporan tersangka sudah diamankan, dijaga polisi dan Pemkab setempat, menjaga jangan sampai dihakimi massa," kata Martinus di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 13 Desember 2016.

Martinus mengatakan, ketujuh siswa mengalami luka-luka akibat benda tajam. Mereka adalah JAA mengalami luka robek di paha kiri, luka robek lengan bagian dalam, luka robek di telinga kanan.

Kemudian NOP mengalami luka di leher dan bibir, MKY luka di leher, jari telunjuk dan jari tengah. GRR mengalami luka pada leher, DSKB mengalami luka di leher, AT mengalami luka di leher, serta AMD menderita luka di leher.

Martinus menjelaskan, insiden itu terjadi pagi tadi sekitar pukul 08.47 WITA. Pelaku langsung masuk ke ruang kelas V dengan memegang sebuah pisau.

Pelaku langsung menuju bangku paling belakang yang ditempati NOP dan langsung melukai leher NOP menggunakan pisau yang dibawanya.

" Bahwa saat pelaku sudah berhasil melukai korban. Saat itu pelaku langsung mencari korban yang lain," ucap Martinus.

Menurut Martinus, pelaku diketahui sebagai seorang pedagang dari Jawa Barat. Tetapi, polisi masih mencari informasi terkait motif penyerangan yang dilakukan pelaku.

" Kami sudah menyelidiki pelaku pedagang dari Jabar dan ada beberapa temannya, tentu akan kita dalami aktivitas dagang hingga tega menganiaya. Motif masih didalami secara kasat mata pelaku mengalami gangguan jiwa ini akan dibuktikan pemeriksaan medis, psikologi," ucap Martinus.

Dia menambahkan, terkait keadaan ketujuh korban saat ini masih dilakukan perawatan. " Korban selamat, namun masih dilakukan upaya kesehatan ke mereka. Upaya medis ke mereka," ujar dia.

Beri Komentar