Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kusmayadi, pelaku mutilasi wanita hamil Nur Atika mengaku sempat meminta korban yang juga kekasihnya itu untuk menggugurkan kandungan hasil hubungan gelap mereka.
Pengakuan Kusmayadi itu dibeberkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti.
" Tapi lantaran tak punya biaya akhirnya nggak jadi. Sehingga kandungannya terus membesar," kata Krishna, di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 22 April 2016.
Menurut informasi yang dikumpulkan polisi, warga setempat mengira Kusmayadi dan Nur Atika adalah sepasang suami istri. Belakangan diketahui hubungan mereka hanya pacaran.
Ketidakjelasan hubungan inilah yang kemudian menjadi bara percintaan mereka. Dengan kondisi hamil, Nur Atika meminta Kusmayadi menikahinya. Di sisi lain, Kusmayadi galau lantaran masih memiliki istri dan seorang putra di Bogor.
Puncaknya, pada Minggu, 10 April 2016, peristiwa mengerikan itu terjadi. Kusmayadi yang kalap, memiting leher Nur Atika sekitar 30 menit hingga tewas.
Dia kemudian memutilasi jasad Nur Atika untuk menghilangkan jejak. Tak ingin jejaknya terendus, dia melarikan diri ke Surabaya.
Tetapi, jejak pelariannya terlacak polisi. Kusmayadi ditangkap dan terancam hukuman mati atau kurungan penjara seumur hidup. (Ism)
© Dream
Dream - Wajah asli Kusmayadi akhirnya nampak di depan publik. Topeng yang menutupi wajahnya sengaja dilepaskan. Raut penyesalan tampak di wajahnya.
Ia diminta memberikan pernyataan kepada awak media oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti.
Pria kelahiran Bogor, 29 Juli 1984 itu terus menunduk. Baju oranye yang ia kenakan menandai status barunya, tersangka pembunuhan dan mutilasi perempuan hamil Nur Atika.
Kusmayadi diberi mikrofon. Suaranya terbata-bata. Dengan sesenggukan, ia meminta maaf atas kelakuannya.
" Saya sangat menyesal. Saya minta maaf terhadap almarhumah Nur Atika, semua keluarganya, keluarga saya, serta anak dan istri saya," kata Kusmayadi di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 22 April 2016.
Tetapi, suara sendu Kusmayadi tak membuat terenyuh. Mutilasi yang dilakukannya terlampau keji. Kusmayadi meneruskan pernyataannya.
Kali ini ucapannya membuat seisi Ruang Data Ditreskrimum Polda Metro Jaya tergelak. Dengan polos, bapak satu anak ini mengucapkan terima kasih kepada polisi karena telah menangkapnya.
" Terima kasih kepada polisi karena sudah menangkap saya," ucap dia.
Kusmayadi memang polos mengatakan itu. Sebetulnya, ia hanya ingin mengucapkan rasa terima kasih atas perlakuaan polisi yang menangkapnya.
Meski begitu, drama kesedihan dan penyesalan Kusmayadi akan segera berakhir. Sebab, jeruji besi akan menemani rencana polisi yang menetapkan ancaman hukuman mati kepadanya. (Ism)
© Dream
Dream - Kematian yang terjadi pada Nur Atika, perempuan hamil yang terbunuh karena mutilasi oleh Kusmayadi bukan tanpa alasan.
Menurut pengakuan Kusmayadi, Nur Atika meninggal karena satu kalimat yang dikeluarkan perempuan yang berstatus kekasihnya itu.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan, awal peristiwa pembunuhan itu karena sepasang kekasih itu terlibat cekcok.
Ini lantaran Kusmayadi, tak kunjung menikahi Nur Atikah, meskipun perempuan itu telah berbadan dua.
Agus yang mulai sebal kepada Nur Atikah mendorong perempuan hingga tersungkur di lantai rumahnya di Desa Tegalsari, Cikupa, Kabupaten Tangerang.
Nur sontak berbicara sedikit lantang kepada Kusmayadi, " Kan saya sudah bilang kalau mau pulang sekarang monyet!," ucap Krishna menirukan pengakuan Kusmayadi.
Mendengar ucapan itu, amarah Kusmayadi mulai membara. Dengan gelap mata dia memiting leher Nur yang sedang mengandung bayi enam bulan.
" Korban berteriak. Teriakannya semakin kuat," kata Krishna.
Selama 30 menit, kata Krishna, Kusmayadi memiting leher Nur sehingga akhirnya tak bernyawa. Pada ketika itu, Kusmayadi bingung lantas berinisiatif untuk menghilangkan jejak.
" Tersangka terbesit pikirannya untuk menghilangkan jejak perbuatannya. Kemudian mengambil golok yg ada di bawah televisi, dan memutilasi badan korban," ucap dia.
© Dream
v
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya