Jokowi: Cilukbaaa ...

Reporter : Amrikh Palupi
Sabtu, 17 Agustus 2019 18:10
Jokowi: Cilukbaaa ...
Apa apa dengan postingan Jokowi di peringatan RI ke-74?.

Dream - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengunggah foto unik ke akun Instagram terverifikasinya. Foto tersebut memperlihatkan momen saat Presiden melayani wawancara awak media.

Berpakaian adat Bali, Jokowi didampingi sosok yang selalu setia berada di dekatnya, Jan Ethes Srinarendra. Yup, dialah cucu pertama Jokowi yang merupakan putra dari Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda

Seperti sudah diketahui, Jan Ethes selalu membuat gemas setiap orang yang melihatnya. Polah lucu juga ditunjukan bocah yang dikabarkan akan segera menjadi kakak ini.

Jan Ethes yang mengenakan pakaian berwarna kuning tampak memegang kaki sang kakek yang tengah sibuk melayani wawancara awak media di depan Jokowi. Namun Jan Ethes sepertinya lebih tertarik dengan sesuatu yang dilihat di belakangnya.

Sambil memunggungi para awak media, eEkspresi Jan Ethes di foto itu terlihat seperti bocah yang sedang penasaran melihat sesuatu.

Netizen semakin terhibur dengan keterangan foto yang dibuat kakek Jan Ethes, yang tak lain Jokowi.

" Cilukbaaa," tulis Jokowi pada keterangan foto dikutip Dream, Sabtu 17 Agustus 2019.

 jokowi

Sontak unggahan prang nomer satu di negeri ini langsung bikin heboh. Banyak yang menyoroti ekspresi dan keterangan foto yang dituliskan oleh pria kelahiran Surakarta 21 Juni 1961 ini.

" sapa neh yang bikin kepsyen," kata akun @keryastina.

" Captionnya anti maenstream," tulis akun @salmanrrama.

" Cayang bgt sm ethes gemeshhhh," tulis akun @karinadila8921.

" Pecah humorku bgst baca caption nya," tulis akun @cayd_badar29.

1 dari 5 halaman

Teks Proklamasi dan Duplikat Bendera Pusaka Dibawa Kereta Kencana

Dream - Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74 dirayakan dengan tradisi unik. Selain masih mengenakan busana daerah, teks proklamasi dan duplikat Bendera Merah Putih dibawa ke Indonesia menggunakan kereta kencana.

Kedua benda bersejarah itu diboyong menggunakan kereta kencana dari Monumen Nasional (Monas). Bendera dan teks proklamasi dibawa oleh dua anggota Paskibraka.

Kedua Paskibraka tersebut berjalan cukup jauh dari dalam Monas menuju halaman di mana kereta kencana tersebut menunggu.

Penggunaan kereta kencana ini tergolong langla. Alat angkut itu sebernarny atak pernah ditumpangi oleh manusia. Namun pada HUT RI ke-74 kali ini, kereta kencana tersebut membawa dua Paskibraka menuju Istana Presiden.

Rombongan pembawa teks proklamasi dan bendera duplikat tersebut diiringi marching band dari Akademi Kepolisian.

Kirab HUT ke-74 RI juga diikuti oleh perwakilan Raja-Raja Nusantara.

(Sah, Sumber: Liputan6.com)

 

2 dari 5 halaman

Cerita Haru di Balik Perlombaan Khas HUT RI

Dream - Dalam merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, biasanya masyarakat mengadakan berbagai perlombaan tradisional.

Hal itu seolah-olah menjadi bagian tersirat apabila masuk bulan Agustus, masyarakat harus mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti perlombaan.

Namun, dikutip dari Brilio.net, 17 Agustus 2018, beberapa perlombaan yang sangat ikonik seperti panjat pinang, tarik tambang dan makan kerupuk rupanya menyimpan cerita haru.

Panjang Pinang

Perlombaan panjat pinang seolah menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta ataupun orang yang ingin menonton. Hal itu karena dalam perlombaan ini banyak disajikan berbagai hadiah apabila berhasil naik ke pucuk.

Rupanya, perlombaan ini memiliki cerita tak enak untuk masyarakat Indonesia. Lomba panjat pinang ini sudah ada dari zaman kolonial Belanda, awalnya perlombaan ini diambil dari bahasa Belanda ‘De Klimmast' yang artinya panjang tiang.

 Lomba panjat pinang

Permainan yang berasal dari negeri kolonial itu rupanya tak diminati oleh warga Belanda karena merasa 'jijik' lantaran orang yang berada paling bawah harus rela diinjak-injak oleh orang lain. Untuk itu, Belanda membuat permainan ini untuk masyarakat Indonesia sebagai bahan tertawaan.

Sebagai hadiah, Belanda memberikan beras. Karena sedang dalam kondisi susah, saat itu masyarakat Indonesia sangat antusias mengikuti lomba panjat pinang.

 

 

3 dari 5 halaman

Tarik Tambang

Terjungkal, terseret, itulah yang biasanya kita lihat ketika menyaksikan lomba tarik tambang. Gelak tawa dari para penonon juga menambah kemeriahan perlombaan ini.

Namun, perlombaan ini rupanya menyimpan cerita pilu, pada waktu zaman penajajahan, masyarakat Indonesia dipaksa kerja berat untuk menarik batu, karung pasir atau benda-benda berat lain menggunakan tali tambang.

 Lomba tarik tambang

Para pekerja kemudian menggunakan tali tambang itu untuk tarik menarik sebagai guyonan atau permainan untuk menghibur diri.

4 dari 5 halaman

Makan Kerupuk

Perlombaan ini memang bisa dikatakan susah-susah gampang. Untuk bisa memakan kerupuk yang digantung, kita harus menjinjitkan kaki. 

Perlombaan ini juga menyimpan kisahnya tersendiri, saat zaman penjajahan, kehidupan masyarakat serba susah. Untuk makan saja, masyarakat hanya bisa menyantap nasi dan kerupuk saja.

 Lomba makan kerupuk

Setelah Indonesia, lomba makan kerupuk ini masuk dalam perlombaan dalam merayakan hari kemerdekaan untuk memperingati masa-masa sulit saat zaman penjajahan.

(Sumber: Brilio.net)

5 dari 5 halaman

Mengharukan, Tangis Anggota Paskibraka Usai Tunaikan Tugas

Dream - Anggota Paskibraka Nasional 2019 yang bertugas mengibarkan bendera di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu, 17 Agustus 2019 tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya usai menjalankan tugas dengan lancar.

Pantauan Diary Paskibraka Liputan6.com, Tim Merah memasuki ruang istirahat pada pukul 10:30 WIB. Awalnya, para Paskibraka Nasional 2019 berdiam di meja masing-masing sembari melihat satu sama lain.

Namun, tak lama setelah itu tangisan pun pecah. Rasa bangga dan lega terpancar dari mereka yang telah sukses menjalankan tugasnya.

“ Lega sekali, terima kasih kerja sama semuanya,” kata Anggota Tim Merah Paskibraka Nasional 2019 dari Sulawesi Utara, Eugenia Agatha Rondonuwu.

Kata-kata pun tidak lagi terucap. Hanya tangis haru dan pelukan kepada satu sama lain.

Pastinya, mereka akan merindukan kehadiran masing-masing yang telah sebulan menjalani Diklat Paskibraka 2019 di PP-PON Cibubur, Jakarta Timur.

Lihat videonya di bawah ini:

 

(Sah, Sumber: Liputan6.com)

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham