Nani Apriliani, Terdakwa Takjil Sate Sianida Dijatuhi Vonis 16 Tahun Penjara

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 13 Desember 2021 15:00
Nani Apriliani, Terdakwa Takjil Sate Sianida Dijatuhi Vonis 16 Tahun Penjara
Nani terbukti bersalah melanggar Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana,

Dream - Terdakwa kasus sate sianida, Nani Apriliani Nurjaman, dinyatakan bersalah merencanakan pembunuhan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Atas kasus tersebut, Nani dijatuhi hukuman penjara selama 16 tahun.

" Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 16 tahun," ujar Ketua Majelis Hakim, Aminuddin, membacakan amar putusan.

Majelis Hakim menyatakan vonis tersebut dikurangi masa penahanan yang sudah dijalani Nani. Selain itu, Nani diperintahkan tetap dalam tahanan.

Dalam kasus ini, Majelis Hakim PN Bantul menyatakan Nani telah melanggar Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Sementara vonis yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang meminta Nani dihukum 18 tahun penjara.

Pada amar putusan, Majelis Hakim mengungkapkan terdakwa melakukan aksinya pada Minggu, 25 April 2021 sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, terdakwa sempat menemui driver ojek online, Bandiman, di Umbulharjo, Yogyakarta.

 

1 dari 7 halaman

Kepada driver ojol tersebut, Nani meminta agar yang bersangkutan mengantarkan paket makanan untuk berbuka puasa ke Kasihan, Bantul. Bandiman sempat meminta agar pelaku membuat order lewat aplikasi.

Tetapi, pelaku mengaku tidak punya ponsel. Setelah itu, pelaku memberikan alamat dan nomor ponsel orang yang dituju serta ongkos pengiriman sebanyalkl Rp30 ribu.

Bandiman mengatarkan paket tersebut ke lokasi yang sudah ditetapkan. Sesampai di lokasi, istri target menolak paket tersebut dan meminta Bandiman membawanya pulang.

Bandiman pun membawa pulang makanan tersebut. Sampai di rumah, makanan berupa sate itu dikonsumsi anak dan istrinya sebagai takjil buka puasa Ramadhan.

Beberapa saat kemudian, istri dan anak Bandiman keracunan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, nyawa anak Bandiman tidak tertolong.

Dalam persidangan, terkuak niat Nani mengirim sate yang sudah dia campur dengan racun sianida. Dia mengaku dendam kepada polisi bernama Tommy yang telah meninggalkan dia dan memilih menikah dengan wanita lain, dikutip dari Merdeka.com.

2 dari 7 halaman

Nani Apriliani Terdakwa Takjil Sianida Dituntut 18 Tahun Penjara

Dream - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa kasus takjil bersianida, Nani Apriliani, dengan 18 tahun penjara. Jaksa menilai Nani terbukti melakukan pembunuhan berencana.

" Kami, Jaksa Penuntut Umum menuntut kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan: satu menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pembunuhan berencana," ujar Sulisyadi, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 16 November 2021.

Sulisyadi menerangkan, dakwaan ke satu primer Pasal 340 KUHP. Dalam pasal tersebut berisikan tentang tindak pidana pembunuhan berencana.

" Kedua, menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa dengan pidana selama 18 tahun penjara dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan sementara," tegas Sulisyadi.

3 dari 7 halaman

Ada hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Hal yang memberatkan diantaranya yakni terdakwa terbukti merencanakan pembelian racun Sianida secara online.

" Hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan berterus terang selama persidangan. Terdakwa juga menyesali perbuatannya. Terdakwa belum pernah dihukum," tutur Sulisyadi.

Sementara itu penasehat hukum terdakwa Nani, Ary Wibowo mengatakan pihaknya mengajukan waktu 2 pekan dari persidangan untuk mengajukan pledoi. Pledoi ini untuk melakukan pembelaan terhadap dakwaan yang dijatuhkan kepada terdakwa.

" Untuk pledoi kami minta dua minggu," tegas Ary.

Sumber: merdeka.com

4 dari 7 halaman

Sisi Lain Sosok Nani Apriliani 'Sate Sianida'

Dream - Nama Nani Apriliani dikenal sebagai sosok berdarah dingin lantaran kasus sate sianida. Dalam peristiwa itu, sate yang telah diracik oleh Nani Apriliani ditunjukkan untuk Aiptu Tomy dan malah menewaskan NF, 10 tahun, anak pengemudi ojek online di Bantul, Yogyakarta.

Nani Apriliani, 25 tahun, merupakan warga Dusun Sukaasih, Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.

Bagi keluarga dan orang terdekatnya, Nani merupakan sosok yang bertanggung jawab dan merupakan tulang punggung keluarga. Maklum, penghasilan keluarganya hanya mengandalkan penjualan mainan.

5 dari 7 halaman

Sudah Lama Merantau di Bantul

Nani diketahui sudah lama tidak menetap bersama keluarganya. Ia diketahui sudah merantau sejak lulus dari bangku SMP dan bekerja di Bantul sebagai penjaga warung makan (Warteg) sejak 2014 lalu.

“ Ada sekitar 8 tahun ini di sana. Dia ikut merantau di sana bersama temannya yang mengajak menjadi pelayan rumah makan sejak lulus SMP,” ungkap ayah Nani, MA, 45 tahun.

Terakhir bertemu dengan keluarga yakni saat sebelum puasa lalu. Kepulangannya ke kampung halaman pun hanya tiga hari karena Nani mengaku tidak bisa cuti lama.

“ Setelah itu balik lagi ke Bantul,” tutur MA.

6 dari 7 halaman

Sosok Pendiam dan Tertutup

Selama di rumah, keluarga pun tidak menyadari ada kejanggalan ataupun gelagat aneh yang ditunjukkan Nani. Apalagi selama ini, ia merupakan sosok yang pendiam dan tertutup.

“ Pas pulang itu lebih banyak diam di rumah saja,” ujarnya.

Soal berkomunikasi dengan keluarga, Nana hanya berbicara seperlunya. Karena itu, pihak keluarga tidak mengetahui sama sekali soal kisah asmaranya ataupun kejadian yang tengah ia alami di Bantul.

" Ngobrol dengan kami (keluarga) hanya satu jam. Jadi tertutup dan tidak sempat ngobrol apapun, apalgi sama tetangga di sini sangat jarang," ujarnya.

Pihak keluarga hanya tahu Nani akan kembali pulang ke kampung halaman pada lebaran mendatang.

7 dari 7 halaman

Berharap Ada Keringanan Hukum

Saat kabar Nani mencuat di berita, pihak keluarga mengaku syok. Mereka tidak menyangka bahwa Nani ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan sate sianida di Bantul. Di mata keluarga, Nani bukanlah sosok yang seperti diberitakan.

Saat ini, keluarga hanya bisa pasrah srta menyerahkan dan menghormati proses hukum yang tengah berlangsung. Akan tetapi, keluarga berharap akan adanya keringan hukum atas perbuatan Nani.

“ Kami berharap sekali ada keringanan. Orang tua mana yang tidak syok melihat anaknya seperti itu,” tandasnya.

Sumber: pojoksatu.id

Beri Komentar