Pengawal Raja Salman Tewas Ditembak Rekan Usai Terlibat Cekcok

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 30 September 2019 14:01
Pengawal Raja Salman Tewas Ditembak Rekan Usai Terlibat Cekcok
Tidak diketahui secara pasti motif di balik penembakan Jenderal Al Faghim.

Dream - Pengawal utama Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz As Saud, tewas ditembak oleh rekan sendiri. Nama pengawal Raja Salman itu adalah Jenderal Abdulaziz Al Faghem.

Dari laporan media setempat, penembakan tersebut dikabarkan dipicu masalah pribadi.

Dikutip dari The New York Times, Jenderal Al Faghem tertembak pada Minggu, 29 September 2019 waktu setempat. Belum diketahui secara pasti persoalan apa yang menyebabkan pengawal utama penguasa Saudi itu mati.

Jenderal Al Faghem, sosok berbadan tegap merupakan tokoh penting dalam Kerajaan Saudi. Dia bertanggung jawab penuh atas keamanan raja dan sering muncul di dekatnya dengan seragam dan baret Pengawal Raja.

Saat Raja Salman ke Indonesia, sosok Al Faghem juga sempat menjadi sorotan. Pengawal pribadi Raja Salman ini tak pernah jauh dari sang raja. 

 

1 dari 5 halaman

Berawal dari Cekcok

 raja saudi

Media resmi kerajaan, Saudi Press Agency, melaporkan Jenderal Al Faghem sempat mengunjungi temannya di pelabuhan Laut Merah di Jeddah pada Sabtu malam. Seorang teman lain bergabung dalam pertemuan tersebut.

Setelah terlibat pertengkaran, teman kedua keluar tempat pertemuan di sebuah rumah dan kembali beberapa saat kemudian dengan membawa senjata api.

Orang tersebut melepaskan tembakan, melukai Jenderal Al Faghem dan dua lainnya.

2 dari 5 halaman

Fakta Mengejutkan Pengawal Raja Saudi

Dream - Banyak yang menarik dari kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz. Salah satunya, sosok berkepala botak yang terus menempel raja berusia 81 tahun tersebut.

Bertubuh jangkung. Tegap. Sorot matanya tajam. Selalu waspada. Posisinya selalu ada di samping atau belakang raja yang sudah dua tahun berkuasa itu.

Saat pesawat Raja Salman tiba di Halim Perdanakusuma Rabu kemarin, dialah orang pertama yang muncul di pintu. Dia mengawasi sekeliling, sebelum akhirnya masuk lagi. Dia kembali muncul mengiringi sang raja.

 Raja Saudi

Pria itu adalah Abdul Aziz Al-Faghm. Pengawal setia Raja Saudi. Pria berpangkat Brigjen ini selalu ada tiap lawatan Pelayan Dua Masjid Suci itu.

 

3 dari 5 halaman

Sosok Pengawal Raja Salman

Al-Faghm adalah lulusan King Khaled Millitary College pada 1991. Pria berusia 50an tahun itu merupakan salah satu lulusan terbaik hingga diangkat menjadi Brigade Khusus Kenegaraan Saudi.

 raja saudi

Dia juga sosok multitasking. Kemampuannya komplit. Tidak hanya memastikan keselamatan raja. Perwira yanag satu ini juga pemegang lisensi pilot. Dia bahkan ahli menjinakkan bom.

Sebelas tahun sudah dia mengawal Raja Salman. Dari silsilah keluarga, ayah Al-Faghm juga merupakan abdi setia kerajaan Saudi. Sang ayah 30 tahun mengabdi kepada Raja Abdullah, yang digantikan oleh Salman. 

 

 

4 dari 5 halaman

Usai Serangan di Kilang Saudi, Harta Juragan Minyak Ini Tambah Rp28 Triliun

Dream – Harga minyak dunia melesat setelah terjadi serangan drone ke kilang minyak Arab Saudi. Para juragan minyak pun makin bertambah kaya karena melambungnya harga tersebut.

Itu pula yang dirasakan Harold Hamm, pemilik Continental Resources Inc. Menurut Bloomberg, Rabu 18 September 2019, harga saham Continental Resources Inc, melonjak 22 persen pada Senin 16 September 2019.

Penambahan saham ini membuat kekayaannya meroket hingga US$2 miliar (Rp28,08 triliun). Sehingga harta Harrold Hamm melejit menjadi US$11,6 miliar (Rp162,89 triliun).

Sekadar informasi, Hamm memiliki 77 persen saham di perusahaan migas yang berbasis di Oklahoma, Amerika Serikat, itu.

Harga minyak dunia menanjak setelah muncul serial serangan terhadap kilang minyak Abqaiq Arab Saudi. Serangan ini membuat pasokan minyak dunia terpangkas lima persen.

 

 

5 dari 5 halaman

Kilang Minyak Aramco Diserang, AS Tuduh Iran

Dream - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Richard Pompeo meluapkan amarah ke Iran. Amarah itu meluap karena Iran diduga menjadi otak di balik pembakaran kilang minyak milik perusahaan Arab Saudi, Aramco.

Mike menolak klaim aksi itu dilakukan pemberontak Houthi, yang didukung Iran. Seperti diketahui, Arab Saudi memimpin koalisi militer yang didukung Barat menentang gerakan pemberontak Houthi di Yaman.

" Tehran (ibu kota Iran) dibalik sekitar 100 serangan di Saudi Arabia, ketika Rouhani dan Zarif memilih untuk berdiplomasi," kata Pompeo dalam cuitannya, diakses Senin, 16 September 2019.

 

Dia menggambarkan serangan itu sebagai serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pasokan energi dunia.

" Kami menyerukan semua negara untuk secara terbuka dan tegas mengutuk serangan Iran," kata Pompeo.

Meski demikian, Kementerian Luar Negeri Iran menuduh Pompeo sebagai penipu.

Sementara itu, Kementerian Energi Arab Saudi mengatakan pembakaran kilang minyak itu telah mengurangi produksi minyak mentah sebesar 5,7 juta barel per hari atau sekitar setengah dari produksi Arab Saudi.

Kondisi ini punya dampak signifikan terhadap harga minyak dunia.

Dilaporkan BBC, serangan yang diduga oleh drone alias pesawat tanpa awak di kilang Minyak Saudi di Abqaiq terjadi pada Sabtu. Lokasi ini merupakan pengolahan minyak terbesar Aramco.

Serangan-serangan itu tiba dengan latar belakang ketegangan yang terus-menerus antara AS dan Iran, menyusul sikap Presiden AS Donald Trump yang mundur dari perjanjian kegiatan nuklir Iran.

Melihat kasus ini, AS akan bekerja dengan sekutunya untuk memastikan pasar energi tetap tersuplai dengan baik.

Gedung Putih mengatakan Trump telah menawarkan dukungan AS untuk membantu Arab Saudi mempertahankan diri dari serangan Iran.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone