5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ratna Sarumpaet (Dream.co.id/M Ilman Nafi'an)
Dream - Polisi tetap bakal memanggil aktivis Ratna Sarumpaet meski yang bersangkutan telah mengakui telah berbohong soal kabar penganiayaan. Pemeriksaan terkait kabar hoax penganiayaan yang dialami Ratna.
" Ya tetap dipanggil, dimintai keterangan beliau," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Setyo Wasisto di Jakarta, Rabu 3 Oktober 2018.
Setyo tidak menampik ada kemungkinan penahanan Ratna bila ditemukan adanya unsur tindak pidana. Tetapi, saat ini Ratna masih berstatus sebagai saksi.
" Statusnya masih sebagai saksi, nanti kita lihat lagi kaitannya dengan konstruksi hukumnya seperti apa, siapa yang dirugikan siapa yang langgar undang-undang diatur," ucap Setyo.
Meski demikian, Setyo mengatakan Ratna tidak dapat dijerat Undang-Undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Sebab, Ratna menyampaikan kabar bohong itu tidak melalui media sosial atau internet.
" Kalau Bu Ratna kan tidak menggunakan UU ITE, tapi bisa dijerat dengan KUHP. Kalau hoaks itu ITE. Dia kan nggak menggunakan ITE. Kan dia menyampaikan ke Pak Prabowo, kemudian Rachel Maryam juga itu menggunakan Twitter, Fadli Zon, Dahnil Anzar Simanjuntak. Ini kan udah di-capture semua," ujar dia.
Setyo memastikan proses hukum atas kasus ini tetap berjalan. Meskipun Ratna sudah meminta maaf kepada publik.
" Ya tidak ada minta maaf. Nanti dulu, proses dulu," kata dia.
Dream - Benderang sudah. Ratna Sarumpaet akhirnya ngaku berbohong soal cerita penganiayaan yang bikin geger masyarakat. Bengap di muka itu bukan akibat dipukuli, tapi akibat operasi di RS Bina Estetika Menteng, Jakarta Pusat.
Menurut Ratna, kebohongan itu bermula saat ditanya anak-anaknya soal lebam-lebam di wajahnya. Dia menjawab karena dikeroyok. Kabar itu menggelinding dan membuat heboh jagat maya. Tak hanya itu, rekaan cerita ini menerobos dunia politik.
Sejumlah elite politik negeri ini ramai-ramai menyampaikan simpati. Mengutuk pelaku penganiayaan, yang sebenarnya hanya bualan belaka. Tapi, akhirnya Ratna Sarumpaet sadar, kebohongan ini harus segera diakhiri. Tak ada cara lain selain pengakuan.
" Tadi malam saya sholat malam dan saya bicara kepada anak-anak saya, dan tidak ada cara lain untuk mengakui," kata Ratna di kediamannya, Jakarta, Rabu 3 Oktober 2018.
Ratna memang tengah dekat dengan para elite. Dia masuk jajaran tim sukses calon presiden Prabowo Subianto. Kemarin malam pula Prabowo menggelar jumpa pers yang dihadiri sejumlah elite. Termasuk Amien Rais. Mereka mengutuk penganiayaan yang dikisahkan Ratna.
Secara khusus Ratna meminta maaf kepada Amien Rais yang dia sebut sabar mendengar kebohongan ini. " Saya memohon maaf kepada Pak Amien Rais yang sabar mendengar kebohongan saya kemarin," ucap dia.
Ratna mengaku tak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah meluasnya cerita bohong ini. " Saya enggak bisa mencegah mereka. Saya tahu ini salah. Jadi, itu yang sebenarnya, tidak ada penganiayaan. Itu hanya cerita khayal saya," ujar dia.
Ratna mulai mengakui setelah polisi angkat bicara dan melakukan penyelidikan. Temuan polisi menyebutkan tidak ada laporan atau bukti perawatan akibat pemukulan atas nama Ratna Sarumpaet di wilayah Bandung pada 21 September 2018.
Dream - Ratna Sarumpaet meminta maaf kepada sejumlah pihak karena berbohong dengan mengaku telah dianiaya. Ratna secara khusus meminta maaf kepada Prabowo Subianto dan Amien Rais.
" Saya memohon maaf kepada Pak Prabowo Subianto yang kemarin tulus membela kebohongan yang saya buat," ujar Ratna dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu 3 Oktober 2018.
" Saya juga memohon maaf kepada Pak Amien Rais yang sabar mendengar kebohongan saya kemarin," lanjut dia. Pada kesempatan itu pula Ratna mengaku sebagai pencipta hoaks terbaik dan meminta perbuatannya tidak ditiru.
Kebohongan Ratna Sarumpaet ini memang telah membuat heboh. Diberitakan berbagai media massa, viral di media sosial. Prabowo, calon presiden yang didukung oleh Ratna Sarumpaet, bahkan menggelar konferensi pers yang khusus menanggapi pengakuan bohong itu.
Namun penyelidikan polisi menemukan fakta lain. Bualan Ratna Sarumpaet dibantah oleh polisi dengan temuan-temuan penyelidikan mereka. Polisi menyatakan Ratna tidak dikeroyok. Muka bengap itu ternyata akibat operasi plastik.
Dan, Ratna akhirnya mengaku telah berbohong. Dia menggelar konferensi pers di kediamannya sore ini. Dia mengaku telah berbohong dan meminta maaf.
Dream - Ratna Sarumpaet akhirnya mengaku telah membuat kebohongan terkait kabar penganiayaan. Dia mengaku mengalami lebam pada wajahnya bukan karena pemukulan, melainkan sedot lemak.
Ratna pun mengaku sempat ditanya anak-anaknya ketika wajahnya sedang lebam. Dia pun memberi jawaban cukup singkat dengan mengaku dipukul orang.
" Lebam-lebam di muka saya ini ditanya sama anak saya, tapi saya jawab dipukul orang," ujar Ratna dalam konferensi pers di rumahnya, Jakarta, Rabu 3 Oktober 2018.
Tetapi, Ratna terus didesak keluarganya untuk memberikan jawaban yang jelas. Dia tetap berpegang pada jawaban awal.
" Jadi selama seminggu ini alasan itu hanya untuk keluarga saya tidak ada urusan dengan politik," kata Ratna.
Sayangnya, kebohongan itu berlanjut ketika Ratna mulai berinteraksi dengan rekan-rekannya. Tidak ada satupun yang tahu tentang fakta sebenarnya yang dialami Ratna.
" Setelah mereda dan telah berhubungan dengan luar saya nggak tahu bagaimana saya kembali melakukan kesalahan, dan mohon jangan dikira saya mencari pembenaran," kata dia.
Selanjutnya, Ratna merasa perlu mengakhiri kebohongan tersebut. Dia mengambil keputusan untuk berbicara kepada publik setelah sholat malam dan berbicara dengan keluarganya.
" Tadi malam saya sholat malam dan saya bicara kepada anak-anak saya, dan tidak ada cara lain untuk mengakui," terang Ratna.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?