5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Ilustrasi (Merdeka.com)
Dream - Pasien yang memiliki gejala penyakit mirip kasus pernafasan akut asal Timur Tengah alias MERS yang menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung bertambah satu orang. Ini berarti sudah ada empat orang yang menjalani perawatan di RSHS Bandung.
Kendati pemeriksaan awal menyatakan yang bersangkutan negatif MERS. Tetapi, gejala flu dan batuk masih ditemukan di pasien itu. Terakhir rumah sakit pelat merah itu menerima pasien berinisial AS. Dia datang pada Kamis 8 Mei kemari pukul 22.00 WIB. Pasien langsung diisolasi ke ruang Flamboyan.
" Pasien berinisial AS ini merupakan rujukan dari Rumah Sakit Dustira (Kota Cimahi)," kata Kepala Humas RSHS Nurul Wulandhani, di RS Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat, kemarin.
Dengan bertambahnya pasien virus unta dan kelelawar ini, sudah ada empat orang yang menjalani perawatan. Sebelumnya, RSHS menerima pasien yang diduga terjangkit MERS yakni nyonya R (60), tuan A (66) dan tuan E (52). Keduanya masing-masing dirujuk dari RS Majalaya dan Ujung Berung.
RSHS mengaku langsung menangani AS dengan standar suspect MERS. Sebab gejala yang dialami menunjukkan influenza. Apalagi AS baru saja pulang menjalani umroh di Tanah Suci.
AS belum dipastikan terjangkit virus itu karena masih harus menunggu observasi untuk diserahkan ke Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jakarta. " Untuk memastikan negatif atau tidak, kita adakan pemeriksaan serial, hasilnya belum bisa diketahui sekarang," jelas Nurul. (Sumber: Merdeka.com)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil