Pelaku Mutilasi Sempat Minta Korban Gugurkan Kandungan

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 22 April 2016 19:05
Pelaku Mutilasi Sempat Minta Korban Gugurkan Kandungan
Lantaran tidak cukup biaya, rencana menggugurkan kandungan itu tidak dijalankan.

Dream - Kusmayadi, pelaku mutilasi wanita hamil Nur Atika mengaku sempat meminta korban yang juga kekasihnya itu untuk menggugurkan kandungan hasil hubungan gelap mereka.

Pengakuan Kusmayadi itu dibeberkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti.

" Tapi lantaran tak punya biaya akhirnya nggak jadi. Sehingga kandungannya terus membesar," kata Krishna, di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 22 April 2016.

Menurut informasi yang dikumpulkan polisi, warga setempat mengira Kusmayadi dan Nur Atika adalah sepasang suami istri. Belakangan diketahui hubungan mereka hanya pacaran.

Ketidakjelasan hubungan inilah yang kemudian menjadi bara percintaan mereka. Dengan kondisi hamil, Nur Atika meminta Kusmayadi menikahinya. Di sisi lain, Kusmayadi galau lantaran masih memiliki istri dan seorang putra di Bogor.

Puncaknya, pada Minggu, 10 April 2016, peristiwa mengerikan itu terjadi. Kusmayadi yang kalap, memiting leher Nur Atika sekitar 30 menit hingga tewas.

Dia kemudian memutilasi jasad Nur Atika untuk menghilangkan jejak. Tak ingin jejaknya terendus, dia melarikan diri ke Surabaya.

Tetapi, jejak pelariannya terlacak polisi. Kusmayadi ditangkap dan terancam hukuman mati atau kurungan penjara seumur hidup. (Ism) 

1 dari 3 halaman

Pemutilasi Wanita Hamil: Terima Kasih Sudah Tangkap Saya

Dream - Wajah asli Kusmayadi akhirnya nampak di depan publik. Topeng yang menutupi wajahnya sengaja dilepaskan. Raut penyesalan tampak di wajahnya.

Ia diminta memberikan pernyataan kepada awak media oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti.

Pria kelahiran Bogor, 29 Juli 1984 itu terus menunduk. Baju oranye yang ia kenakan menandai status barunya, tersangka pembunuhan dan mutilasi perempuan hamil Nur Atika.

Kusmayadi diberi mikrofon. Suaranya terbata-bata. Dengan sesenggukan, ia meminta maaf atas kelakuannya.

" Saya sangat menyesal. Saya minta maaf terhadap almarhumah Nur Atika, semua keluarganya, keluarga saya, serta anak dan istri saya," kata Kusmayadi di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 22 April 2016.

Tetapi, suara sendu Kusmayadi tak membuat terenyuh. Mutilasi yang dilakukannya terlampau keji. Kusmayadi meneruskan pernyataannya.

Kali ini ucapannya membuat seisi Ruang Data Ditreskrimum Polda Metro Jaya tergelak. Dengan polos, bapak satu anak ini mengucapkan terima kasih kepada polisi karena telah menangkapnya.

" Terima kasih kepada polisi karena sudah menangkap saya," ucap dia.

Kusmayadi memang polos mengatakan itu. Sebetulnya, ia hanya ingin mengucapkan rasa terima kasih atas perlakuaan polisi yang menangkapnya.

Meski begitu, drama kesedihan dan penyesalan Kusmayadi akan segera berakhir. Sebab, jeruji besi akan menemani rencana polisi yang menetapkan ancaman hukuman mati kepadanya. (Ism) 

2 dari 3 halaman

Kalimat yang Buat Wanita Hamil Dimutilasi

Dream - Kematian yang terjadi pada Nur Atika, perempuan hamil yang terbunuh karena mutilasi oleh Kusmayadi bukan tanpa alasan.

Menurut pengakuan Kusmayadi, Nur Atika meninggal karena satu kalimat yang dikeluarkan perempuan yang berstatus kekasihnya itu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan, awal peristiwa pembunuhan itu karena sepasang kekasih itu terlibat cekcok. 
Ini lantaran Kusmayadi, tak kunjung menikahi Nur Atikah, meskipun perempuan itu telah berbadan dua.

Agus yang mulai sebal kepada Nur Atikah mendorong perempuan hingga tersungkur di lantai rumahnya di Desa Tegalsari, Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Nur sontak berbicara sedikit lantang kepada Kusmayadi, " Kan saya sudah bilang kalau mau pulang sekarang monyet!," ucap Krishna menirukan pengakuan Kusmayadi.

Mendengar ucapan itu, amarah Kusmayadi mulai membara. Dengan gelap mata dia memiting leher Nur yang sedang mengandung bayi enam bulan.

" Korban berteriak. Teriakannya semakin kuat," kata Krishna.

Selama 30 menit, kata Krishna, Kusmayadi memiting leher Nur sehingga akhirnya tak bernyawa. Pada ketika itu, Kusmayadi bingung lantas berinisiatif untuk menghilangkan jejak.

" Tersangka terbesit pikirannya untuk menghilangkan jejak perbuatannya. Kemudian mengambil golok yg ada di bawah televisi, dan memutilasi badan korban," ucap dia.

3 dari 3 halaman

Pengakuan Mengerikan Pemutilasi

v

Beri Komentar