Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Shutterstocom.com)
Dream - Majelis Ulama Indonesia menggelar vaksinasi Covid-19 pertama pada Rabu 3 Maret 2021. Sebanyak 500 pengurus mulai pimpinan harian hingga anggota komisi, badan, maupun lembaga pada MUI, menerima suntikan dosis pertama.
"Tujuan vaksinasi ini, pertama, merupakan ikhtiar pencegahan penyebaran Covid-19 sehingga dapat memutus mata rantai penularan. Kedua, ini juga sebagai contoh yang baik bagi masyarakat umum," ujar Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, dalam keterangan tertulis.
Vaksinasi ini dilaksanakan di halaman parkir Gedung MUI di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, dengan pembagian jadwal. Peserta dibagi dalam kelompok yang terdiri dari 30 orang dan mendapatkan jadwal berbeda dari pagi hingga soren hari.
Buya Amir mengharapkan vaksinasi dapat dijalankan kepada seluruh pengurus MUI daerah setelah dilaksanakan di MUI Pusat. Sedangkan pelaksanaan vaksinasi ditinjau oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
"Harapannya agar Kemenkes dapat memfasilitasi vaksinasi secara lengkap," kata Buya Amir.
Sekretaris Tim Nasional Peduli Covid-19 MUI, M Ziyad, menerangkan vaksinasi dilaksanakan oleh tim vaksinator dari Puskesmas Menteng, Rumah Sakit Haji, dan Rumah Sakit Islam Jakarta. Disediakan pula satu mini ICU untuk pengananan kondisi darurat.
"Kami akan membagi gelombang dari peserta vaksin, yang kalau kita hitung menurut penjelasan, satu jam itu ada meja pendaftaran, kemudian ada meja screening, di tempat screening tersebut akan ada 16 pertanyaan terkait riwayat penyakit," kata Ziyad.
Lebih lanjut, dia mengatakan vaksinasi akan berjalan aman karena bagi para penderita penyakit penyerta seperti jantung, asma, darah tinggi, atau stroke untuk berkonsultasi dulu dengan dokter. Jika mendapat persetujuan dari dokter, maka dibolehkan mengikuti vaksinasi.
"MUI melibatkan SDM internal non-media. SDM tersebut dibriefing oleh tim Kementerian Kesehatan," kata Ziyad.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?