Di Negara Ini Salon Diawasi Ketat Polisi Selama Ramadan, Kenapa?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 16 Mei 2019 07:15
Di Negara Ini Salon Diawasi Ketat Polisi Selama Ramadan, Kenapa?
Salah satunya adalah larangan menggunakan bahan kosmetik yang sudah kedaluwarsa. Bisa Kena Denda Rp16 Juta

Dream – Selama Ramadhan, pemerintah Abu Dhabi menerapkan aturan yang ketat. Misalnya, aturan mengemudi menjelang buka puasa.

Kali ini, pemerintah menerapkan pengawasan ketat terhadap salon kecantikan dan toko kosmetik.

Kalau melanggar, salon dan toko kosmetik akan dikenakan denda sebesar 5 ribu dinar (Rp19,67 juta).

Dikutip dari Khaleej Times, Kamis 16 Mei 2019, ada 40 inspektur yang tersebar di Abu Dhabi dan pinggiran kota untuk melakukan inspeksi mendadak. Semua salon kecantikan dan toko kosmetik di ibukota diawasi secara ketat.

Pemerintah ingin mengendalikan pelanggaran yang dilakukan pihak nakal selama bulan suci Ramadhan.

Abu Dhabi telah meningkatkan langkah-langkah untuk memastikan pusat-pusat ini mematuhi aturan kesehatan dan kebersihan sepanjang bulan Ramadhan.

Pihak berwenang telah memperingatkan bahwa salon kecantikan harus menghindari penggunaan kosmetik kedaluwarsa, bahan kimia berbahaya, dan praktik tidak higienis lainnya.

Denda akan dikenakan pada salon yang ditemukan melanggar aturan kesehatan dan keselamatan.

1 dari 2 halaman

Pelanggaran Ini Marak Dilakukan

Pelanggaran umum yang terjadi adalah penggunaan kosmetik kedaluwarsa dan pacar hitam atau pewarna pada pelanggan. Yang lain adalah tak ada label di produk herbal, penyimpanan produk yang tidak tepat, dan kegagalan membersihkan perangkat dengan benar.

Selanjutnya, salon kurang patuh dengan seragam dan peralatan pelindung diri, tak ada handuk steril, serta kurangnya pemeliharaan berkala. Denda sebesar 5 ribu akan dikenakan kepada salon yang melanggar.

Pihak berwenang mengatakan menggunakan produk kosmetik palsu dan kadaluwarsa, campuran pacar atau henna hitam dan herbal lainnya pada pelanggan sangat berbahaya.

" Henna hitam, variasi pewarna alami, berbahaya bagi tubuh wanita karena dapat memicu reaksi alergi parah," kata pejabat kota.

2 dari 2 halaman

Jangan Gunakan Henna Hitam

Pemerintah kota mengatakan mereka sedang melakukan gerakan kesadaran di antara pemilik salon untuk memastikan bahwa mereka mematuhi hukum dan mempromosikan kebersihan.

Selama kampanye kesadaran, penata rambut diajarkan tentang pentingnya merawat kebersihan pribadi seperti memotong kuku, mencukur jenggot, mempertahankan penampilan yang layak dan mengenakan gaun putih.

Para pejabat juga memperingatkan baik staf dan pengunjung tentang risiko yang terkait dengan penggunaan materi yang dilarang di salon.

Salon telah diperingatkan agar tidak menggunakan pacar hitam palsu pada wanita selama liburan Idul Fitri. Wanita juga telah disarankan untuk lebih waspada dan menghubungi pihak berwenang jika terjadi kerusakan fisik yang disebabkan oleh perawatan kecantikan atau makeup.(Sah)

Beri Komentar
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary