Perwira TNI Disebut Tewas Usai Divaksin Covid-19, Begini Faktanya

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 19 Januari 2021 11:14
Perwira TNI Disebut Tewas Usai Divaksin Covid-19, Begini Faktanya
Beredar foto seorang perwira TNI yang disebut meninggal dunia usai disuntik vaksin.

Dream - Presiden Joko Widodo telah divaksinasi pada 13 Januari lalu di Istana Merdeka, Jakarta. Ini juga menjadi tanda dimulainya program vaksin Covid-19 di Tanah Air.

Tak hanya Presiden, kelompok lainnya seperti anggota TNI pun menjadi kelompok pertama penerima vaksin Sinovac Covid-19. Namun belakang, beredar foto seorang perwira TNI yang disebut meninggal dunia usai disuntik vaksin.

TNI AD officer died© Merdeka.com

Dilansir dari Merdeka.com, Selasa 19 Januari 2021, perwira itu disebut-sebut sebagai Kasdim Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi.

" Beredarnya foto anggota TNI yang disebut-sebut sebagai Kasdim Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi, disertai keterangan bahwa yang bersangkutan meninggal dunia usai disuntik vaksin Sinovac," tulis akun Instagram @puspentni mengklarifikasi.

1 dari 6 halaman

Fakta Sebenarnya

Menanggapi kabar yang beredar, pihak TNI AD memberikan pernyataan terkait fakta tersebut.

Unggahan Instagram© Merdeka.com

Melalui unggahan akun Instagram TNI AD, kabar tersebut tidak benar dan pihaknya mengungkapkan kondisi Kasdim Gresik sehat wal afiat.

" Hingga saat ini, Kasdim Gresik dalam keadaan sehat wal afiat. Jadi tidak benar berita yang mengatakan bahwa ia meninggal setelah disuntik vaksin Sinovac,” tegas Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya Kolonel Arm Imam Haryadi.

2 dari 6 halaman

Desak Tangkap Pelaku Penyebar Hoaks

Melihat munculnya kabar hoax tersebut, netizen beramai-ramai mendesak TNI AD untuk menangkap pelaku. Sebab, kabar tersebut mampu membuat masyarakat luas resah dan khawatir.

Pak tolong di proses hukum yang sebar hoax. Surah banyak contoh satu negara rusuh bahkan hancur hanya karen hoax. Ini bukan masalah sepele????," tulis akun misakesteve.

" Tolong kasih pelajaran ndan..yang selalu bikin hoax," tulis akun kardhek.

" Wajib di cari ini pak pelakunya, sudah sangat meresahkan ini hoax + provokasi ????MEDIA DEFENSE INDONESIA," tulis akun medef_id.

" Beri pelajaran yang setimpal bagi yang menyebarkan berita hoax, usut tuntas sampai dapat . Saya setuju apa bila dapat .jangan dulu di serahkan ke polisi. Masukan kan dulu ke markas besar,biar pelaku nya jerah," tulis akun serawai06.

" Segera usut pelakunya, supaya mendapatkan jera!!! KOMANDO ????????????????????????," tulis akun edwynpras97.

 Sumber: merdeka.com

3 dari 6 halaman

Kabar Hoaks Presiden Jokowi Kejang-kejang Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

Dream - Program vaksinasi yang sedang dijalankan pemerintah diwarnai berbagai informasi salah dan hoaks di media sosial. Salah satunya adalah kabar tentang Presiden Joko Widodo yang mengalami kejang usai mendapat suntikan vaksin.

Dalam narasi informasi yang disebarkan di sosial media Facebook, disebutkan Presiden Joko Widodo mengalami kejang-kejang usai diberikan vaksin CoronaVac, Anti-Covid-19 buatan Sinovac.

Dalam keterangan tertulis Kominfo pada artikel 'Laporan Isu Hoaks Terkait Covid-19' pada 18 Januari 2021, unggahan Facebook tersebut berisi narasi sebagai berikut:

" Setelah Disuntik Vaksin Dikabarkan Jokowi Saat Ini Kejang².. Lalu Mati.. ????"

4 dari 6 halaman

Cek Fakta

Dalam artikel yang diunggah Kominfo melansir dari medcom.id, disebutkan bahwa Presiden Joko Widodo tidak mengalami kejang-kejang dan meninggal usai diberikan vaksin Sinovac Covid-19. Faktanya, Presiden masih beraktivitas seperti biasa.

Pad 15 Januari 2021 atau tepat 2 hari setelah penyuntikan vaksin, Jokowi masih melakukan aktivitas memimpin rapat terkait pengiriman bantuan. Dalam rapat tersebut Jokowi mengatakan akan mengirikan bantuan berupa perahu karet untuk penanganan banjir.

" Saya tadi sudah menelepon Gubernur Kalimantan Selatan untuk mendapatkan laporan," kata Jokowi di Youtube Sekretariat Presiden.

" Saya juga telah memerintahkan kepala BNPB, Panglima TNI, dan Kapolri untuk secepatnya mengirim bantuan, terutama perahu karet yang sangat dibutuhkan dalam penanganan bencana banjir," sambungnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi terjadinya bencana alam yang marak di awal 2021. Jokowi juga menyarankan masyarakat untuk memperhatikan peringatan dini bencana alam dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

" Sekali lagi saya mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dari bencana banjir, longsor, karena bulan ini terjadi peningkatan curah hujan yang cukup ekstrim. Perhatikan selalu peringatan dini dari BMKG, saya akan terus memantau perkembangan bencana di Tanah Air," lanjut Jokowi.

5 dari 6 halaman

Hanya Rasakan Efek Pegal Sedikit

Presiden Joko Widodo mengaku tidak merasakan efek apapun usai disuntik vaksin. Jokowi hanya merasakan pegal di lengan disekitaran area yang disuntik vaksin, dua jam setelahnya.

" Waktu disuntik tidak terasa apa-apa. Tapi setelah dua jam agak pegal dikit," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Januari 2021.

Pegal yang dialami Presiden bagian dari kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI). Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, reaksi yang ditimbulkan pasca imunisasi lumrah terjadi.

Vaksinasi menyebabkan sistem kekebalan tubuh penerima bereaksi terhadap antigen yang terkandung dalam vaksin. Ada dua jenis reaksi pada vaksinasi, yakni lokal dan sistemik.

Reaksi lokal meliputi nyeri, kemerahan, dan bengkak pada bagian yang disuntik. Reaksi lokal lain yang berat, misalnya selulitis.

Sementara itu, reaksi sistemik, seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (atralgia), badan lemah, dan sakit kepala. Reaksi ini bisa terjadi dari komponen vaksin lainnya.

6 dari 6 halaman

Kesimpulan

Klaim Presiden Joko Widodo mengalami kejang-kejang dan meninggal usai diberikan vaksin Sinovac Covid-19 adalah salah. Faktanya, Jokowi masih beraktivitas normal seperti biasanya.

 

Beri Komentar