Ratusan WNI di Wuhan Sehat, tapi Stok Logistik Menipis

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 28 Januari 2020 16:00
Ratusan WNI di Wuhan Sehat, tapi Stok Logistik Menipis
Stok logistik WNI diperkirakan akan habis pada tiga hingga lima hari mendatang.

Dream - Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi melaporkan dari 243 Warga Negara Indonesia (WNI) berada di Provinsi Hubei, China sebanyak 100 diantaranya menetap di Wuhan. Hingga saat ini Retno memastikan kondisi ratusan WNI tersebut dalam keadaan sehat dan tak terpapar virus corona..

" Kami sampaikan adalah bahasa komunikasi antara pemerintah dalam hal ini diwakili para perwakilan kita terutama dari KBRI Beijing kepada WNI kita mayoritas pelajar, hampir semuanya pelajar itu sangat baik," ujar Retno di Kemenko PMK, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020.

Retno berujar, dari hasil komunikasi itu, diketahui stok logistik WNI yang berada di Wuhan sudah menipis. Diperkirakan stok yang ada hanya akan mencukupi antara tiga hingga lima hari ke depan.

" Kita tahu bahwa ketersediaan kebutuhan sehari-hari warga negara kita menipis, masih ada tiga hingga lima hari. Oleh karena itu kita berusaha untuk penuhi kebutuhan logistik," ucap dia.

1 dari 4 halaman

Harga Logistik Melonjak

Retno menjelaskan upaya menambah kebutuhan logistik yang semakin menipis itu harus melalui beberapa prosedur. Kondisi tersebut bisa dipahami mengingat status Wuhan yang tersisolasi.

" Tentu cara memenuhinya tidak semudah kalau posisi kota itu normal. Ini kan posisinya lock down. Tetapi upaya kita lakukan," kata dia.

Beberapa toko logistik di Wuhan diakui masih ada yangn beroperasi. Namun harga barang kebutuhan pokok di pusat penyebaran virus Corona ini sudah meningkat tinggi.

Untuk mengatasi hal tersebut. pemerintah Indonesia sudah mengirimkan bantuan dana kepada WNI yang berada di Wuhan agar bisa berbelanja stok logistik.

" Mereka membeli harganya memang lebih tinggi. Oleh karena itu kemudian negara memberikan bantuan jadi bantuan itu sudah diberikan dari waktu ke waktu akan dicek," kata dia.

Pemerintah juga selalu melakukan komunikasi dengan WNI yang berada di Wuhan untuk mengecek stok logistik mereka. Retno juga memastikan kondisi mereka dalam keadaan sehat.

2 dari 4 halaman

Indonesia Kesulitan Evakuasi 242 WNI di Wuhan

Dream - Kementerian Kesehatan memastikan sebanyak 242 mahasiswa di Indonesia yang sedang kuliah di Wuhan, China, dalam kondisi baik. Kondisi itu dipastikan dari data Kementerian Luar Negeri.

" Sebanyak 242 WNI di Wuhan alhamdulillah dalam keadaan baik-baik," ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihartono, di kantornya, Jakarta, Senin 27 Januari 2020.

Menurut Anung, pemerintah Indonesia kesulitan untuk memulangkan WNI yang berada di Hubei, Ibu Kota Provinsi Wuhan. Selain karena akses transportasi ditutup, berbagai prosedur juga harus dilewati untuk mengeluarkan seseorang dari wilayah yang terjangkit virus Corona itu.

Menurut dia, prosedurnya harus melakukan karantina terhadap WNI yang hendak keluar dari China selama masa inkubasi yaitu 1 sampai 14 hari. Berbagai pemeriksaan kesehatan pun harus dilakukan oleh Dinas Kesehatan China.

" Seandainya kita bisa evakuasi bukan dari Hubei ke Indonesia, tapi ke Tiongkok doang yang bebas, itu pun harus di karantina dulu," ucap dia.

3 dari 4 halaman

Karantina

Setelah melewati masa karantina di China, WNI baru diizinkan pulang. Namun, setibanya di Tanah Air, WNI itu tidak serta-merta bisa langsung pulang ke rumah. Dia harus kembali menjalani masa karantina 1 sampai 14 hari.

" Karantina dua kali masa inkubasi. Kita lakukan itu sampai negatif semua, baru boleh cerita dia bertemu masyarakat dan lainnya," kata dia.

4 dari 4 halaman

Ini Tahapan Penanganan Pasien Diduga Terjangkit Virus Corona di Indonesia

Dream - Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Anung Sugihantono, memastikan akan terus memantau para pasien yang sebelumnya diduga terpapar virus corona. Hingga pemeriksaan kemarin, ke-13 pasien tersebut tak terbukti terjangkit virus corona.

" Kita mendapat sekarang 13 (pasien) dan hasilnya negatif. Dua masih sedang dilakukan pemeriksaan dan mudah-mudahan sudah ada (hasil laboratorium)," ujar Anung di Kemenkes, Jakarta, Senin 27 Januari 2020.

Anung menjelaskan masa inkubasi virus Corona terjadi selama 1-14 hari. Selama masa inkubasi, pasien akan diperiksa secara intensif di laboratorium.

Apabila pasien sudah masuk ruang isolasi, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Anung, pasien yang mendapat perawata di ruang isolasi belum bisa disebut sebagai penderita virus Corona.

" Pertama, itu tahapannya people under ovservation. Kalau suspect dilakukan laboratorium ditemukan virus Corona disebut confirm," ucap dia.

Anung berharap, virus Corona yang saat ini menjadi perhatian dunia tidak masuk ke Indonesia. Kemenkes mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga hidup sehat.

" Imun tubuhlah yang akan melawan (virus)," kata dia.(Sah)

Beri Komentar