Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Erry Susilo Sedang Digendong Sang Ibu, Tatik Sukilah (kitabisa.com)
Dream – “ Kaki ibu ini sebagai ganti kakimu,” ucap Tatik Sakilah kepada sang putra, Erry Susilo. Perempuan 47 tahun itu sadar betul, anaknya tak mampu berjalan. Sejak kecil, remaja 16 tahun itu memang lumpuh.
Dan Tatik terus memegang janjinya itu. Dia benar-benar menjadi “ kaki” Erry. Ke mana pun mereka pergi, Tatik selalu menggendong Erry.
Seperti siang itu. Keduanya menumpang ojek. Mereka menuju sebuah lorong di salah satu sudut Kota Yogyakarta. Sesampai di ujung lorong, ojek itu berhenti. Tatik turun dan langsung menyandarkan tubuh Erry ke punggungnya.
Tubuh Erry sepenuhnya berada di punggung Tatik. Sembari menggendong Erry, wanita itu berjalan menyisir lorong. Langkahnya terhenti di sebuah rumah mungil berukuran 5x4 meter yang terletak di Ledok Tukangan DN2/143 Danurejan, Tegal Panggung, Kota Yogyakarta.
Rumah itu milik orang. Keduanya sudah sejak 2003 lalu tinggal di rumah mungil itu. mengontraknya. Ke kamar itulah Tatik menurunkan Erry. Dia dudukkan di kursi, sebelum akhirnya mengendurkan dasi dan membuka kancing seragam Erry.
Erry tidak bergerak ke manapun. Dia menderita kelumpuhan mulai leher hingga sekujur tubuhnya. Untuk bergerak, dia mengandalkan bantuan sang ibu.
Saat lahir, Erry tumbuh sebagai anak yang normal. Bisa dikatakan, Erry kecil adalah anak yang sangat aktif. Tetapi, kondisinya berubah saat menginjak kelas III Sekolah Dasar.
“ Kelas III SD, Erry tiba-tiba saat jalan sering jatuh karena kakinya lemas dan hanya merangkak,” kata Tatik.
Melihat kondisi Erry, Tatik menempuh pelbagai cara demi bisa menyembuhkan putranya. Tidak hanya ke dokter, Tatik pun pernah mendatangi pengobatan alternatif di Yogyakarta, bahkan ke Klaten, Jawa Tengah.
Berobat ke sana sini tentu menghabiskan banyak uang. Bahkan Tatik sampai menjual rumah di Purworejo. Tetapi, Erry tak kunjung sembuh. “ Sampai habis-habisan, rumah dijual pokoknya demi anak sembuh saya lakukan,” ucap Tatik
Situasi menjadi semakin sulit ketika salah satu dokter spesialis saraf menyatakan Erry mengidap muscular dystrophy (DMD) atau degenerasi otot. Hingga saat ini, obat penyakit tersebut belum ditemukan.
“ Katanya tidak ada obatnya, hanya kasih sayang orangtualah yang akan menguatkannya,” kata Tatik.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya