Perumahan Elite di Bekasi Tutup Akses Keluar Masuk

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 1 April 2020 09:48
Perumahan Elite di Bekasi Tutup Akses Keluar Masuk
Warga memprotes kebijakan tersebut.

Dream - Penutupan akses di sejumlah wilayah perumahan mulai dilakukan. Upaya itu dilakukan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di kota yang ditetapkan sebagai zona merah.

Salah satu perumahan yang sudah melakukan karantina lokal yaitu Kemang Pratama, Rawalumbu, Kota Bekasi. Meski mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Bekasi, karantina lokal itu menuai protes warga setempat karena penutupan portal pada akses jalan utama perumahan diangap menyulitkan aktivitas warga.

" Nah ini yang menutup jalan akses utama pintu masuk ke Kemang Pratama itu Forum RW yang tidak ada kapasitasnya. Dasar payung hukum dia munutp itu apa?" kata King Vidor, warga Kemang Pratama.

Dilaporkan Liputan6.com, King menyebut tidak semua RW menyetujui langkah penutupan tersebut. Dia menyebut, penutupan itu membuat suasana meresahkan.

" Membuat semakin panik," kata dia.


1 dari 5 halaman

Warga Protes

Penutupan ini, kata King juga membuat warga yang hendak melintas ke rumah sakit misalnya, menggunakan jalan yang terlalu jauh.

Warga Kemang Pratama lain, Ahmad Teguh menilai penutupan akses jalan utama tidak diperlukan karena jalan tersebut telah menjadi jalan umum yang menghubungkan Pekayon, Bekasi Selatan dengan Rawalumbu, Bekasi Timur.

" Jadi penutupan jalan tersebut jelas hanya menambah gaduh suasana karena mempersulit aktivitas warga yang masih memiliki keperluan di luar rumah," ujar Ahmad.

Karena itu Teguh pun meminta Pemkot Bekasi turun tangan dan membuka kembali pintu utama perumahan Kemang Pratama tersebut.


2 dari 5 halaman

Sudah Dibicarakan dengan Pemkot

Sementara itu, Ketua Forum RW Kemang Pratama, Chairil Anwar, menjelaskan bahwa akses jalan yang ditutup merupakan jalan lintas yang sudah diserahkan pihak pengembang ke Pemkot Bekasi.

Meski ditutup, kata dia, masih ada pengecualian bagi beberapa profesi yang tetap diperbolehkan beroperasi di wilayah Kemang Pratama. Khususnya bagi pedagang penyedia logistik.

" Penutupan itu tidak total, tapi masih mengakomodir pedagang kecil, ojek online, truk sampah, feeder, kurir, dan truk logistik," kata Chairil.

Sebelum memutuskan penutupan jalan, sambung Anwar, Forum RW sudah berkoordinasi dengan Pemkot Bekasi dan pihak terkait lain. Dengan kesepakatan bersama, pihaknya merasa berhak memberlakukan penutupan akses jalan milik Pemkot Bekasi tersebut.

Sumber: Liputan6.com/Bam Sinulingga

3 dari 5 halaman

Pria Ini Meninggal Saat Mudik dengan Berjalan Kaki 200 Km karena Kota Lockdown

Dream – Sejumlah negara memutuskan melakuk lockdown untuk membendung penyebaran virus corona, Covid-19. Namun kebijakan itu berdampak macetnya roda perekonomian. Sejumlah orang jadi pengangguran karena tempat kerjanya tutup.

Seperti terjadi di India. Seorang lelaki 39 tahun, yang bekerja sebagai buruh restoran di ibukota India harus pulang kampung. Dia mudik karena tak lagi punya penghasilan di kota.

Tragisnya, pria bernama Ranveer Singh itu tewas di tengah jalan, saat menuju kampung halaman. Dilansir laman Times Of India, ayah tiga anak itu mudik tanpa kendaraan. Dia harus berjalan kaki sejauh 200 kilometer.

Lockdown yang dilakukan pemerintah India memang membuat operasional transportasi umum dihentikan. Meski demikian, Ranveer dan kedua rekannya memaksa mudik ke kampung halaman dengan berjalan kaki.

Selain itu, pemerintah India juga menginstruksikan kepada para pemilik toko, kantor, bahkan restoran, untuk tutup sementara waktu. Jadilah Ranveer dan kedua temannya sempat dikabarkan kelaparan di perjalanan.

Kepala Kepolisian Distrik Agra, Arvind Kumar, mengatakan, restoran di daerah Tughlakabad di New Delhi tempat Ranveer bekerja telah ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona.

4 dari 5 halaman

Menurut keterangan polisi, Ranveer ambruk di dekat Kailash Jalan Raya Nasional-2, pemilik toko perangkat keras di daerah itu sempat mendatanginya dan menawarkan teh.

“ Dia membaringkan korban di karpet dan sempat menawarkan teh serta biskuit,” ujar Arvind Kumar.

Ranveer mengeluh dadanya nyeri. Dia sempat menelepon saudara iparnya, Arvin Singh, untuk mengabarkan kondisi kesehatannya. “ Namun, sekitar pukul 06.30 malam, korban meninggal dan polisi setempat diberitahu,” tambah Arvind Kumar.

Ranveer, kata Arvind Kumar, sebelumnya berangkat ke desa asalnya dengan berjalan kaki. Kemungkinan kelelahan setelah berjalan 200 kilometer yang memicu nyeri pada dadanya.

Namun sebelum kematiannya, Ranveer telah bercerita bahwa untuk jarak tertentu dia sempat naik sebuah truk. Akan tetapi, kematiannya adalah hal yang disayangkan.

5 dari 5 halaman

Polisi mengevakuasi jenazah Ranveer untuk autopsi. Hasil autopsi mengungkapkan bahwa kematian Ranveer karena serangan jantung akibat kelelahan usai perjalanan yang sangat jauh.

Laman Times Of India mengutip saudara Ranveer, Sonu Singh, mengatakan bahwa perjalanan ketiga orang itu dilakukan sejak tiga hari sebelumnya. Ia merupakan orang miskin dan memiliki tiga anak di kampung halaman. Setelah kepergian saudaranya, Sonu merasa kasihan kepada ketiga anak Ranveer.

Perlu diketahui, kematian Ranveer ini merupakan kasus pertama di antara puluhan ribu buruh yang memaksa mudik setelah kehilangan pekerjaan di Ibu Kota akibat kebijakan lockdown oleh pemerintah India.

Beri Komentar