Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Seorang pria bersenjata tajam menyerang SDN Sabu Barat di Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sarai, Nusa Tenggara Barat. Tujuh siswa SD menjadi korban penyerangan tersebut.
Kepala Bagian Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, mengatakan pelaku penyerangan berhasil ditangkap.
" Kami dapat laporan tersangka sudah diamankan, dijaga polisi dan Pemkab setempat, menjaga jangan sampai dihakimi massa," kata Martinus di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 13 Desember 2016.
Martinus mengatakan, ketujuh siswa mengalami luka-luka akibat benda tajam. Mereka adalah JAA mengalami luka robek di paha kiri, luka robek lengan bagian dalam, luka robek di telinga kanan.
Kemudian NOP mengalami luka di leher dan bibir, MKY luka di leher, jari telunjuk dan jari tengah. GRR mengalami luka pada leher, DSKB mengalami luka di leher, AT mengalami luka di leher, serta AMD menderita luka di leher.
Martinus menjelaskan, insiden itu terjadi pagi tadi sekitar pukul 08.47 WITA. Pelaku langsung masuk ke ruang kelas V dengan memegang sebuah pisau.
Pelaku langsung menuju bangku paling belakang yang ditempati NOP dan langsung melukai leher NOP menggunakan pisau yang dibawanya.
" Bahwa saat pelaku sudah berhasil melukai korban. Saat itu pelaku langsung mencari korban yang lain," ucap Martinus.
Menurut Martinus, pelaku diketahui sebagai seorang pedagang dari Jawa Barat. Tetapi, polisi masih mencari informasi terkait motif penyerangan yang dilakukan pelaku.
" Kami sudah menyelidiki pelaku pedagang dari Jabar dan ada beberapa temannya, tentu akan kita dalami aktivitas dagang hingga tega menganiaya. Motif masih didalami secara kasat mata pelaku mengalami gangguan jiwa ini akan dibuktikan pemeriksaan medis, psikologi," ucap Martinus.
Dia menambahkan, terkait keadaan ketujuh korban saat ini masih dilakukan perawatan. " Korban selamat, namun masih dilakukan upaya kesehatan ke mereka. Upaya medis ke mereka," ujar dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya