Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah Menerima Kunjungan Warga Terdampak Banjir (Istimewa)
Dream - Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dikenal sebagai daerah langganan banjir. Sedikitnya, tiga nagari (desa) di kecamatan tersebut kerap terendam air setiap kali hujan besar turun.
Menanggapi keluhan masyarakat soal banjir, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menyatakan segera melakukan penanganan. Dalam waktu dekat, langkah yang dijalankan berupa penanganan tanggap darurat.
" Insya Allah mulai dikerjakan dalam minggu ini yang penting masyarakat terlindungi dari luapan air sungai selama ini," ujar Mahyeldi saat bertemu dengan tokoh masyarakat di Istana Gubernur pada Kamis kemarin.
Langkah tanggap darurat tersebut antara lain pemasangan geobag (karung pasir) dan bronjong di sepanjang aliran batang sako. Untuk hal ini, dianggarkan biaya sebesar Rp300 juta dalam pos Biaya Tak Terduga, diambilkan dari BPBD, Dinas PSDA dan Bina Konstruksi Sumbar.
" Sedangkan untuk jangka panjangnya, Dinas PSDA telah melakukan perencanaan dan mengusulkan kegiatan ke pemerintah pusat tahun 2022 sebesar Rp500 miliar," kata dia.
Untuk total kebutuhan anggaran pembangunan pada 2022, kata Mahyeldi, mencapai Rp1,2 triliun. Pihaknya juga telah mengusulkan kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi.
Selain itu, Mahyeldi juga memperhatikan kondisi masyarakat terdampak bencana. Sejumlah bantuan sudah dikirimkan seperti beras dan kebutuhan lain-lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
" Kita telah telepon dan perintahan Dinas Sosial Provinsi untuk segera turun ke lapangan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana banjir tersebut di tiga nagari di Kecamatan Ampek Hulu Tapan," kata Mahyeldi.
Tak hanya itu, dia juga sudah menelepon Kepala Dinas Pendidikan Sumbar untuk memastikan proses belajar mengajar pada pelajar terdampak bencana bisa tetap berjalan. Juga agar persiapan para pelajar menghadapi ujian tidak terganggu.
" Dinas pendidikan juga telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dan dengan kementerian terkait proses belajar mengajar serta persiapan ujian untuk tiga nagari yang terkena bencana banjir tersebut," ucap Mahyeldi.
Mahyeldi pun meminta dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan normalisasi sungai. Terutama persoalan lahan yang terdampak kegiatan.
" Sehingga pelaksanaan pembangunan itu dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan harapan," harap Mahyeldi.
Pimpinan rombongan masyarakat Tapan, Cendra Hardi Nurba, mengatakan banjir besar pada Selasa dan Minggu, 11 dan 16 Mei 2021 mengakibatkan 866 unit rumah warga di dua kecamatan, Ranah Ampek Hulu Tapan dan Basa Ampek Balai Tapan, terendam air setinggi 0,5-2,5 meter. Banjir juga merendam sawah padi seluas 1.275 ha, sawah palawija 303 ha.
" Aliran batang Tapan sekarang karena banjir besar telah beralih masuk ke perkampungan masyarakat yang melintasi Nagari Binjai Tapan, dan Nagari Kampuang Tangah Tapan," kata Cendra.
Kerugian lain, kata Cendra, sebanyak 5 unit rumah hanyut dan roboh. Dua unit jembatan rusak dan putus, tujuh unit fasilitas pendidikan, lima unit sarana ibadah, dan tiga unit kantor pemerintahan mengalami kerusakan.
" Kunjungan kami masyarakat Tapan tersebut bertujuan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait persoalan banjir yang selalu mendera 11 nagari sangat berdampak terhadap kehidupan masyarakat yang terdampak, baik dari sisi fisik maupun psikis dan troma," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya