Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo
Dream - Presiden Joko Widodo mengingatkan para menteri untuk bekerja serius menangani dampak Covid-19 di Tanah Air. Jokowi menyinggung tingkat kasus positif (positivity rate) Covid-19 di sejumlah daerah khususnya DKI Jakarta mengalami kenaikan drastis.
" Di Jakarta laporan terakhir yang saya terima, angka positivity ratenya melonjak dari 4 sampai 5, sekarang sudah 10 setengah persen. Tolong betul-betul dijadikan perhatian," ujar Jokowi, dikutip dari Merdeka.com.
Selain Jakarta, Jokowi juga meminta kenaikan angka positif di sejumlah provinsi ditekan. Beberapa provinsi yang disoroti Jokowi yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Sumatera Utara, dan Papua.
Di setiap provinsi tersebut, Jokowi meminta agar penelusuran atau tracing kontak lebih dimasifkan. Juga fasilitas kesehatan rumah sakit untuk Covid-19 ditingkatkan.
" Khususnya bed, APD, obat-obatan, ventilator dan kamar isolasi yang juga masih memerlukan tambahan-tambahan untuk provinsi-provinsi yang tadi saya sebut. Kalau memang kekurangan ini agar Kemenkes bisa menyampaikan kepada Menteri PU untuk segera diselesaikan," kata dia.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan terjadi lonjakan cukup tinggi pada penambahan kasus positif Covid-19 di wilayahnya dalam kurun satu pekan terakhir. Pada Minggu kemarin, ada kasus baru Covid-19 sebanyak 404 orang.
Jumlah kenaikan tersebut menyebabkan positivity rate Covid-19 di Jakarta melonjak di angka 10,5 persen. Padahal, sebulan sebelumnya positivity rate Jakarta di kisaran 4-6 persen.
" Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat bisa dibandingkan bulan Juni yang mencapai kisaran 4 persen hingga 6 persen," ucap Anies.
Anies juga merinci kenaikan positivity rate terjadi sejak pertengan Juni 20202. Dalam kurun waktu 11-17 Juni, ada 27.091 orang menjalani tes dengan positivity rate 3,1 persen.
Kemudian pada 18-24 Juni, 29.873 orang dites dan positivity rate-nya sebesar 3,7 persen. Tes digelar lagi ada 25 Juni-1 Juli terhadap 31.085 orang dan positivity rate ada di 4,8 persen.
Sedangkan pada 2-8 Juli, tes kembali dijalankan kepada 34.007 orang. Hasilnya menunjukkan positivity rate sebesar 4,8 persen.
" Lonjakan ini merupakan peringatan bagi kita semua dan dalam perjalanan selama masa PSBB transisi ini sejak 4 Juni sampai 12 Juli ini," kata Anies.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya