Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Bupati Anas Saat Uji Terbang NAM Air (merdeka.com)
Dream - Anak usaha maskapai penerbangan Sriwijaya Air, NAM Air, menambah jadwal penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi dari sekali sehari menjadi dua kali sehari. Jadwal baru ini resmi berlaku pada 16 Agustus 2017.
"Kita akan menambah frekuensi penerbangan rute Jakarta-Banyuwangi PP (pergi-pulang) mulai 16 Agustus. Ini karena pasar di sini tumbuh cukup bagus. Tingkat keterisian penumpang rata-rata di atas atau minimal 90 persen," kata Manajer NAM Air Banyuwangi, I Gde Chrisna, dikutip dari merdeka.com.
"Selama 1 Juli sampai 31 Juli saja, rata-rata tingkat keterisian (seat load factor/SLF) pesawat NAM Air rute Jakarta-Banyuwangi mencapai 93 persen. Kebanyakan wisata dan bisnis ke Banyuwangi," kata Chrisna melanjutkan.
Penambahan jadwal penerbangan ini disambut baik oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Dia mengatakan hal ini membuktikan pasar penerbangan di Banyuwangi cukup bergairah.
"Ini menunjukkan dunia penerbangan di Banyuwangi cukup menjanjikan," kata Anas.
Setiap hari, NAM Air melayani penerbangan dari Jakarta pada pukul 07.00 WIB dan tiba di Banyuwangi pukul 08.30 WIB. Setelah itu, pesawat akan terbang kembali dari Banyuwangi pukul 09.00 WIB dan tiba di Jakarta pukul 10.30 WIB.
Saat jadwal tambahan tersebut aktif nanti, penerbangan dari Jakarta menuju Banyuwangi kembali dilayani pukul 13.35 WIB dan tiba di tujuan pukul 15.00 WIB. Setelah itu, pesawat terbang lagi dari Banyuwangi pada 15.30 WIB dan tiba di Jakarta pukul 16.55 WIB.
Lebih lanjut, Anas mengatakan geliat pertumbuhan dunia penerbangan tidak hanya akan berdampak pada Banyuwangi. Menurut dia, kabupaten tetangga seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, Lumajang dan Bali juga merasakan dampaknya.
"Banyuwangi menjadi pendorong ekonomi kawasan timur Pulau Jawa dan Bali bagian barat. Rute Ini juga makin meningkatkan arus wisatawan mancanegara, sehingga Banyuwangi bisa berkontribusi menyukseskan target Presiden Jokowi mencapai 20 juta wisman pada 2019," kata Anas.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari