Polisi Tak Tahan Rahmat Baequni, Alasannya...

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 23 Juni 2019 15:43
Polisi Tak Tahan Rahmat Baequni, Alasannya...
Pengacara mengajukan surat ke polda.

Dream - Ditreskrimsus Polda Jawa Barat telah menetapkan pendakwah Rahmat Baequni sebagai tersangka kasus penyebaran kabar bohong. Meski sudah diperiksa, polisi akhirnya tidak menahan Rahmat.

" Tidak ditahan. Ini bukan penangguhan, saya mengajukan surat ke Polda (Jawa Barat) rujukan ke krimsus untuk tidak ditahan," kata kuasa hukum Rahmat, Hamynudin Fariza, kepada Liputan6.com.

Dalam surat permohonannya, Hamynudin mengajukan sejumlah pertimbangan ke polisi. Salah satunya karena status Rahmat sebagai pendakwah.

" Pertimbangan saya ya karena beliau ini ustaz, kajian-kajiannya selalu ditunggu oleh jemaah ya. Kedua, dia merupakan tulang punggung keluarga, terus dia juga istrinya baru melahirkan, punya bayi," ucap dia.

1 dari 6 halaman

Pertimbangan Polisi

Dia mengatakan polisi percaya Rahmat tidak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti, serta mengulangi tindak pidana lain.

Proses penyidikan Rahmat, kata dia, akan tetap berlangsung. Rahmat diwajibkan melapor ke polisi sepekan sekali.

" Pak ustaz wajib lapor seminggu sekali. Kalau wajib lapor tidak ada batasan. Biasanya sampai kalau perkaranya dilanjut ya sampai kejaksaan, kalau P21 ya lanjut sidang," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/Huyogo Simbolon

2 dari 6 halaman

Pendakwah Rahmat Baequni Ditetapkan Menjadi Tersangka Kasus Hoaks

Dream - Rahmat Baequni,  Ustaz yang pernah menyoal desain masjid Al Safar, ditetapkan Ditreskrimsus Polda Jawa Barat sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyebaran informasi hoaks.

Dalam video yang tersebar di media sosial, Rahmat menyebut meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019 karena diracun.

" Kita tetapkan sebagai tersangka adalah RB," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko, Jumat, 21 Juni 2019.

Trunoyudo mengatakan, polisi menetapkan dua barang bukti, yaitu print out dan rekaman video Rahmat. Selain barang bukti, polisi juga telah memeriksa empat orang saksi dan tiga orang saksi ahli.

3 dari 6 halaman

Diamankan di Kediamannya

Trunoyudo mengatakan, laporan informasi berkas didapat dari Direktorat Siber Bareskrim Polri. Laporan itu kemudian diserahkan pada 19 Juni 2019 untuk ditangani Ditreskrimsus Polda Jawa Barat.

" Pertama untuk laporan polisi sudah kita buatkan, tepatnya pada 18 Juni 2019, penyidik dengan tim sudah melakukan kegiatan SOP, untuk membuat laporan polisi dan kemudian meningkatkan menjadi proses, baik dari awal penyelidikan sampai dengan sekarang adalah penyidikan," ujar dia.

Tim penyidik, kata Trunoyudo, mengamankan Rahmat di kediamannya di Jalan Parakan Saat II, Cisaranten, Kota Bandung, Kamis, 20 Juni 2019 sekitar pukul 23.00 WIB.

Atas perbuatannya, Rahmat Baequni dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 14 ayat 1 dan atau Pasal 15 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1946 dan atau Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan terhadap UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 207 KUHPidana.

(Sah, Laporan: Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

4 dari 6 halaman

Polisi Ciduk Ustaz Rahmat Baequni

Dream - Direskrimsus Polda Jawa Barat menangkap Rahmat Baequni. Ustaz yang pernah menyoal desain masjid Al Safar itu dibekuk terkait video ceramah yang menyebut anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) meninggal karena racun.

" Iya ada di Krimsus Polda Jawa Barat," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, dikutip dari Merdeka.com, Jumat 21 Juni 2019.

Meski demikian, Trunoyudo enggan menjelaskan secara detail penangkapan itu. Hingga saat ini, Rahmat masih dimintai keterangan mengenai isi video ceramah yang viral tersebut.

" Nanti akan disampaikan setelah sholat Jumat," kata dia.

5 dari 6 halaman

Polisi Dalami Video Ceramah yang Sebut Anggota KPPS Diracun

Dream - Polisi mendalami ceramah Ustaz Rahmat Baequni yang menyebut ada keanehan dalam kematian sejumlah anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).

" Belum ada yang melapor. Baru dicek-cek, masih didalami dulu," kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Rickynaldo Chairul, kepada Dream, Selasa 18 Juni 2019.

Potongan video ceramah Rahmat Baequni muncul di media sosial Twitter. Video itu diunggah oleh akun @narkosun.

" Ini tuduhan yang serius. Menurut si Rahmad `segitiga` Baequni ini banyaknya anggota KPPS yang meninggal karena diracun," tulis pemilik akun.

Video berdurasi dua menit 20 detik itu tertempel logo DKM Masjid Al Fitroh Baleendah. Masjid tersebut berlokasi di Griya Prima Asri, Banjaran, Malakasari, Baleendah, Bandung. Meski demikian, tak diketahui waktu perekaman video tersebut.

Dalam ceramahnya, berdasarkan teks berjalan, Rahmat berbicara mengenai tema Siksa Kubur dan Perjalanan Ruh. Tapi, topik pembicaraan beralih mengenai meninggalnya anggota KPPS.

6 dari 6 halaman

Isi Ceramah

Berikut isi ceramah Rahmad dalam video tersebut,

Seumur-umur pemilu dilaksanakan, jujur boleh saya jujur, nggak apa-apa kan? Seumur-umur kita melakukan pesta demokrasi ada tidak petugas KPPS yang meninggal? Tidak ada ya? Tapi kemarin coba, ada berapa petugas KPPS yang meninggal?

229 orang. Itu dari kalangan sipil. Kemudian dari kepolisian ada berapa yang meninggal? Jadi total berapa? 390 orang meninggal. Sesuatu yang belum pernah terjadi dan tidak masuk diakal.

Bapak ibu sekalian sudah ada yang mendapat informasi mengenai hal ini? Tapi ini nanti di skip ya. Bapak ibu sekalian yang dirahmati Allah, ada kesengajaan. Ketika semua yang meninggal ini dites di lab bukan diotopsi, dicek di lab forensiknya, ternyata apa yang terjadi? Semua yang meninggal ini, dalam cairan tubuhnya mengandung zat yang sama, zat racun berupa gas, yang dimasukkan ke dalam rokok, yang disebar di setiap TPS.

Tujuannya apa? Untuk membuat mereka meninggal setelah tidak dalam waktu yang lama, setelah sehari atau paling tidak dua hari.

Tujuannya apa? Agar mereka tidak memberikan kesaksian, tentang apa yang terjadi di TPS.

Beri Komentar
Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan