Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pencari Ikan Diserang Beruang Usai Menjalani Operasi Di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. (Liputan6.com/M Syukur)
Dream - Seorang pencari ikan di Desa Tanjung Karang, Kampar Kiri Hulu, terlibat duel dengan seekor binatang liar, beruang. Serangan itu menyebabkan Aniesman mengalami luka-luka dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad, Pekanbaru.
Beruang tersebut ternyata menyerang Anisman sebanyak dua kali. Serangan dilakukan dengan jeda waktu sekitar 15 menit.
Ditemui di ruang perawatan RSUD, Anisman menceritakan serangan beruang terjadi ketika dia hendak pulang. Di tengah jalan, Anisman dan kawannya, Darlis, berpapasan dengan beruang.
" Teman saya dikejar pertama, dia berhasil meloloskan diri. Tinggal saya sendiri, kemudian dikejar oleh beruang," ucap Anisman kepada Liputan6.com, Kamis, 5 September 2019.
Pertarungan tak terelakkan. Beruang mencakar tangan dan berusaha menggigit kepalanya. Anisman menangkis gigitan itu dengan tangannya.
Beruang tadi meninggalkan Anisman yang sudah lemas. Anisman lalu bangkit dan mencari pertolongan.
Tapi, saat berjalan gontai, beruang yang sama muncul dari semak-semak. Selama 15 menit Anisman berusaha menendang beruang yang ingin menggigit dan mencakar kepalanya.
" Kaki saya menahan badan beruang, tangan saya di mulutnya. Mau saya koyak mulut beruang itu tidak bisa, karena sudah tidak ada tenaga, hampir setengah jam seranganya," kata Anisman.
Anisman bersyukur karena beruang itu akhirnya pergi dan Darlis dan masyarakat membawanya ke Puskesmas setempat.
Anisman akhirnya dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad untuk dioperasi. Kini, Anisman masih dikontrol intensif oleh dokter dan sudah dirontgen karena kaki kanannya patah.
" Beruangnya tidak besar kali, tapi kukunya itu tajam sekali, kuat beruang itu," ucap Anisman.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/M Syukur)
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Mahfud menyampaikan keprihatinannya dengan kondisi yang dialami Anisman.
Mahfud mengatakan, beruang keluar dari hutan dan mendekati sungai itu sudah biasa. Apalagi saat musim kemarau, di mana pakan di tengah hutan sulit dicari sehingga beruang juga mencari ikan.
" Ikan juga merupakan salah satu makanan beruang. Serangan diduga terjadi karena beruang kaget dan korban juga kaget. Ada gerakan tiba-tiba sehingga beruang menyerang," sebut Mahfud.
Mahfud menduga beruang yang menyerang itu masih muda. Bisa jadi, beruang tadi mulai memasuki musim kawin atau masa puberitas sehingga hormonnya meningkat dan lebih agresif.
" Untuk saat ini, tim masih di lokasi. Belum ada laporan temuan jejak beruang, tapi Masya sudah diperingatkan jangan bereaksi berlebih ketika berhadapan dengan beruang karena bisa diserang," ucap dia.
Dream – Pengendara kendaraan bermotor pasti sudah tahu ancaman Tilang jika melanggar peraturan. Mereka tak bsia seenaknya menggunakan fasilitas umum itu tanpa mengindahkan aturan lalu lintas.
Selain mengatur keselamatan sopir dan penumpang, peraturan lalu lintas juga mengatur soal cara kendaraan mengangkut sebuah barang. Muatan yang melampaui batas maksimal tentu akan kena tilang.
Meski sudah tahu, tetap saja ada pengendara yang mencoba mengelabui petugas. Seperti dilakukan seorang pengemudi di Amerika Serikat ini.
Dikutip dari Auto Evolution, Minggu 11 Agustus 2019, polisi di Stow, Massachusetts, Amerika Serikat, harus menghentikan paksa pengemudi Honda Accord. Pengemudi ini kedapatan mengangkut boneka beruang raksasa dengan kereta tambahan.
Pengemudi mengikat boneka di atas kereta tambahan agar tidak jatuh. Keretanya dikaitkan di bagian belakang mobil.
Polisi ini menyebut aksi sang pengemudi membahayakan pengemudi yang lain.
“ Tolong pintarlah,” tulis polisi di Twitter.
Polisi menyebut jika ingin memberikan “ tumpangan” kepada boneka beruang, lebih baik pengemudi memberikan tempat di atap mobil atau di dalam kendaraan.
“ Jangan menderek barang-barang yang tidak seharusnya diderek,” tulis polisi.
Tak ada kejelasan apakah pengemudi ini ditilang atau hanya diberi surat peringatan. Yang jelas, menderek barang dengan ceroboh bisa membahayakan pengguna jalan yang lainnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya