Melesat Bak Meteor Jatuh Bak Pariah: Kronologi Elizabeth Holmes

Reporter : Edy Haryadi
Senin, 24 Januari 2022 16:28
Melesat Bak Meteor Jatuh Bak Pariah: Kronologi Elizabeth Holmes
Ia pernah disebut sebagai miliarder wanita termuda dunia.

Dream - Lebih dari tiga tahun setelah Elizabeth Holmes pertama kali didakwa dan hampir empat bulan setelah persidangannya dimulai, pendiri dan mantan CEO startup Theranos, Elizabeth Holmes, dinyatakan bersalah atas empat dari 11 tuduhan penipuan investor dan konspirasi.

Putusan itu muncul setelah kejatuhan usahanya yang membuat Elizabeth Holmes, yang pernah dipuji sebagai penerus Steve Jobs, berubah dari ikon industri teknologi menjadi pengusaha Silicon Valley yang diadili karena penipuan.

Usai drop-out dari Universitas Stanford, Holmes,  yang terinspirasi oleh ketakutannya sendiri terhadap jarum suntik,  memulai perusahaannya sendiri, Theranos. Ia mendirikan perusahaan rintisan atau startup itu pada usia 19 tahun.

Ia memiliki misi menciptakan alternatif alat tes darah yang lebih murah dan lebih efisien daripada tes darah tradisional. Theranos menjanjikan bisa memeriksa dengan kemampuan menguji kondisi ganguan kesehatan ratusan penyakit seperti kanker dan kolesterol hanya dengan beberapa tetes darah yang diambil dari ujung jari. Dia menarik dana ratusan juta dolar atau triliunan rupiah dari investor. Ia juga mengisi dewan direksi perusahaannya dengan sejumlah nama mantan menteri Amerika Serikat.

Namun laporan investigasi Wall Street Journal telah membongkar kepalsuan  teknologi Theranos. Dan kejatuhan pun dimulai dari sana. Holmes dan mantan mitra bisnisnya, Ramesh " Sunny" Balwani, didakwa pada tahun 2018 oleh pemerintah AS dengan berbagai tuduhan penipuan investor dan konspirasi penipuan investasi. Saat disidangkan, keduanya mengaku tidak bersalah.

Berikut kronologi kasus skandal Elizabeth Holmes dan Theranos:    

Maret 2004: Holmes keluar dari Stanford University dan mendirikan Theranos
Elizabeth Holmes, mahasiswa tahun kedua Universitas Stanford yang mempelajari teknik kimia, keluar dari kampusnya untuk membuat perusahaan rintisan atau startup-nya, Theranos, Theranos ia dirikan pada tahun 2003 pada usia 19 tahun. Nama Theranos  merupakan kombinasi dari kata " terapi" dan " diagnosis" .

September 2009: Ramesh " Sunny" Balwani bergabung dengan Theranos sebagai tangan kanan Holmes
Balwani bergabung sebagai Chief Operating Officer dan Presiden  Teranos. Balwani, yang usianya 19 tahun lebih tua dari Holmes, bertemu Holmes pada tahun 2002 dalam perjalanan Universitas Stanford ke Beijing. Keduanya kemudian terlibat hubungan asmara.

September 2013: Holmes mempublikasi Theranos dan mengumumkan kemitraan dengan Walgreens
Satu dekade setelah pertama kali memulai perusahaan, Holmes mulai mempublikasi Theranos dan menarik perhatian banyak media pada bulan yang sama ketika Theranos dan salah jaringan perusahaan farmasi Walgreens mengumumkan bahwa mereka telah menjalin kemitraan jangka panjang. Lokasi Pusat Kesehatan Theranos pertama dibuka di Walgreens di Palo Alto, tempat para konsumen dapat mengakses tes darah Theranos.

Rencana awalnya adalah membuat pengujian tes darah Theranos tersedia di lokasi Walgreens secara nasional.

Juni 2014: Holmes dinobatkan sebagai salah satu wanita terkaya di Amerika oleh Majalah Forbes
Holmes masuk dalam daftar miliarder Amerika majalah Forbes. Ia dilaporkan memiliki 50 persen saham di perusahaan rintisan Teranos itu. Forbes menaksir kekayaan pribadi Holmes sebesar U$ 4,5 miliar atau Rp 64 triliun. Sementara nilai atau valuasi Teranos sendiri diperkirakan U$ 9 miliar atau Rp 128 triliun.

Desember 2014: Theranos telah mengumpulkan U$ 400 juta dari investor
Theranos telah mengumpulkan lebih dari U$ 400 juta atau Rp 5,7 triliun dana investor, menurut profil perusahaan dan Holmes yang dilansir The New Yorker. Salah satu investor adalah Larry Ellison dari Oracle.

Juli 2015: Theranos mendapat persetujuan FDA untuk tes Herpes
FDA atau Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) AS mengizinkan Theranos untuk menggunakan botol pengumpul darah kecil miliknya untuk tes darah di ujung jari untuk virus herpes simpleks 1. Ini merupakan persetujuan pertama dan satu-satunya untuk tes diagnostik bagi Theranos.

Oktober 2015: Theranos menjadi subjek investigasi Wall Street Journal
Harian The Wall Street Journal melaporkan Theranos menggunakan teknik miliknya hanya pada sejumlah kecil dari 240 tes yang dilakukan. Dan sebagian besar tesnya dilakukan dengan botol darah tradisional yang diambil dari lengan, bukan " beberapa tetes" yang diambil oleh tusukan di ujung jari. Sebagai tanggapan, Theranos membela praktik pengujiannya, menyebut pelaporan Journal " salah secara faktual dan ilmiah."

Artikel John Carreyou di Wall Street Journal© Imgur

(Artikel Jhon Carreyou di The Wall Street Journal/Imgur)


Sehari kemudian, Theranos menghentikan penggunaan botol pengumpulan darahnya untuk semua tes kecuali tes herpes karena tekanan dari FDA. Kemudian bulan itu, FDA merilis dua laporan yang disunting dengan mengutip 14 kekhawatiran, termasuk menyebut botol milik Theranos sebagai " perangkat medis yang tidak dibersihkan."

Satu minggu setelah laporan Journal, Holmes diwawancarai di atas panggung pada konferensi di Laguna Beach. Ia mengatakan, " Kami tahu apa yang kami lakukan dan kami sangat bangga akan hal itu”.

Di tengah kritik, Theranos dilaporkan mengubah Dewan Direksinya, menghilangkan Henry Kissinger dan George Shultz sebagai direktur dan  memindahkan mereka ke dewan penasihat. Theranos juga membentuk dewan medis yang terpisah.

November 2015: Kemitraan Theranos dan Safeway putus
Jaringan supermarket Safeway, yang menginvestasikan U$ 350 juta untuk membangun klinik di ratusan supermarketnya untuk tes darah Theranos, dilaporkan memutuskan hubungannya dengan Teranos.

Januari 2016: Regulator federal mempermasalahkan lab California Theranos, Walgreens mundur
Centers for Medicare and Medicaid Services (CMS) mengirimkan surat kepada Theranos seraya mengatakan laboratoriumnya di California telah gagal memenuhi standar federal dan bahwa pasien berada dalam " bahaya langsung" . Mereka memberi waktu bagi Theranos 10 hari untuk mengatasi masalah tersebut.

Sebagai tanggapan, Walgreens mengatakan tidak akan mengirim tes lab ke lab Theranos California untuk analisis dan menangguhkan layanan Theranos di lokasi Palo Alto Walgreens.

Maret 2016: CMS mengancam akan melarang Holmes dan Balwani dari bisnis lab
CMS mengancam akan melarang Holmes dan Balwani dari bisnis laboratorium selama dua tahun setelah perusahaan tersebut diduga gagal memperbaiki masalah di laboratorium California-nya. Theranos mengatakan itu adalah " skenario kasus terburuk."

Mei 2016: Balwani mundur, Theranos membatalkan tes darah selama dua tahun
Balwani mundur. Perusahaan juga menambahkan tiga anggota dewan baru sebagai bagian dari restrukturisasi: Fabrizio Bonanni, mantan wakil presiden eksekutif perusahaan biotek Amgen, mantan direktur CDC William Foege, dan mantan CEO Wells Fargo Richard Kovacevich.

Menurut Wall Street Journal, Theranos membatalkan tes darah selama dua tahun dari perangkat pengujian miliknya dan mengoreksi puluhan ribu laporan tes darah.

Juni 2016: Kekayaan bersih Holmes direvisi menjadi U$ 0, Theranos kehilangan mitra ritel terbesarnya
Majalah Forbes merevisi estimasi kekayaan bersih Holmes dari U$ 4,5 miliar atau Rp 64 triliun menjadi $ 0. Majalah itu juga menurunkan valuasinya untuk perusahaan Theranos dari U$ 9 miliar atau Rp 128 triliun  menjadi U$ 800 juta atau Rp 11 triliun.

Walgreens, yang pernah menjadi mitra ritel terbesar Theranos, mengakhiri kemitraannya dengan Theranos dan mengatakan akan menutup semua 40 pusat kesehatan Theranos.

Juli 2016: Holmes dilarang menjalankan lab selama dua tahun
CMS mencabut lisensi Theranos untuk mengoperasikan lab California-nya dan melarang Holmes menjalankan laboratorium tes darah selama dua tahun.


Agustus 2016: Theranos memperkenalkan perangkat 'miniLab'
Holmes mencoba untuk bergerak melewati kemunduran dengan meluncurkan laboratorium pengujian mini, yang disebut miniLab, pada konferensi untuk American Association for Clinical Chemistry. Dalam menjual perangkat, dibandingkan mengoperasikan kliniknya sendiri, Theranos berusaha untuk secara efektif menghindari sanksi CMS, yang tidak melarang penelitian dan pengembangan.

Oktober 2016: Investor Theranos menggugat perusahaan, Theranos berhemat
Investor Theranos, Partner Fund Management, menggugat perusahaan sebesar U$ 96,1 juta atau Rp 1,3 triliun, jumlah yang dimasukkan ke perusahaan pada Februari 2014, ditambah ganti rugi. Investor menuduh perusahaan melakukan penipuan sekuritas. Sengketa Theranos dan Partner Fund Management diselesaikan pada Mei 2017, dengan jumlah yang tidak diungkapkan.

Perusahaan juga memberhentikan 340 karyawan karena menutup laboratorium klinis dan pusat kesehatan, dan mencoba untuk fokus pada miniLab.

November 2016: Walgreens menggugat Theranos
Walgreens menggugat startup pengujian darah Theranos karena melanggar kontrak. Walgreens berusaha memulihkan U$ 140 juta atau Rp 2 triliun yang dikeluarkannya dalam kerjasama tersebut. Gugatan itu diselesaikan Agustus 2017.

Januari 2017: Lebih banyak PHK, diikuti oleh inspeksi lab yang gagal
Theranos mengurangi tenaga kerjanya lagi menyusul peningkatan pengawasan terhadap operasinya, memberhentikan sekitar 155 karyawan atau sekitar 41 persen jumlah staf.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa Theranos gagal dalam pemeriksaan laboratorium regulasi kedua pada bulan September, dan sebagai akibatnya perusahaan menutup lokasi pengujian darah terakhirnya.

April 2017: Theranos menyelesaikan kasus dengan CMS dan Jaksa Agung Arizona
Theranos setuju dengan CMS, setuju untuk membayar denda U$ 30.000 atau Rp 428 juta dan larangan tidak memiliki atau mengoperasikan laboratorium klinis apa pun selama dua tahun.

Theranos juga menyelesaikan sengketa dengan Jaksa Agung Arizona Mark Brnovich atas tuduhan bahwa iklannya salah mengartikan metode, akurasi, dan keandalan pengujian darahnya dan bahwa perusahaan itu tidak mematuhi peraturan federal yang mengatur pengujian laboratorium klinis. Theranos setuju untuk membayar U$ 4,65 juta atau Rp 66 miliar kembali ke pelanggan Arizona sebagai bagian dari kesepakatan penyelesaian kasus.

Maret 2018: Holmes didakwa dengan penipuan besar-besaran
SEC mendakwa Holmes dan Balwani dengan " penipuan besar-besaran" yang melibatkan lebih dari U$ 700 juta atau Rp 10 triliun dana investor melalui " penipuan yang rumit selama bertahun-tahun di mana mereka membesar-besarkan atau membuat pernyataan palsu tentang teknologi, bisnis, dan kinerja keuangan perusahaan."

SEC menuduh Holmes dan Balwani mengetahui bahwa mesin penganalisis milik Theranos hanya dapat melakukan 12 dari 200 tes yang dipublikasikan pada pengujian tes darah pasiennya.

Theranos dan Holmes setuju untuk menyelesaikan klaim itu, dan Holmes menyerahkan kendali atas perusahaan dan sebagian besar sahamnya di dalamnya. Balwani, bagaimanapun, melawan tuduhan itu, dengan pengacaranya mengatakan dia " secara akurat mewakili Theranos kepada investor dengan kemampuan terbaiknya."

Mei 2018: Buku " Bad Blood" terbit
Reporter John Carreyrou, yang pertama kali membuka cerita Theranos untuk Wall Street Journal, menerbitkan buku " Bad Blood: Secrets and Lies in a Silicon Valley Startup,"   tentang apa yang terjadi di dalam perusahaan Theranos. Sutradara Adam McKay (yang menyutradarai " The Big Short" ) mendapatkan hak untuk membuat film yang dibintangi Jennifer Lawrence yang akan berperan sebagai Holmes.

Juni 2018: Holmes dan Balwani didakwa atas tuduhan penipuan investor
Holmes dan Balwani didakwa atas tuduhan penipuan atas dugaan terlibat dalam skema multi-jutaan dolar untuk menipu investor. Keduanya mengaku tidak bersalah.

Beberapa menit sebelum dakwaan diumumkan, Theranos mengumumkan bahwa Holmes telah mengundurkan diri sebagai CEO. Penasihat umum perusahaan, David Taylor, mengambil alih sebagai CEO. Holmes tetap menjadi ketua dewan perusahaan.

Mantan CEO Theranos Elizabeth Holmes dan mantan COO Ramesh Balwani muncul di pengadilan federal untuk sidang. Keduanya menghadapi tuduhan konspirasi dan penipuan  karena diduga terlibat dalam skema jutaan dolar untuk menipu investor dengan layanan laboratorium pengujian darah Theranos.

September 2018: Theranos dibubarkan
Menurut laporan dari The Wall Street Journal, David Taylor mengirim email kepada pemegang saham bahwa Theranos akan dibubarkan. Taylor mengatakan lebih dari 80 calon pembeli tidak tertarik membeli Theranos. " Kita sekarang kehabisan waktu," tulis Taylor.

Maret 2019: Skandal Theranos dibuat film dokumenter
Alex Gibney, pembuat film dokumenter yang produktif di balik " Dirty Money," " Enron: The Smartest Guys in the Room," dan " The Armstrong Lie," memulai debutnya membuat film dokumenter berjudul " The Inventor: Out Blood in Silicon Valley," di HBO, mengikuti naik turunnya skandal Theranos.

September 2020: Kemungkinan strategi pertahanan Holmes terungkap
Sebuah dokumen pengadilan mengungkapkan Holmes mungkin mencari pembelaan " penyakit mental" dalam persidangan penipuan kriminalnya. Kemudian, pada Agustus 2021, dokumen pengadilan yang tidak disegel mengungkapkan bahwa Holmes kemungkinan akan mengklaim bahwa dia adalah korban dari hubungan kasar selama satu dekade dengan Balwani. Tuduhan itu menyebabkan pemutusan persidangan mereka. Pengadilannya dijadwalkan akan dimulai pada 2022.

Desember 2020: Pengadilan kriminal Holmes ditunda hingga 2021
Awalnya akan dimulai pada Juli 2020, persidangan kriminal Holmes selanjutnya ditunda hingga Juli 2021 karena pandemi virus corona.

Maret 2021: Kehamilan Holmes semakin menunda persidangan
Berita muncul bahwa Holmes mengharapkan anak pertamanya, sekali lagi menunda persidangan kriminalnya. Penasihat Holmes memberi tahu pemerintah AS bahwa anak Holmes akan lahir pada Juli 2021, sebuah dokumen pengadilan mengungkapkan. Dia melahirkan pada bulan Juli.

Agustus 2021: Pengadilan kriminal Holmes dimulai dengan pemilihan juri
Lebih dari 80 calon juri dibawa ke ruang sidang San Jose, California,  untuk ditanyai selama dua hari untuk menentukan apakah mereka layak untuk menjadi juri yang adil dan tidak memihak untuk persidangan kriminal Holmes. Juri yang terdiri dari tujuh pria dan lima wanita dipilih, dengan lima orang cadangan.

Desember 2021: Juri mulai mempertimbangkan nasibnya
Setelah tiga bulan kesaksian dari 32 saksi, kasus penipuan kriminal pendiri Theranos Elizabeth Holmes berada di tangan  juri yang terdiri dari delapan pria dan empat wanita. Para juri yang akan memutuskan nasibnya. Juri akan terus berunding selama lebih dari 50 jam sebelum menjatuhkan vonis.

Januari 2022: Holmes dinyatakan bersalah atas empat dari 11 dakwaan federal
Holmes dinyatakan bersalah atas satu tuduhan konspirasi untuk menipu investor serta tiga tuduhan penipuan investor. Dia dinyatakan tidak bersalah atas tiga tuduhan menipu pasien dan satu tuduhan konspirasi untuk menipu pasien. Holmes menghadapi vonis hingga 20 tahun penjara serta denda U$ 250.000 atau Rp 3,5 miliar. Vonis atas dirinya akan dibacakan hakim pada bulan September 2022. (eha)

Sumber: CNN

Beri Komentar