Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tsunami Menghancurkan Pemukiman Warga (Foto: BNPB)
Dream - Pemerintah Provinsi Banten menetapkan status darurat untuk penanganan musibah tsunami Selat Sunda. Status darurat tersebut berlaku sejak 27 Desember 2018 hingga 9 Januari 2019.
" Saya menginstruksikan agar penanganan ini terus dilakukan oleh seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) hingga pascabencana selanjutnya," kata Gubernur Banten, Wahidin Halim, dilaporkan Liputan6.com, Jumat, 28 Desember 2018.
Wahidin mengatakan penanganan tanggap darurat itu di bawah kendali Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.
" Dua jam sejak terjadinya bencana Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) langsung menurunkan alat-alat berat untuk menormalisasi berbagai akses jalan yang tertutup, sehingga distribusi dan penyaluran bisa lebih cepat," ucap dia.
Selain akses jalan, Wahidin juga ingin memastikan ketersediaan posko kesehatan di setiap Puskemas. " Dipersiapkan pula obat-obatan dan tim medis serta dokter dari seluruh kota/kabupaten yang ada di Povinsi Banten. Begitu pula dalam mempersiapkan berbagai sarana tempat pengungsian dan dapur umum," ujar dia.
Status tanggap darurat ditetapkan setelah Pemerintah Kabupaten Padeglang dan Kabupaten Serang mengeluarkan status tanggap darurat.
Berdasarkan informasi Pemerintah Provinsi Banten, wilayah yang terdampak bencana tsunami yaitu Kecamatan Anyer dan Cinangka, yang berada di Kabupateng Serang.
Selain dua kecamatan itu, ada pula tujuh kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Tujuh kecamatan itu diantaranya, Kecamatan Carita, Labuan, Panimbang, Sukaresmi, Cigeulis, Cibaliung, dan Sumur.
Kerugian material yang dihitung mencapai 526 unit rumah, 33 kendaraan roda empat, 42 kendaraan roda dua, 14 hotel dan vila, 60 warung kuliner, 215 gazebo, dan 44 unit perahu.
Sumber: Liputan6.com/Yandhi Desiatama
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya