5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.
Dream - Pemerintah terus memperbarui data penanganan Covid-19. Hingga Senin, 11 Mei 2020 pukul 12.00 WIB, akumulasi kasus positif infeksi virus corona mencapai 14.265 orang.
" Pasien positif hari ini sebanyak 233 orang, sehingga total menjadi 14.265 orang," ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.
Kasus sembuh mengalami peningkatan sebanyak 183 pasien. " Total secara akumulatif sebanyak 2.881 orang," kata Yurianto.
Selain itu, angka kematian turut bertambah. Dalam 24 jam terakhir, kasus kematian bertambah 18 pasien.
" Sehingga total pasien meninggal dunia menjadi 991 orang," kata dia.
Selanjutnya, Yurianto menjelaskan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) meningkat 415 juta. Sehingga akumulasi jumlahnya mencapai 294.105 pasien.
Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan bertambah sebanyak 1.677 orang. Sehingga totalnya menjadi 31.994 jiwa.
Lebih lanjut, Yurianto kembali mengingatkan agar masyarakat selalu disiplin dan taat pada ketentuan pemerintah.
" Menjaga jarak sesuatu yang penting, tetap berada di rumah dan bisa produktif di rumah. Tidak keluar rumah terkecuali terpaksa, dan tidak melakukan perjalanan ke mana pun termasuk tidak mudik," kata dia.
Dream - Data terkait korban dan penularan Covid-19 kembali diperbarui hari ini, Minggu 10 Mei 2020 oleh Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona Covid-19. Ia menuturkan jumlah pasien meninggal karena Covid-19 hingga Minggu 10 Mei 2020 bertambah 14 orang.
Dengan demikian, totalnya mencapai 973 orang. " Hari ini jumlah yang meninggal sebanyak 14 orang, sehingga total jumlah meninggal sebanyak 973 orang," ujar Yurianto melalui konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta Timur, Minggu, 10 Mei 2020.
Sementara untuk penambahan kasus positif, hari ini ada 387 orang sehingga total menjadi 14.032 orang. Yuri mengatakan, dari total kasus tersebut, jumlah pasien sembuh dari infeksi Corona sebanyak 2.698 orang.
Semua data pasien Corona Covid-19 tersebut dikumpulkan dari pukul 12.00 WIB, Sabtu 9 Mei hingga pukul 12.00 WIB, Minggu, 10 Mei 2020. Yurianto pun kembali mengingatkan kepada semua masyarakat untuk menjaga jarak, lebih dari 2 meter, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan tetap produktif selama di rumah.
Sebelumnya, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, saat ini ada tiga jenis tes untuk mendeteksi virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.
Pertama adalah tes menggunakan Real Time - Polymerase Cgain Reaction (RT-PCR). Tes ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang cukup tinggi bahkan hampir 95 persen.
" RT PCR inilah yang dipakai di seluruh dunia untuk memastikan apabila sampel berupa swabnya diambil dari hidung atau tenggorokan, itu bisa dites dan menunjukkan positif atau negatif terhadap virus SarsCov 2 ini," kata Wiku di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2020).
Tes kedua yakni Tes Cepat Molekuler (TCM). Tes ini menggunakan sebuah relatif yang begitu cepat yang dilakukan secara molekuler dan memunyai sensitifitas sekitar 95 persen.

" TCM, tes cepat molekuler, menggunakan sebuah yang relatif cepat, dilakukan secara molekuler, dan ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas cukup tinggi sekitar 95 persen," kata Wiku.
Kendati hampir sama dengan RT-PCR untuk mendeteksi Corona, TCM dinilai lebih cepat. Pasalnya, tes RT-PCR harus memerlukan reagen dan sampel.
" Kalau yang RT PCR tadi sering disebut sebagai open system jadi sistemnya terbuka, memerlukan reagen dan sampel, dan bisa di lakukan tes dengan relatif cepat beberapa jam sudah bisa ketemu hasilnya," kata Wiku.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?