Ayah Bunda, Ingat Nasihat Luqman Hakim untuk Anaknya Agar Menjadi Saleh

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 1 Juli 2020 10:04
Ayah Bunda, Ingat Nasihat Luqman Hakim untuk Anaknya Agar Menjadi Saleh
Allah SWT telah memberikan contoh tentang pola pendidikan Islam yang harus dilaksanakan oleh orangtua terhadap anak-anak mereka.

Dream - Pendidikan dari keluarga merupakan pondasi penting bagi anak, terutama dalam hal agama dan akhlak. Allah SWT telah berfirman dalam Surah Luqman, pendidikan yang diterapkan Luqman Hakim untuk anaknya.

Luqman, dikutip dari Muslim.or.id, sebagian besar ulama menyebutkan bahwa Luqman bukan Nabi, tetapi seorang lelaki saleh yang Allah Ta’ala karuniakan hikmah kepadanya. Seperti dalam surah Luqman ayat 12.

Surah Luqman Ayat 12© Bincang Muslimah

Artinya: " Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman"

Hikmah pada asalnya memiliki arti bersesuaian dengan kebenaran. Maknanya adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya. Pemiliknya memiliki akal yang terbimbing dan pemikiran yang lurus sehingga disebut seorang yang hakiim. Oleh karena itu Luqman sering diberi julukan Luqman Al Hakiim.

Allah SWT telah memberikan contoh tentang pola pendidikan Islam yang harus dilaksanakan oleh orangtua terhadap anak-anak mereka, sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Luqman Hakim terhadap anaknya. Pokok-pokok yang dikemukakan oleh Luqman Hakim dalam nasihat kepada anaknya itu, dalam garis besarnya terdiri dari lima aspek, yaitu:

 

1 dari 4 halaman

1. Pendidikan Aqidah (Tauhid)

Surah Luqman ayat 13© Bincang Muslimah

Artinya: Hai anakku, Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sebab perilaku syirik itu adalah satu aniaya (dosa) yang besar. (Q.S. Luqman: 13)

Persoalan jangan mempersekutukan Allah (syirik) itu dalam ajaran Islam termasuk dalam bidang tauhid/aqidah. Aqidah merupakan landasan pokok dalam kehidupan manusia. Tidak heran apabila masalah tersebut diletakkan pada nomor satu dalam urutan rangkaian nasehat tersebut.

Tauhid membentuk jiwa dan sikap hidup manusia hanya percaya kepada Allah semata-mata, kepercayaan yang murni. Dengan pendidikan tauhid anak-anak akan mempunyai pegangan, tidak kehilangan kompas dalam situasi yang bagaimanapun, baik di waktu lapang, maupun di waktu sempit.

 

2 dari 4 halaman

2. Pendidikan Berbakti (Ubudiyyah)

Surah Luqman ayat 17© Bincang Muslimah

Artinya: Hai anakku! Tegakkanlah sembahyang (shalat).… (Q.S. Luqman: 17)

Dari urutan ini dapat dipahami, bahwa setelah seorang anak mempunyai landasan yang kuat dalam kehidupannya, haruslah dididik supaya dia berbakti kepada Allah SWT dengan mengerjakan salat.

Sebab salat itu, selain sebagai tatacara ubudiyah dan berbakti kepada Allah, menunjukkan syukur atas nikmat-nikmat yang dikaruniakan-Nya, pengaruh saalat itu juga membawa nilai-nilai yang menguntungkan kepada manusia sendiri dalam kehidupan ini. Baik menyangkut dengan soal-soal jasmaniyah maupun rohaniyah.

 

3 dari 4 halaman

3. Pendidikan Kemasyarakatan (Amar Ma’ruf Nahi Munkar)

Surah Luqman ayat 17© Bincang Muslimah

“ …. Suruhlah mengerjakan (perbuatan) yang ma’ruf (baik-baik), dan larangan dari (perbuatan) yang munkar (buruk)…. (Q.S. Luqman: 17)”

Hendaklah orangtua mendidik anak-anaknya supaya membiasakan diri mengerjakan kebajikan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain atau masyarakat. Juga supaya menjauhi perbuatan-perbuatan yang buruk yang merugikan kepada orang lain.

Didiklah sedemikian rupa, sehingga anak-anak betul-betul merasakan sebagai makhluk sosial yang gemar melakukan usaha-usaha yang bersifat sosial.

 

4 dari 4 halaman

4. Pendidikan Mental (Nafsiyah)

Surah Luqman pendidikan mental© Bincang Muslimah

Artinya: ….Dan berlaku sabarlah (teguh hati) menghadapi peristiwa (musibah) yang menimpa engkau. Sesungguhnya (sikap) yang demikian itu, termasuk perintah yang sungguh-sungguh. (Q.S. Luqman: 17)

Sikap sabar dan teguh hati mengarungi gelombang hidup, terutama menghadapi musim pancaroba, adalah satu sikap mental yang diperlukan untuk mencapai sukses dan kemenangan dalam setiap usaha dan perjuangan. Keteguhan hati dapat membentuk kemauan yang keras, membajakan cita-cita, mengalirkan semangat dan mencegah pesimisme.

Selengkapnya baca di BincangMuslimah.

Beri Komentar