Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Status yang diunggah seorang pria berkebangsaan India di halaman media sosialnya mendapat perhatian netizen dan menjadi viral.
Dalam statusnya Devaneswaran Kanesan mengatakan, masyarakat non-Muslim seharusnya memberi kesempatan dan jalan kepada orang Islam supaya pulang terlebih dahulu sehingga jalan raya tidak sesak.
" Sudah tahu bulan puasa, biarlah orang muslim balik dulu, beri mereka jalan. Sehingga mereka bisa singgah ke pasar Ramadan lebih awal. Ini tidak, yang non-Muslim ikut-ikutan pulang hingga memacetkan jalan dan mengacaukan pasar Ramadan sampai orang yang berpuasa tak ada tempat parkir."

" Kita non-Muslim selalu mengeluh kita tidak mendapatkan rasa hormat dari orang Islam tetapi apakah kita hormat kepada mereka terlebih dahulu," tulisnya.
Status itu telah mendapatkan banyak pujian. Pengguna Twitter Piko @ezzatulsyafiq berkata, " Terima kasih bro devaneswaran. Semoga Allah SWT memberkatimu."
Sementara Hasrie Ahmad menulis di bagian komentar. " Semua orang punya hak, muslim harus punya kesabaran yang lebih dalam hatinya, terutama di bulan puasa seperti sekarang. Bagaimanapun terima kasih untuk Devaneswaran atas pengertiannya."
(Ism, Sumber: mynewshub.cc)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012