Masya Allah, Minat Mahasiswa Tionghoa Belajar Kaligrafi Arab Tinggi

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 5 Agustus 2019 19:12
Masya Allah, Minat Mahasiswa Tionghoa Belajar Kaligrafi Arab Tinggi
Kaligrafi Arab begitu digemari masyarakat Malaysia.

Dream - Pemerintah Malaysia menetapkan Seni kaligrafi Arab sebagai salah satu materi dalam kurikulum Bahasa Melayu. Mata pelajaran ini diajarkan di seluruh sekolah yang ada di Malaysia, termasuk Sekolah Kebangsaan Cina dan Sekolah Kebangsaan Tamil.

Seni kaligrafi Arab sangat populer di Malaysia. Masyarakat di Negeri Jiran ini sudah sangat akrab dengan Khat Jawi, jenis huruf yang dipakai dalam tulisan seni kaligrafi di sana.

 Seni Khat Jawi

Rupanya, materi tersebut begitu digemari para pelajar. Bahkan tidak sedikit mahasiswa keturunan Tionghoa yang tertarik mengikuti kelas menulis Khat Jawi.

Dikutip dari World of Buzz, seorang dosen Universiti Sains Malaysia berbagi pengalamannya mengajar seni menulis dengan Khat Jawi.

Sejak pertama kali mengajar pada 2012 hingga sekarang, kelasnya kerap diikuti oleh beberapa mahasiswa keturunan Tionghoa.

 Seni Khat Jawi

Tidak hanya satu dua orang, melainkan cukup banyak. Bahkan dari tahun ke tahun, jumlah mahasiswa Tionghoa yang tertarik belajar menulis Khat Jawi terus mengalami peningkatan.

 Seni Khat Jawi

Dosen tersebut sempat memberitahu para mahasiswa itu, mereka mungkin salah mengambil kelas. Tetapi, mereka justru mengaku sangat ingin belajar seni kaligrafi.

Seni membantu mengembangkan kemampuan kognitif seseorang. Sedangkan ada banyak aspek dari seni kaligrafi yang bermanfaat untuk pengembangan diri.

(Sah, Sumber: worldofbuzz.com)

1 dari 5 halaman

Pemulung Renta Ini Kumpulkan Rp10 Juta untuk Beli Sapi Kurban

Dream - Inaq Sahnun, 60 tahun, membuat banyak orang terharu. Wanita yang sehari-hari memulung sampah ini mampu mengumpulkan uang Rp10 juta untuk membeli sapi kurban.

Warga Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat ini sabah hari memungut botol plastik di sekitar Kota Mataram, khususnya di Cakranegara.

Hasil memulung dia kumpulkan dan dijual ke pengepul bernama Sainah. Setiap satu karung, Inaq Sahnun mendapat uang antara Rp10 ribu hingga Rp20 ribu.

" Alhamdulillah, dari hasil penjualan botol bekas itu sekarang sudah terkumpul Rp10 juta, untuk membeli sapi kurban," ujar Inaq Sahnun, dikutip dari Selaparangtv.com.

Untuk mendapatkan uang Rp10 juta, Inaq Sahnun harus menabung selama lima tahun. Sejak awal menabung, dia sudah niatkan untuk berkurban.

 

2 dari 5 halaman

Tinggal di Warung Makan

Di Kota Mataram, Inaq Sahnun tinggal di sebuah warung makan yang terletak di dekat pintu keluar Mataram Mall. Dia hidup sendiri dan belum pernah menikah.

Dulu dia hidup bersama dua saudaranya. Tetapi, saat ini keduanya sudah meninggal.

" Saya tidur dan makan di warung ini, menggunakan tikar yang diberikan oleh pemilik warung sekaligus menjaga warung ini," kata dia.

Sehari-hari, Inaq Sahnun berkeliling Cakranegara untuk mencari botol plastik bekas. Ada juga warga setempat yang sengaja mengumpulkan botol plastik bekas untuk diberikan kepada Inaq Sahnun.

" Saya keluar mencari botol plastik di jalanan dari pagi, kalau siang penuh dua kantong plastik saya taruh dan kumpulka dulu di warung kemudian keliling lagi," ucap dia.

3 dari 5 halaman

Patut Dicontoh

Azma, salah satu karyawan yang bekerja di sekitar Jalan Bangkau Cakranegara, mengaku kerap melihat Inaq Sahnun. Menurut dia, Inaq Sahnun kerap dipanggil orang lalu diberi botol bekas dan uang Rp10 ribu.

" Saya tidak menyangka, dengan hasil mengumpulkan botol bekas Inaq Sahnun mampu membeli sapi untuk berkurban. Saya sangat salut dan ini patut dicontoh," kata dia.

Sementara pemilik warung, Rehan, mengatakan Inaq Sahnun sudah setahun tinggal di kedai makan miliknya. Sebelumnya, Inaq Sahnun tinggal di kuburan Karang Jangkong.

" Karena di sana banyak ular dan anjing, makanya kita tawarkan tidur di warung kalau malam," ucap Rehan.

Dia mengaku tidak tahu banyak mengenai latar belakang Inaq Sahnun. Rehan hanya tahu wanita itu pernah jadi pengasuh anak di salah satu rumah di Perumahan Karang Jangkong lalu berhenti dan kini menjadi pemulung.

Sumber: selaparangtv.com

4 dari 5 halaman

Momen Pemulung Tertangkap Kamera Bersedekah di Mesjid

Dream - Walau hidup serba kekurangan, keinginan berbagi seorang ibu bernama Anisa ini sungguh luar biasa.

Sedikit demi sedikit uang yang ia kumpulkan dari profesinya sebagai pemulung dengan ikhlas ia sumbangkan ke mesjid untuk berbagi dengan sesama.

Aksi Anisa itu terlihat dalam sebuah video yang tengah di media sosial beberapa hari terakhir.

Anisa tak sengaja terekam kamera tengah bersedekah di sebuah mesjid. Dikabarkan video itu diambil di Masjid Asbabussalam, Baubau, Sulawesi Tenggara.

5 dari 5 halaman

Bersedekah Dengan Membawa Gerobaknya

Dalam video terlihat Anisa tengah mendorong gerobaknya yang penuh dengan kardus bekas. Ia juga tampak mengajak putrinya.

Anisa memarkir gerobak tepat di seberang pintu masuk masjid. Sambil menggandeng anak perempuannya, ia tengok kanan-kiri untuk menyeberang jalan menuju masjid tersebut.

Tak disangka, Anisa menuju mesjid bukan untuk meminta-minta. Melainkan untuk memberikan sedekahnya

Ya, sesampainya di mesjid Anisa telihat mendekati kotak infaq mesjid sambil menggengam beberapa lembar uang di tangannya.

Lalu ia dengan yakin memasukkan uang yang dibawanya ke dalam kotak tersebut.

" Indahnya bersedekah. Smoga ibu ini di berikan umur panjang dan rejeki slalu berjalan dngan baik dan lancar. Aamiin yaa Allah," tulis pengunggah video ini, seperti dream.co.id kutip pada rabu 22 Mei 2019.

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-