Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Mahathir Mohamad Tak Mau Cuma Tonton Dampak Tsunami di Sulteng

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 4 Oktober 2018 18:01
Mahathir Mohamad Tak Mau Cuma Tonton Dampak Tsunami di Sulteng
Malaysia memberikan sumbangan sebesar Rp3,6 Miliar.

Dream - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad prihatin atas peristiwa gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Mahathir mengatakan, tak ingin sekadar menonton peristiwa memilukan itu.

" Tragedi itu menyayat hati, sebagai tetangga, kita tidak ingin duduk dan menonton dari pinggir," ujar Mahathir, dikutip dari The Straits Times, Kamis, 4 Oktober 2018.

Mahathir meminta Asean Committee on Disaster Management (ACDM) memainkan peran besarnya membantu koordinasi dan asistensi untuk mendukung bantuan gempa dan tsunami di Sulawesi Tenggara. Dia mendesak ACDM memainkan peran besarnya untuk mengoordinasi bantuan ke Palu, Sigi, dan Donggala.

Desakan ke ACDM lantaran Malaysia tak ingin menimbulkan kekacauan dalam proses evakuasi yang masih berjalan.

" Alih-alih membantu, kami mungkin akan mengganggu penyelamat lainnya. Jelas bahwa dalam keadaan seperti itu, ACDM memiliki peran besar untuk dimainkan," kata Mahathir saat pembukaan pertemuan ke-33 ACDM dan Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN ke-6 Manajemen Bencana (AMMDM), selain pertemuan terkait, di Putrajaya, Malaysia.

Mahathir menyatakan keyakinannya setiap negara anggota ACDM akan memberikan bantuan kepada Indonesia melalui badan penanganan bencana mereka sendiri. " Bersama-sama, saya yakin kami dapat membantu tetangga kami untuk meringankan bebannya," kata dia.

Dia mengatakan, National Disaster Management Agency of Malaysia (NADMA) telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan siap untuk menyebarkan tim pencarian dan penyelamatan serta memberikan bantuan kemanusiaan kepada pemerintah Indonesia.

Saat acara pertemuan tingkat menteri itu, Mahathir juga menyaksikan penyerahan bantuan kemanusiaan senilai 1 juta ringgit, setara Rp3,6 miliar, untuk Dana Bantuan Sulawesi. Dana itu diserahkan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Wan Azizah kepada perwakilan Indonesia.

Mahathir mengatakan, risiko bencana harus ditanggapi dengan serius. Sebab, tingkat keparahan bencana akan berdampak terhadap kehidupan dan mata pencaharian, serta perkembangan bangsa-bangsa.

Mengutip data global, Mahathir menyebut sejak 2010 hingga 2017, wilayah Asia-Pasifik menyumbang 45 persen jumlah bencana global, 60 persen jumlah kematian akibat bencana global, dan 85 persen jumlah orang terdampak bencana global.(Sah)

Beri Komentar