Pelukan Presiden Cantik Kroasia Buat Iran Panas-Dingin

Reporter : Sugiono
Rabu, 18 Juli 2018 18:01
Pelukan Presiden Cantik Kroasia Buat Iran Panas-Dingin
Adegan pelukan Presiden Kroasia yang cantik kepada para pemain di upacara penutupan Piala Dunia 2018 disensor stasiun televisi Iran.

Dream - Presiden Kroasia, Kolinda Grabar Kitarovi, menjadi pusat perhatian saat menyaksikan secara langsung final Piala Dunia 2018 yang mempertemukan negaranya dengan Perancis.

Meski akhirnya Kroasia kalah dari Perancis pada pertandingan final di Stadion Luzhniki pada hari Minggu kemarin, Kolinda menunjukkan sifat sportif yang luar biasa.

Kolinda langsung turun ke lapangan dan memberikan pelukan kepada setiap pemain Kroasia sambil mengenakan jersey kebanggaan negaranya.

Dia tak hanya memeluk para pemain Kroasia, tapi juga menunjukkan sikap yang sama terhadap tim nasional Perancis.

Namun aksi simpatik Kolinda di upacara penutupan final Piala Dunia 2018 yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi Iran itu mendapat kecaman dari kelompok garis keras di negara itu.

Mereka menganggap seorang wanita tidak pantas memperlihatkan sikap yang dianggap merusak moral tersebut.

Stasiun negara Iran IRIB dan beberapa saluran televisi lain yang menggunakan sensor ketat segera memutuskan program siaran langsung tersebut.

Mereka menayangkan kembali beberapa cuplikan pertandingan final antara Kroasia dan Perancis untuk mengganti jeda.

Setelah itu mereka menyiarkan kembali siaran langsung upacara penutupan Piala Dunia 2018 setelah adegan Kolinda memeluk para pemain berakhir.

Meski begitu, seorang anggota parlemen Iran bernama Ali Motahari membela sikap Kolinda di upacara penutupan final Piala Dunia 2018.

Menurutnya, pelukan Kolinda bukan pelukan nafsu seorang perempuan, tapi untuk menunjukkan kehangatan seorang ibu kepada anak-anaknya.

Rupanya, malam penutupan Piala Dunia 2018 itu termasuk malam kontroversial bagi dunia pertelevisian Iran.

" Semuanya berjalan lancar sehingga tak seorangpun yang merasa ada masalah dalam siaran langsung upacara penutupan itu di saluran tiga Iran. Namun tindakan tiba-tiba dari Presiden Kroasia membuat takut para eksekutif saluran televisi Iran," lapor Aine News.

" Aksi itu memaksa saluran televisi Iran untuk menghentikan siaran langsung dan menyiarkan kembali beberapa klip dari pertandingan antara Perancis dan Kroasia ... siaran langsung dilanjutkan secara normal setelah pelukan berakhir," tambah situs tersebut.

Bukan hanya saluran televisi Iran saja yang alergi dengan Piala Dunia 2018, Presiden Hassan Rouhani tidak menghadiri upacara penutupan tersebut meskipun ada undangan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Beberapa pengamat mengatakan ketidakhadiran Rouhani adalah untuk menghindari rasa malu karena berjabat tangan dengan wanita atau menonton upacara pembukaan yang melibatkan penyanyi dan penari.

(Sah, Sumber: AlArabiya.net)

Beri Komentar