Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi Virus Corona Atau SARS-CoV-2. (Foto: Freepik.com)
Dream - Sebuah studi terbaru di China menemukan bahwa virus corona atau SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 memiliki kemampuan untuk bermutasi.
Sayangnya, kemampuan tersebut selama ini diremehkan oleh ilmuwan. Padahal, dengan mutasi ini, virus corona menghasilkan strain (keturunan) dengan sifat yang berbeda-beda.
Strain SARS-CoV-2 yang paling agresif dapat menghasilkan viral load 270 kali lebih banyak dibandingkan jenis yang paling lemah.
Selain itu, strain dengan sifat bermacam-macam ini dapat menyebabkan dampak penyakit yang berbeda di berbagai belahan dunia.
Profesor Li Lanjuan dan rekan-rekannya dari Universitas Zhejiang menemukan proses mutasi yang sebelumnya tidak dilaporkan dalam sekelompok kecil pasien Covid-19.
Mutasi tersebut begitu unik dan langka sehingga para ilmuwan tidak pernah menduga bahwa hal itu akan terjadi.
Mereka juga mengkonfirmasi untuk pertama kalinya dengan bukti laboratorium bahwa mutasi tertentu menghasilkan strain yang lebih mematikan daripada jenis lainnya.
" SARS-CoV-2 bisa melakukan mutasi secara substansial sehingga mampu mengubah sifat patogenisitas (kemampuan patogen untuk menyebabkan penyakit) pada keturunannya," kata Profesor Li.
Studi yang dilakukan Profesor Li memberikan bukti kuat pertama bahwa mutasi dapat memengaruhi seberapa ganas virus corona menyebabkan penyakit atau kerusakan pada inangnya.
Profesor Li mengambil pendekatan yang tidak biasa untuk menyelidiki mutasi virus corona.
Dia menganalisis strain virus yang diisolasi dari 11 pasien Covid-19 yang dipilih secara acak dari Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang.
Profesor Li kemudian menguji seberapa efisien strain virus corona itu dapat menginfeksi dan membunuh sel inangnya.
Hasilnya, mutasi virus corona yang paling mematikan pada pasien di Zhejiang juga telah ditemukan pada sebagian besar pasien di seluruh Eropa.
Sedangkan strain yang lebih 'jinak' ditemukan pada pasien di sebagian Amerika Serikat, seperti di negara bagian Washington.
Sebuah studi terpisah menemukan bahwa strain paling ganas ditemukan di New York yang diimpor dari Eropa. Tingkat kematian di New York serupa dengan di banyak negara Eropa. Bahkan lebih buruk.
Namun, menurut penelitian Profesor Li, mutasi yang lebih jinak tidak berarti menyebabkan risiko yang lebih rendah.
Di Zhejiang, dua pasien berusia 30-an dan 50-an yang tertular strain yang lebih jinak justru menderita sakit parah. Meski keduanya sembuh pada akhirnya.
Temuan ini bisa menjelaskan mengapa terjadi perbedaan dalam hal mortalitas (angka kematian) akibat Covid-19 di berbagai negara di dunia.
Sayangnya, studi yang dilakukan Profesor Li ini masih menggunakan sampel virus dalam jumlah yang terlalu kecil.
Sedangkan studi sejenis lainnya melibatkan sampel SARS-CoV-2 dalam jumlah ratusan, bahkan ribuan.
Tim Profesor Li mendeteksi lebih dari 30 mutasi virus corona. Di antaranya terdapat 19 atau sekitar 60 persen mutasi baru
Sumber: SCMP
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang