Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Farad Polk (dailymail.co.uk)
Dream - Apa jadinya jika seorang penunjung penjara justru tanpa sengaja ikut tertahan di dalam rumah tahanan. Pasti mereka yang tinggal di dalamnya akan dicekam rasa ketakutan seharian.
Meski terbilang mustahil, namun kejadian ini benar-benar dialami seorang ayah di Amerika Serikat (AS). Tanpa sengaja dia terkunci di dalam ruang sel penjara dengan keamanan maksimum selama 32 jam.
Cerita bermula saat Farad Polk mengunjungi anaknya, yang juga bernama Farad Polk, di Penjara Wilayah Cook di Chicago, Amerika Serikat.
Seorang staf penjara memberitahu Polk untuk belok di ujung lorong. Namun ternyata di salah masuk.
© Dream
Dia berpikir ruangan yang dia masuki adalah area mengunjungi tahanan.
Polk justru masuk ke sebuah ruangan berukuran kecil yang ternyata sel untuk mengurung tahanan berbahaya. Ruangan itu memang sedang tidak digunakan, seperti dilaporkan NBC Chicago.
Tiba-tiba saja, pintu ruangan itu mengunci secara otomatis. Polk baru sadar dia berada di penjara dengan keamanan maksimum.
Tidak ada cara untuk keluar dari ruangan itu. Dia berusaha berteriak meminta bantuan, namun tidak ada yang mendengar.
Kepada NBC Chicago, Polk mengatakan dia sudah melakukan berbagai usaha untuk keluar. Tetapi, semua usaha yang dia lakukan tidak berhasil.
© Dream
" Menendang pintu, berteriak, memanggil-manggil dari bawah pintu, tetap tidak berhasil," kata Polk.
Pengacara Polk, Cannon Lambert, mengatakan kliennya dapat mendengar para penjaga di balik dinding. Tetapi, tidak ada yang membantunya keluar dari ruangan tersebut.
Terperangkap dalam ruangan berukuran 2,5x2,5 meter selama 32 jam, Polk terpaksa buang air dan tidur di lantai yang dingin. Selain itu, dia juga tidak makan atau minum.
Polk akhirnya bisa diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran setelah dia menjebol sprinkler (alat pemadam kebakaran yang biasa dipasang di plafon). Akibat merusak kepala sprinkler itu, jari jempol Polk harus dijahit.
© Dream
Ditemukan petugas pemadam kebakaran bukan berarti nasib Polk mujur. Dia malah diborgol dan diinterogasi oleh sipir penjara.
" Saya kira saya akan mati di dalam sel itu," kata Polk.
Dia berencana menuntut penjara karena trauma yang dialaminya.
Sejak terkunci di dalam sel, Polk merasa trauma. Dia tidak bisa mengunjungi anaknya yang dipenjara sejak Januari lalu karena kasus kepemilikan narkoba.
ayah tidak sengaja terkunci di dalam sel penjara dengan keamanan maksimum selama 32 jam. Atas kejadian itu, dia diberi kompensasi US$600 ribu (setara Rp8,1 miliar).
Sumber: dailymail.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya