Pesepakbola U-16 Konawe Selatan Tewas Tersambar Petir Saat Bertanding

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 21 Februari 2020 15:01
Pesepakbola U-16 Konawe Selatan Tewas Tersambar Petir Saat Bertanding
Remaja tersebut meninggal sebelum tiba di rumah sakit.

Dream - Nasib malang dialami dua pesepakbola U-16 asal Konawe Selatan. Keduanya tersambar petir saat bertanding di Lapangan Sepak Bola Palangga, Kecamatan Palangga.

Insiden ini terjadi saat laga PS Buke melawan PS Tinanggea memperebutkan Piala Bupati Konawe Selatan pada Kamis, 20 Februari 2020 pukul 14.40 WITA. Saat itu pertandingan baru berjalan setengah jam lebih.

Ketika pertandingan dimulai, cuaca sedang mendung disertai hujan. Kedua tim memutuskan melanjutkan pertandingan dan tidak berhenti meski hujan sangat deras.

Secara tiba-tiba, petir menyambar lapangan. Dua orang pemain PS Tinanggea, Muhammad Feri Putra, 16 tahun dan Musta, 16 tahun, ambruk bersamaan usai tersambar petir.

" Pertandingan saat pukul 14.30 WITA cuaca awalnya bagus namun mulai hujan saat 14.40 WITA," ujar Kapolsek Palangga, Inspektur Satu Naufaldri, dikutip dari Liputan6.com.

Naufaldri mengatakan kedua pemain dilarikan ke rumah sakit. Pertandingan juga langsung dihentikan.

1 dari 4 halaman

Satu Meninggal, Satu Luka

Pelatih PS Tinanggea, Sahrun, mengatakan begitu dua pemain tersambar petir pertandingan dihentikan. Para korban juga mendapat pertolongan pertama.

" Salah seorang korban meninggal tersambar petir, satunya dirawat usai mengalami luka," kata Sahrun.

Para korban ditangani oleh dokter Rumah Sakit BLUD RS Konawe Selatan, dr Mila. Menurut dia, salah satu korban sudah meninggal saat tiba di rumah sakit.

" Dari hasil pemeriksaan, di tubuh korban ditemukan tanda-tanda luka bakar seperti sengatan listrik di bagian lengan sebelah kiri," ucap Mila.

(Sumber: Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

2 dari 4 halaman

Saat Calon Istri Ponari Tak Kenali 'Dukun Cilik Si Batu Petir'

Dream - Pada tahun 2009 lalu, nama Ponari menjadi perbincangan. Seorang bocah asal Jombang, Jawa Timur, yang dianggap mampu menyembuhkan orang sakit dengan batu 'petir' ajaib miliknya.

Bahkan kabar kesaktian Ponari mampu membuat orang berbondong-bondong datang ke rumahnya di Dusun Kedungsari, Desa Balungsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur untuk berobat.

Namun seiring berjalannya waktu, namanya pun kian tenggelam. Tak disangka, 11 tahun usai viral, Ponari kini kembali menjadi sorotan.

Namun bukan karena praktik pengobatannya, melainkan membawa kabar bahagia. Ya, dukun cilik itu baru saja melamar kekasihnya.

3 dari 4 halaman

Ponari Lamaran

Kabar itu dibagikan akun facebook Kabare Wong Jombang, Kamis 16 Januari lalu.

" Ponari Lamaran. Ponari SEMPAT GEMPAR DI Dsn kedungsari ds balong sari Megaluh kab jombang Beberapa tahun lalu. Alhamdulillah, kini dia tumbuh dewasa Dan ia sudah melamar si doi, Semoga Samawa amin. Indah banget, " sebut akun Kabare Wong Jombang.

Melansir jatimnow.com, pria dengan nama lengkap Muhammad Ponari Rahmatullah itu melamar kekasihnya, Aminatus Zuroh.

4 dari 4 halaman

Bertemu di Pabrik

Ponari bercerita sang kekasih berusia lebih tua dua tahun darinya. Pertama kali bertemu saat masih bekerja di pabrik makanan ringan.

" Saya sudah kenal 5 bulan dan pada tanggal 11 Januari kemarin saya dan Zuroh lamaran," kata Ponari seperti dikutip dari jatimnow.com.

" Awalnya ya saya gombalin dia dan mikirnya hanya pacaran saja. Saya jatuh cinta ke dia karena cantik, orangnya baik," ujarnya.

Sementara Zuroh menyebut, calon pemimpin rumah tangganya itu merupakan sosok yang pendiam tapi mengasyikkan.

" Awalnya ya pendiam. Lama kelamaan dia senyum saya ikut senyum. Awal kenal itu ya kayak langsung nyaman," kata Zuroh.

Zuroh juga mengatakan sebelumnya ia sama sekali tidak mengetahui bahwa Ponari saat kecil dulu merupakan seorang 'dukun cilik' yang sempat membuat gempar Indonesia.

" Baru tahunya itu dari teman waktu saya dan Mas Ari (Ponari) sudah pacaran. Orang tua sudah tahu jika Mas Ari yang dulu terkenal," tukas Zuroh.

Beri Komentar