Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Robert Chardo (shoebat.com)
Dream - Seorang walikota di Perancis telah ditangguhkan dari keanggotaan partainya setelah menyerukan negara itu untuk melarang Islam.
Robert Chardon, Walikota Venelles di Perancis selatan yang diusung Partai UMP, menulis kicauan di Twitter yang bernada rasis.
Chardon menulis " Agama Islam harus dilarang di Perancis" dan menambahkan bahwa siapa pun memeluk agama tersebut harus " segera diantar ke perbatasan" .
Dia juga mengklaim bahwa Perancis akan melarang agama Islam pada tahun 2027.
Kicauan itu adalah bagian dari diskusi mantan presiden Nicolas Sarkozy dengan publik, yang menggunakan hashtag #NSDirect.
Sarkozy, pemimpin partai UMP dan kemungkinan akan mencalonkan diri sebagai presiden lagi pada 2017, buru-buru menjauhkan diri dari kicauan Chardon.
Dia langsung membuat kicauan bernada kecaman terhadap tulisan dan klaim Chardon tersebut.
" Saya mengutuk rencana itu bahkan jika sekularisme dipakai untuk menerapkan batas. Hak dan batas harus berjalan bersama-sama."
Wakil Presiden Partai UMP, Nathalie Kosciusko-Morizet, mengumumkan pihaknya telah mencabut sementara keanggotaan Chardon hingga kemungkinan pada pemecatan.
" Saya telah meminta prosedur pemecatan segera dimulai karena pernyataan tidak masuk akal ini tidak mencerminkan nilai-nilai dan program UMP," katanya kepada AFP dikutip Independent.co.uk, Senin 18 Mei 2015.
Awalnya, banyak yang menduga tulisan itu dibuat karena akun Twitter Chardon diretas. Namun sang walikota menegaskan bahwa ia sendiri yang menulis status kontroversial tersebut.
Chardon menulis kicauan kontroversial itu saat dia tengah menjalani pengobatan kanker mulut.
" Selama menjalani pengobatan, saya sudah berpikir dan sampai pada kesimpulan ini. Islam harus dilarang di Perancis. Marshall Plan harus dibentuk untuk memaksa mereka yang ingin mempraktekkan agama Islam untuk melakukannya di negara asal mereka," katanya kepada Le Monde.
Chardon menjadi Walikota Venelles sejak 2012 setelah walikota sebelumnya meninggal dunia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya