Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gunung Merapi
Dream - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mengeluarkan awan panas tengah malam tadi, 13 Agustus 2019 pukul 23.31 WIB.
Dilaporkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), guguran awan panas tercatat di seismogram pada amplitudo maximal 30 milimeter. Sementara itu, durasi guguran selama kurang lebih 95 detik.
" Jarak luncur 950 meter ke arah hulu Kali Gendol," tulis BPPTKG.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan guguran awan panas pada Rabu, 14 Agustus 2019. Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 04.52 WIB.
Awan panas guguran itu tercatat di seismogram BPPTKG dengan amplitudo maximal 50 milimeter dan durasi 95,80 detik.
" Jarak luncur 950 meter ke arah hulu Kali Gendol," kata BPPTKG.
BPPTKG menyatakan jarak luncuran ini masih dalam kondisi aman. Radius kawasan aman yang direkomendasikan BPPTKG yaitu 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
Highlight Merapi 14/08/2019 pic.twitter.com/DwktN7aiH7
— VolcanoYT (@VolcanoYTz)August 14, 2019
Dream - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas. Sejak pagi tadi, Senin, 18 Februari 2019, beberapa kali guguran awan panas meluncur dari puncak gunung Merapi. Terakhir, awan panas terlihat sekitar pukul 2 siang tadi.
Dikutip dari Liputan6.com, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Yuwono Haris Yuliyanto, menyatakan situasi masih tergolong aman.
Belum ada laporan terjadinya hujan abu di wilayah Klaten. Meski demikian, warga tetap diminta waspada dan mematuhi rekomendasi untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak.
Selain di Klaten, guguran dan luncuran awan panas juga terjadi di Sleman, DI Yogyakarta. Guguran tersebut mengarah ke Kali Gendol.
Bupati Sleman, Sri Purnomo, meminta masyarakat tetap tenang. Meski kembali beraktivitas, kondisi Merapi masih aman.
Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan status Gunung Merapi menjadi Waspada (Level 2).
Hal ini menyusul terjadinya guguran awan panas beberapa kali dalam sehari ini. Guguran terbaru terjadi pada pukul 14.21 WIB dengan durasi 63 detik mengarah ke Kali Gendol.
Telah terjadi awanpanas guguran di Gunung #Merapi pada pukul 14:21 WIB dengan durasi 63 detik, arah ke Kali Gendol.#statuswaspada pic.twitter.com/0PnHtcA8DY
— BPPTKG (@BPPTKG)18 Februari 2019
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya