Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nenek Minum Soda Selama 40 Tahun (Oddity Central)
Dream - Seorang nenek asal Korea Selatan ini tengah viral karena kebiasannya minum soda. Bayangkan saja, selama 40 tahun terakhir dia telah menenggak sekitar 150 ribu kaleng minuman bersoda.
Akun YouTube channel X SBS pada Februari lalu menayangkan kisah bagaimana perempuan tersebut meminum minumam bersoda selama empat dekade.
Menurut pengakuannya, nenek ini mengonsumsi soda lantaran memiliki pengalaman hidup yang membuatnya trauma.
Dilansir Oddity Central, dia mulai minum minuman berkarbonasi itu setelah kehilangan suami yang sangat dicintainya saat berusia 34 tahun. Minuman karbonasi diakui hanya satu-satunya cara untuk menghilangkan rasa sedih, sama seperti kebanyakan orang yang mengonsumsi alkohol.
Ketergantungannya akan kola semakin menjadi-jadi ketika dia harus ditinggal anaknya yang dilaporkan tewas dalam kecelakaan lalu lintas.
Perempuan 74 tahun itu mengaku setiap hari menghabiskan setidaknya 10 kaleng minuman berkarbonasi. Sehingga jika ditotal, dia telah meminum 150 ribu kaleng atau 37.500 liter.
Mengonsumsi minuman berkarbonasi dalam jangka waktu lama dapat berdampak serius pada kesehatan. Tetapi, tidak bagi perempuan 74 tahun tersebut.
Dia malah merasa positif dan kondisinya sangat baik setelah meminum Coca Cola. Tidak hanya membuatnya melupakan kesedihannya, minuman berkarbonasi tersebut membantunya ketika mengantuk, lelah ataupun lapar.
Setelah mendengar pengakuan dari perempuan tersebut, X SBS menyarankan agar sang nenek menjalani pemeriksaan medis dan ia menyetujuinya.
Akhirnya perempuan tersebut dibawa ke rumah sakit setempat dan menurut pemeriksaan dokter, tes darah menunjukan dia memiliki kondisi normal untuk perempuan seusianya. Hanya ada masalah minor di perut dan dapat serius di masa depan.
Dalam video tersebut, tidak dijelaskan apakah penyakit tersebut akibat keputusannya meminum coca cola selama 40 tahun terakhir atau akibat lainnya.
Namun, si nenek mengatakan dia akan berusaha mengurangi ketergantungan untuk mengkonsumsi minuman bersoda di masa mendatang.
Dream - Jelang berbuka puasa, biasanya tersaji banyak makanan dan minuman di meja makan. Saat azan berkumandang, kita pun menyantap hidangan yang ada. Seringkali setelah mengonsumsi cukup banyak makanan dan minuman, muncul rasa nyeri di perut.
Terkadang rasa nyeri tersebut hanya samar dan cepat mereda, tapi bisa juga sampai melilit dan kita kesakitan hebat. Dikutip dari situs Yayasan Gastroenterologi lndonesia, penyebab perut sakit saat buka puasa sangat beragam.
Jika Sahabat Dream sebelumnya sudah memiliki gangguan pencernaan, kebiasaan makan yang tidak tepat saat berbuka puasa dapat lebih berisiko menyebabkan perut sakit saat berbuka puasa. Namun, sakit perut saat berbuka puasa bisa saja terjadi pada orang yang tidak memiliki keluhan sebelumnya.
Ingin tahu apa saja hal-hal yang dapat menyebabkan perut sakit saat berbuka puasa? Yuk, simak.
Saat mengunyah, organ saluran cerna akan mengeluarkan enzim-enzim pencernaan yang dibutuhkan untuk memecah makanan dan penyerapan nutrisi. Jika makan terburu-buru, makanan yang dimakan cenderung tidak dikunyah dengan baik.

Setelah ditelan, makanan yang tidak dikunyah dengan baik tersebut akan sampai ke saluran pencernaan. Akibatnya lambung dan usus harus bekerja lebih keras untuk mencerna dan menghaluskan makanan tersebut.
Selain mengganggu proses pencernaan, makan terlalu cepat dan kurang mengunyah dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi serta meninggalkan sisa-sisa zat racun dalam tubuh. Hati-hati, makan terlalu cepat juga bisa membuat tersedak.
Saat berbuka puasa, pasti ada perasaan ingin mencicipi segala makanan dan minuman yang dihidangkan, sedangkan kapasitas lambung kita terbatas. Ketika perut terisi banyak makanan, tekanan pada lambung akan meningkat.

Pada orang yang memiliki katup antara kerongkongan dan lambung yang longgar, makanan yang sedang dicerna dapat menumpuk dalam lambung dan naik kembali ke kerongkongan.
Hal inilah yang menjadi penyebab nyeri pada perut atas dan dada setelah makan berlebihan. Selain itu, karena terbatasnya enzim pencernaan dalam perut, makan makanan berlebih dapat menyebabkan lamanya saluran pencernaan dalam mencerna makanan. Perut yang penuh akan menyebabkan rasa begah dan tidak nyaman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya