Kabar Baik! 30 Juta Dosis Diklaim Vaksin Covid-19 Diproduksi Oktober

Reporter : Sugiono
Rabu, 1 Juli 2020 14:01
Kabar Baik! 30 Juta Dosis Diklaim Vaksin Covid-19 Diproduksi Oktober
Merujuk pada laporan bahwa hasil uji klinis vaksin Covid-19 pada manusia akan keluar pada bulan Agustus atau September.

Dream - Jika semua berjalan sesuai dengan rencana yang dibuat ilmuwan Oxford University, vaksin Covid-19 kemungkinan mulai tersedia pada bulan Oktober tahun ini.

Sementara itu, perusahaan farmasi AstraZeneca siap memproduksi 30 juta dosis vaksin Covid-19 jika uji coba terhadap manusia telah selesai dilakukan Oxford University.

Seperti yang disebutkan seorang peneliti terkemuka Oxford University, Profesor Adrian Hill, hasil uji klinis vaksin Covid-19 akan keluar pada bulan Agustus atau September.

" Jika tidak ada halangan dan sesuai dengan skenario, maka vaksin Covid-19 akan tersedia di pasar pada bulan Oktober," kata Profesor Hill.

1 dari 6 halaman

Hasil Uji Coba Vaksin Diklaim Sukses

Kabar menggembirakan itu diungkapkan Profesor Hill, Direktur Institut Jenner di Universitas Oxford, di webinar Perhimpunan Rheumatologi Spanyol baru-baru ini.

Profesor Hill meyakinkan kembali peserta webinar bahwa vaksin Oxford ChAdOx1 telah sukses dalam uji coba terhadap hewan dan sekarang sedang diuji pada manusia.

" Vaksin ini telah menunjukkan hasil yang sangat baik saat diuji coba terhadap simpanse, dan sekarang telah beralih ke fase uji coba kepada manusia," ujarnya.

2 dari 6 halaman

Diklaim Tidak Berbahaya Bagi Manusia

Profesor Hill kemudian memamerkan salah satu kelebihan vaksin ChAdOx1 tersebut. Menurut Profesor Hill, vaksin Covid-19 dari Oxford University ini tidak berbahaya bagi manusia.

Laman Express.co.uk melaporkan vaksin buatan Oxford University menjadi satu-satunya yang terdepan dalam uji coba terhadap manusia dibandingkan semua kandidat vaksin di seluruh dunia.

Laporan tersebut menambahkan Inggris akan menjadi negara pertama yang mendapatkan vaksin Covid-19 buatan Oxford University jika uji coba terhadap manusia terbukti berhasil.

Vaksin Oxford ChAdOx1 bukan satu-satunya yang sedang diuji coba pada manusia. China National Biotec Group Co. yang berbasis di Beijing baru-baru ini mengumumkan telah menerima izin untuk menguji vaksin Covid-19 pada manusia di Uni Emirat Arab.

Sumber: IndianTimes.com

3 dari 6 halaman

Vaksin Covid-19 Diyakini Tak Akan Memberikan Kekebalan Jangka Panjang

Dream - Penasihat Kesehatan Gedung Putih, Dr. Anthony Fauci, tidak yakin vaksin Covid-19 yang saat ini dikembangkan oleh para ilmuwan di berbagai belahan dunia bisa memberikan kekebalan jangka panjang.

SARS-CoV-2 merupakan jenis virus corona baru yang menyebabkan Covid-19. Sama seperti SARS dan MERS, virus ini menyerang pernapasan manusia.

" Jika Covid-19 memiliki sifat seperti virus corona lain, kemungkinan besar itu tidak akan memberikan kekebalan jangka panjang," kata Fauci, yang juga direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional, mengatakan dalam wawancara dengan Editor JAMA, Howard Bauchner.

4 dari 6 halaman

" Jika melihat sejarah virus corona, yang menyebabkan penyakit mirip flu, vaksin hanya mampu memberi efek kekebalan berkisar dari tiga, enam bulan hingga hampir kurang dari setahun," tambah Fauci.

Bagi Fauci, hal yang sama bisa juga terjadi pada vaksin virus SARS-CoV-2. Vaksin kemungkinan tidak akan memberi kekebalan dan perlindungan dalam jangka panjang.

5 dari 6 halaman

" Setidaknya ada empat vaksin potensial yang akan diuji coba. Pada awal 2021 kami berharap telah memproduksi ratusan juta dosis vaksin Covid-19," katanya.

Ketika ditanya apakah para ilmuwan akan dapat menemukan vaksin yang efektif, Fauci mengatakan dia ‘sangat optimis' namun ‘tidak ada jaminan'.

Dia memperingatkan ‘mungkin butuh berbulan-bulan untuk mendapatkan jawaban’ sebelum para ilmuwan bisa menentukan apakah vaksin bisa bekerja efektif.

6 dari 6 halaman

Pejabat dan ilmuwan Amerika berharap vaksin untuk mencegah Covid-19 akan siap pada paruh pertama 2021, yaitu 12 hingga 18 bulan sejak para ilmuwan China pertama kali mengidentifikasi virus corona dan memetakan urutan genetiknya.

Ini merupakan pengembangan vaksin tercepat karena prosesnya biasanya memakan waktu sekitar satu dekade untuk memproduksi vaksin yang efektif dan aman.

Pengembangan vaksin tercepat di dunia masih dipegang oleh vaksin penyakit gondong. Pengembangan hingga produksi vaksin gondong membutuhkan waktu lebih dari empat tahun dan baru dilisensikan pada tahun 1967.

Sumber: CNBC.com

Beri Komentar