Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Kroasia, Kolinda Grabar Kitarovic, Mengusap Air Mata Luka Modric. (Foto: Twitter @OverLord_Xd)
Dream - Presiden Kroasia, Kolinda Grabar Kitarovi, menjadi pusat perhatian saat menyaksikan secara langsung final Piala Dunia 2018 yang mempertemukan negaranya dengan Perancis.
Meski akhirnya Kroasia kalah dari Perancis pada pertandingan final di Stadion Luzhniki pada hari Minggu kemarin, Kolinda menunjukkan sifat sportif yang luar biasa.
Kolinda langsung turun ke lapangan dan memberikan pelukan kepada setiap pemain Kroasia sambil mengenakan jersey kebanggaan negaranya.
Dia tak hanya memeluk para pemain Kroasia, tapi juga menunjukkan sikap yang sama terhadap tim nasional Perancis.
Namun aksi simpatik Kolinda di upacara penutupan final Piala Dunia 2018 yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi Iran itu mendapat kecaman dari kelompok garis keras di negara itu.
Mereka menganggap seorang wanita tidak pantas memperlihatkan sikap yang dianggap merusak moral tersebut.
Stasiun negara Iran IRIB dan beberapa saluran televisi lain yang menggunakan sensor ketat segera memutuskan program siaran langsung tersebut.
Mereka menayangkan kembali beberapa cuplikan pertandingan final antara Kroasia dan Perancis untuk mengganti jeda.
Setelah itu mereka menyiarkan kembali siaran langsung upacara penutupan Piala Dunia 2018 setelah adegan Kolinda memeluk para pemain berakhir.
Meski begitu, seorang anggota parlemen Iran bernama Ali Motahari membela sikap Kolinda di upacara penutupan final Piala Dunia 2018.
Menurutnya, pelukan Kolinda bukan pelukan nafsu seorang perempuan, tapi untuk menunjukkan kehangatan seorang ibu kepada anak-anaknya.
Rupanya, malam penutupan Piala Dunia 2018 itu termasuk malam kontroversial bagi dunia pertelevisian Iran.
" Semuanya berjalan lancar sehingga tak seorangpun yang merasa ada masalah dalam siaran langsung upacara penutupan itu di saluran tiga Iran. Namun tindakan tiba-tiba dari Presiden Kroasia membuat takut para eksekutif saluran televisi Iran," lapor Aine News.
" Aksi itu memaksa saluran televisi Iran untuk menghentikan siaran langsung dan menyiarkan kembali beberapa klip dari pertandingan antara Perancis dan Kroasia ... siaran langsung dilanjutkan secara normal setelah pelukan berakhir," tambah situs tersebut.
Bukan hanya saluran televisi Iran saja yang alergi dengan Piala Dunia 2018, Presiden Hassan Rouhani tidak menghadiri upacara penutupan tersebut meskipun ada undangan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Beberapa pengamat mengatakan ketidakhadiran Rouhani adalah untuk menghindari rasa malu karena berjabat tangan dengan wanita atau menonton upacara pembukaan yang melibatkan penyanyi dan penari.
(Sah, Sumber: AlArabiya.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya