JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Ilustrasi COVID-19 (Merdeka.com)
Dream - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Sitti Rohmi Djalilah menyatakan Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat hingga saat ini masih berada di zona merah penularan COVID-19. Menurut Sitti, penanganan saat ini terfokus pada dua daerah di wilayah administrasinya tersebut.
" Memang episentrum penyebaran Covid-19 di NTB ini ada di dua dan ini menjadi pekerjaan rumah besar kita, yaitu di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Sehingga penanganan kita harus betul-betul fokus ke depan untuk dua wilayah ini," kata Sitti di Mataram, Rabu 1 Juli 2020.
Dia mengatakan, bahwa kasus COVID-19 di Kota Mataram dan Lombok Barat masih bertambah. Dengan pertambahan masing-masing 12 dan enam kasus menurut data terkini pemerintah.
" Peta telah ditentukan, sekarang bagaimana kita menerapkan protokol Covid-19 pada setiap tempat itu. Bersinergi sungguh-sungguh untuk benar benar menjaga aktivitas-aktivitas kita, termasuk obyek wisata yang telah dibuka," kata dia.
Wakil Gubernur meminta para pemangku kepentingan agar memastikan penerapan protokol pencegahan Covid-19 di tempat-tempat wisata yang sudah dibuka, termasuk memantau disiplin pengunjung memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
" Kami dari Provinsi NTB untuk kegiatan menyosialisasikan, telah kami lakukan, mengecek pemakaian masker dan menggunakan masker. Dan ini butuh komitmen Kota Mataram benar-benar dan kita ingin Kota Mataram lebih aktif lagi menyosialisasikan," katanya.
Dia menekankan pentingnya disiplin penerapan protokol kesehatan untuk meminimalkan risiko penularan Covid-19 di semua sektor serta peningkatan upaya penanggulangan wabah penyakit tersebut.
" Yang dulunya tidak kejadian, sekarang telah kejadian, tiap hari ada yang meninggal, ini menunjukkan transmisi lokal telah kencang, inilah kemudian yg menyebabkan kematian ada tiap hari," katanya.
Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah meminta Pemerintah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 termasuk membentuk tim khusus yang rutin memantau perkembangan kasus dan melakukan evaluasi.
" Kita harapkan pada bulan Juli Kota Mataram dan Lobar (Lombok Barat) tuntas dari Covid-19," katanya.
(Sah, Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun