Momen Sholat Pertama di Masjidil Haram Setelah Tak Jaga Jarak

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 17 Oktober 2021 11:13
Momen Sholat Pertama di Masjidil Haram Setelah Tak Jaga Jarak
Kerajaan Arab Saudi mencabut kebijakan jaga jarak di Masjidil Haram

Dream - Kerajaan Saudi Arabia mencabut aturan social distancing atau jaga jarak di Masjidil Haram. Sejumlah penanda dan pembatas yang dipasang selama pandemi akhirnya dibersihkan.

Kapasitas jamaah pun kini tak dibatasi. Kebijakan batas maksimal jumlah jamaah yang masuk ke area Masjidil Haram tak lagi diterapkan. Kini Masjidil haram berkapasitas secara penuh atau seperti sebelum pandemi.

Sejumlah foto diunggah di akun Twitter resmi Masjidil Haram @HaramainInfo. Salah satu yang membuat haru adalah melihat para jamaah kini kembali sholat tak berjarak.

Imam Besar yang bertugas, untuk pertama kalinya dalam satu tahun, meminta para jamaah untuk merapatkan dan meluruskan shaf.

 

" Untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun, Imam di Masjid Al Haram menginstruksikan jamaah " meluruskan dan menutup celah" selama shalat Subuh. Pembatasan utama dan tindakan pencegahan telah dihapuskan, karena Masjidil Haram kembali ke kapasitas penuh," tulis keterangan @HaramainInfo.

 

1 dari 5 halaman

Hal ini tentu saja ditunggu para jamaah yang bisa sholat dengan rapat sesuai yang diajarkan Rasulullah SAW. Sejumlah video juga diunggah, menunjukkan sholat Subuh berjamaah tanpa jaga jarak. Tampak para jamaah tetap mengenakan masker untuk perlindungan diri.

 

© Dream
2 dari 5 halaman

Saudi Buka Pintu untuk Jemaah Indonesia, Bagaimana Kesiapan Biro Penyelenggara Umroh Tanah Air?

Dream - Arab Saudi telah membuka pintu umroh di masa pandemi Covid-19 bagi jemaah Indonesia. Keputusan itu diterima pemerintah melalui Nota Diplomatik yang disampaikan Kedutaan Besar Arab Saudi kepada Kementerian Luar Negeri.

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (AMPHURI), Firman M Nur, mengapresiasi kabar baik yang disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Sabtu, 9 Oktober 2021. Dia pun mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang harus segera dipersiapkan terkait penyelenggaraan umroh.

" Yang musti dipersiapkan dalam mengantisipasi kendala-kendala yang akan dihadapi ke depan adalah masalah barcode vaksin Indonesia yang konon katanya masih belum bisa dibaca di Saudi," ujar Firman, dalam keterangan tertulis.

Selain itu, Firman mengingatkan syarat perjalanan umroh yaitu vaksinasi Covid-19 dosis penuh untuk para jemaah. Termasuk pula vaksinasi booster dengan vaksin yang ditetapkan Saudi.

" AMPHURI berharap hal-hal teknis yang masih jadi kendala antara kedua negara dapat segera disinkronkan dan diselesaikan secara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya," kata dia.

3 dari 5 halaman

Minta Semua Pihak Bersiap

Firman juga meminta pihak penerbangan mempersiapkan diri menerbangkan kembali jemaah umroh Indonesia ke Saudi. Persiapan perlu dilakukan mengingat Pemerintah Saudi maupun Indonesia masih menyusun panduan teknis umroh.

" Memang, secara teknisnya, perlu waktu sehingga ketika umroh ini sudah dibuka, kita sudah siap dan tidak ada kendala apapun," kata dia.

Terakhir, Firman juga meminta seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) bersiap melayani kembali jemaah. Juga mempersiapkan keberangkatan bagi jemaah umroh yang mengalami penundaan.

" Demikian pula kepada calon jemaah umroh dan masyarakat muslim Indonesia yang belum vaksin, agar segera vaksin," terang Firman.

© Dream
4 dari 5 halaman

Kemenag Minta PPIU Segera Persiapkan Keberangkatan Jemaah Umroh yang Tertunda

Dream - Kementerian Agama meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) untuk segera mempersiapkan keberangkatan calon jemaah yang sempat tertunda. Ini mengingat Arab Saudi sudah membolehkan Indonesia mengirimkan kembali jemaah umroh di tengah pandemi Covid-19.

" Kami minta penyelenggara perjalanan ibadah umroh mempersiapkan keberangkatan jemaahnya, khususnya mereka yang telah mendaftar dan membayar biaya umroh di PPIU namun tertunda keberangkatannya hingga saat ini," ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Hilman Latief, dikutip dari Kemenag. 

Hilman mengungkapkan, imbauan ini disampaikan sembari menunggu Saudi mempersiapkan aturan pelaksanaan umroh untuk jemaah Indonesia. Dia meminta PPIU melakukan pendataan kepada para jemaah yang mengalami penundaan, khususnya terkait pelaksanaan vaksinasi penuh yang dipersyaratkan Saudi.

" Kami minta PPIU segera melaporkan data jemaah yang telah divaksinasi dosis lengkap dan siap untuk diberangkatkan," kata dia.

Tak hanya itu, Hilman juga meminta PPIU melaporkan data jemaah tertunda keberangkatan lalu melakukan pembatalan atau penarikan biaya perjalanan umroh.

5 dari 5 halaman

Puluhan Ribu Jemaah Umroh Tertunda

Selanjutnya, Hilman menjelaskan Saudi menutup pintu untuk masuknya jemaah umroh akibat pandemi Covid-19 di akhir Februari 2020. Umroh dibuka kepada di awal November 2020 namun berlaku pembatasan dan diterapkan protokol kesehatan secara ketat.

Berdasarkan data pada Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umroh dan Haji Khusus (Siskopatuh), kata Hilman, terdapat 26.328 jemaah umroh tertunda keberangkatannya per November 2020. Jemaah berusia antara 18-50 tahun.

" Mereka masuk dalam kriteria yang dipersyaratkan Saudi untuk berangkat umrah di masa pandemi," kata Hilman.

Saudi kembali menutup jalur masuk bagi pendatang dari 20 negara termasuk Indonesia pada 3 Februari 2021 pukul 21.00. Sejak tanggal tersebut, Indonesia tidak bisa mengirimkan jemaah umroh.

 

© Dream
Beri Komentar