3.830 Warga Positif Covid-19 yang Berkeliaran Akan Dirujuk ke Isoter

Reporter : Arini Saadah
Rabu, 15 September 2021 16:01
3.830 Warga Positif Covid-19 yang Berkeliaran Akan Dirujuk ke Isoter
Ribuan orang yang terdeteksi positif Covid-19 kedapatan sedang melakukan mobilitas ke tempat publik.

Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito meminta Satgas fasilitas publik untuk segera merujuk 3.830 orang positif Covid-19 ke isolasi terpusat. Ribuan orang tersebut sebelumnya dilaporkan masih berkeliaran di tempat publik padahal berstatus hitam atau terindikasi positif Covid-19.

" Pemerintah berkomitmen dengan kerja sama bersama Satgas di fasilitas publik untuk segera merujuk orang yang terjaring atau masuk kategori hitam atau tergolong positif atau memiliki kontak erat untuk segera dipindahkan ke fasilitas isolasi terpusat terdekat," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia.

Satgas fasilitas publik diketahui telah dibentuk pada 1 September 2021. Satgas ini melibatkan pengelola atau petugas pada fasilitas publik, asosiasi atau ikatan pengelola fasilitas publik, dan Satgas Covid-19 Daerah (Duta Perubahan Perilaku atau Relawan).

Satgas fasilitas publik terdapat di sebelas kelompok aktivitas masyarakat yaitu aktivitas ekonomi dan belanja, aktivitas hiburan dan olahraga, aktivitas penyediaan akomodasi, dan aktivitas pelayanan kesehatan.

Kemudian aktivitas transportasi, aktivitas kerja, aktivitas pendidikan, aktivitas sosial, aktivitas penegakan hukum, aktivitas energi dan lingkungan, dan aktivitas keagamaan.

 

1 dari 2 halaman

DPR Heran

Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI, baru-baru ini melaporkan aplikasi PeduliLindungi mencatat sekitar 3830 warga berkategori hitam (positif Covid-19) masih berkeliaran di tempat umum. Aplikasi PeduliLindungi mencatat warga yang seharusnya menjalani isolasi mandiri ini berada di ruang publik seperti supermarket, Bandara, kereta, dan restoran.

Anggota DPR Komisi IX Kurniasih Mufidayati mempertanyakan masih bebasnya masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 masih berkeliaran di ruang publik bahkan sempat terdeteksi berusah masuk ke pusat perbelanjaan. DPR mendorong agar Satgas Penanganan Covid-19 gencar melakukan sosialisasi tentang penggunaan aplikasi PeduliLindungi. 

Ilustrasi© YouTube/DPR RI

Mufida heran Satgas Covid-19 sampai level RT/RW dan Puskesmas bisa luput dari data tersebut. Semestinya Satgas Covid-19 di level terkecil yang melakukan penindakan.

" Jadi kita pertanyakan, yang seharusnya isolasi mandiri atau karantina terpusat kenapa bisa jalan-jalan? Apakah data ini tidak diketahui oleh Satgas Covid-19 dan Puskesmas? atau memang selama ini dashboard PeduliLindungi tidak terhubung ke mereka?" tanyanya.

 

2 dari 2 halaman

Sosilasi Fungsi Aplikasi PeduliLindungi

Menurut Mufida, aplikasi PeduliLindungi tidak hanya menjadi syarat administratif warga mengakses fasilitas publik. Aplikasi ini juga bisa digunakan dalam upaya testing, tracing, dan treatment.

Pihaknya meminta agar sosialisasi terkait aplikasi PeduliLindungi dan kegunaannya terus dilakukan demi dipahami oleh masyarakat umum.

" Jangan sampai PeduliLindungi hanya diasumsikan syarat untuk masuk mal dan memanfaatkan fasilitas publik. Aplikasi ini juga harus dimanfaatkan untuk aktivitas yang terhubung dengan test, tracing dan treatment. Terus sosialisasikan apa kegunaan aplikasi PeduliLindungi kepada masyarakat," ujar politikus PKS tersebut.

Ilustrasi© Merdeka.com

Lebih lanjut ia menyarankan aplikasi PeduliLindungi ditambahkan fitur peringatan yang terhubung ke Satgas Covid-19 atau Puskesmas jika seseorang kategori hitam terindikasi keluar rumah.

" Misal akan keluar rumah untuk ke fasilitas kesehatan, Satgas Covid-19 atau Puskesmas bisa menyediakan ambulans dan kebutuhan lain. Tapi jika keluar bukan untuk kebutuhan kesehatan, maka Satgas Covid-19 setempat bisa memperingatkan langsung," katanya.

 


 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar