Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Seorang siswa asal Tangerang, diketahui bernisial MS, dikabarkan menjadi buronan internasional. Sebabnya, dia telah melaporkan sejumlah grup dengan tudingan SARA sehingga sehingga ditutup paksa oleh Facebook tanpa pemberitahuan.
Dikutip dari The Verge, Kasus ini bermula pada 13 Mei 2019. Saat itu sejumlah grup besar seperti Crossover Nobody Asked For (CNAF), Non Sense Memes, dan lainnya tiba-tiba dinonaktifkan oleh Facebook. Dasarnya adalah laporan konten SARA dari MS yang mengaku sebagai anggota Indonesian Reporting Commision (IReC).
Facebook mendeteksi adanya pelanggaran ketentuan komunitas pada grup-grup besar itu. Padahal, seluruh konten yang ada pada grup-grup tersebut sama sekali tidak melanggar dan sesuai ketentuan.
Hal ini memicu kemarahan dari netizen global juga Indonesia sendiri. Banyak dari member grup tersebut mengincar MS, bahkan ada yang sampai membuat sayembara berhadiah.
Profil MS pun terlacak dan tersebar di dunia maya, mulai dari nama keluarga, data kependudukan, alamat rumah, hingga alamat sekolah. Dia ternyata masih berusia 18 tahun.
Sebagian netizen mengaku mereka sampai kehilangan pekerjaan. Ada juga netizen yang sampai transaksi penjualan motornya dibatalkan oleh pembeli gara-gara ulah MS.
Kasus ini mendapat perhatian Facebook dan platform media sosial itu menyebut kasus ini dengan 'The Great Zuccening of 2019'. Facebook kini sedang berusaha untuk memulihkan grup-grup tersebut.
Grup Facebook Teman-Teman Bulu Burung (TTBB) sempat mendatangi MS. Mereka meminta penjelasan mengapa MS sampai melakukan pelaporan.
MS pun mengakui laporannya ke Facebook karena menilai unggahan di grup-grup raksasa itu mengandung unsur SARA. Tetapi, alasan itu justru membuat netizen mengamuk.
Ini karena pelaporan tersebut berimbas pada penutupan paksa sejumlah grup yang tidak berkaitan. Seperti grup pendidikan dan freelancer.
MS sendiri telah membuat pengakuan permohonan maaf atas perbuatannya. TTBB juga mengunggah foto MS yang memegang permohonan maaf secara tertulis.
Sayangnya, rumor ini sudah kepalang dimanfaatkan sejumlah pihak. Mereka masih tetap berusaha mengincar MS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya