Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Kabupaten Tana Toraja didaulat sebagai tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis XXXI 2019 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Di kabupaten ini, khafilah atau utusan dari seluruh Sulsel akan menunjukkan kemampuannya melantunkan ayat suci Alquran dan menguji hafalan Alquran dan Hadis.
Ada beberapa keunikan dari penyelenggaraan Seleksi Tilawah Quran dan Hadis tingkat Sulsel kali ini. Keunikan pertama, ajang lomba Islami itu dihelat di daerah yang mayoritas penduduknya bukan Muslim.
" Toraja itu kan mayoritas penduduknya beragama non-Muslim, yakni Kristiani dan agama lokal Aluttodolo," ujar Koordinator Dewan Hakim STQH XXXI 2019, Kaswad S, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 25 April 2019.
Keunikan ke dua, seleksi peserta berlangsung tidak di tempat biasanya, seperti masjid, pesantren, atau madrasah. Seleksi diselenggarakan di aula gereja di Toraja.
Kaswad mengaku, hatinya bergetar mengetahui seleksi digelar di aula gereja. Dia kagum dengan tingkat toleransi masyarakat yang begitu tinggi.
" Mungkin ini yang pertama kali terjadi dalam momentum seperti ini di Indonesia yang mana musabaqah baca dan hafal Alquran dan hadis berlokasi di lingkungan gereja," kata Kaswad.
MTQH XXXI ini melombakan empat cabang. Seleksi peserta untuk cabang lomba Hifdz (Hafalan Alquran) 10 dan 20 Juz digelar di aula Gereja Katolik Makale, sedangkan cabang Hifdz 30 Juz, Tafsir dan Hadis diselenggarakan di aula Gereja Toraja Makale.
" Dua (cabang) lainnya dilaksanakan di panggung utama Plaza Kolam Makale dan Masjid Raya Makale," kata Kaswad.
Tak hanya itu, pelaksanaan MTQH XXXI juga dibantu oleh majelis Gereja Katolik dan Gereja Toraja. Mereka tergabung dalam tim kepanitiaan MTQH XXXI.
" Ini merupakan wujud toleransi dan harmoni kerukunan umat yang hakiki dan sejati," kata Kaswad.
Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan toleransi yang ada di Tana Toraja dapat ditiru daerah lain.
" Bahkan agama Islam minoritas di sini, kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain," ucap Andi.
Sumber: Liputan6.com/Fauzan
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya