Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
PM Malaysia Mahathir Mohamad (Foto; Shutterstocks)
Dream - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad prihatin atas peristiwa gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Mahathir mengatakan, tak ingin sekadar menonton peristiwa memilukan itu.
" Tragedi itu menyayat hati, sebagai tetangga, kita tidak ingin duduk dan menonton dari pinggir," ujar Mahathir, dikutip dari The Straits Times, Kamis, 4 Oktober 2018.
Mahathir meminta Asean Committee on Disaster Management (ACDM) memainkan peran besarnya membantu koordinasi dan asistensi untuk mendukung bantuan gempa dan tsunami di Sulawesi Tenggara. Dia mendesak ACDM memainkan peran besarnya untuk mengoordinasi bantuan ke Palu, Sigi, dan Donggala.
Desakan ke ACDM lantaran Malaysia tak ingin menimbulkan kekacauan dalam proses evakuasi yang masih berjalan.
" Alih-alih membantu, kami mungkin akan mengganggu penyelamat lainnya. Jelas bahwa dalam keadaan seperti itu, ACDM memiliki peran besar untuk dimainkan," kata Mahathir saat pembukaan pertemuan ke-33 ACDM dan Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN ke-6 Manajemen Bencana (AMMDM), selain pertemuan terkait, di Putrajaya, Malaysia.
Mahathir menyatakan keyakinannya setiap negara anggota ACDM akan memberikan bantuan kepada Indonesia melalui badan penanganan bencana mereka sendiri. " Bersama-sama, saya yakin kami dapat membantu tetangga kami untuk meringankan bebannya," kata dia.
Dia mengatakan, National Disaster Management Agency of Malaysia (NADMA) telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan siap untuk menyebarkan tim pencarian dan penyelamatan serta memberikan bantuan kemanusiaan kepada pemerintah Indonesia.
Saat acara pertemuan tingkat menteri itu, Mahathir juga menyaksikan penyerahan bantuan kemanusiaan senilai 1 juta ringgit, setara Rp3,6 miliar, untuk Dana Bantuan Sulawesi. Dana itu diserahkan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Wan Azizah kepada perwakilan Indonesia.
Mahathir mengatakan, risiko bencana harus ditanggapi dengan serius. Sebab, tingkat keparahan bencana akan berdampak terhadap kehidupan dan mata pencaharian, serta perkembangan bangsa-bangsa.
Mengutip data global, Mahathir menyebut sejak 2010 hingga 2017, wilayah Asia-Pasifik menyumbang 45 persen jumlah bencana global, 60 persen jumlah kematian akibat bencana global, dan 85 persen jumlah orang terdampak bencana global.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya